MIIA

MIIA
Ke Rumah Pak San 2



Alin POV


FLASHBACK


Tidak seperti biasanya aku merasa mulas dan memutuskan pergi ke toilet karena sudah tidak bisa menahannya. Aku mencoba membangunkan Dini namun dia tidur seperti mayat. Karena sudah tidak tahan aku langsung saja beranjak walaupun sebenarnya aku agak takut karena memang sudah tengah malam.


Saat akan membuka pintu ku lihat Indah siswi kelas 10 berjalan sendiri seperti tengah mengikuti seseorang namun tak berselang lama aku melihat juga dua laki-laki yang sangat ku kenal juga melakukan hal yang sama. Mereka seperti tengah mengikuti seseorang. Mungkinkah mereka menguntit Indah. 90


Tentu saja aku terkejut dan aku lebih memilih menahan sebisa ku agar bisa mencari tahu. Jika memang benar keduanya penguntit gadis di sekolah aku benar-benar akan menghajarnya.


"Mau kemana mereka?" gumamku dengan terus mengikutinya hingga sampai ke belakang sekolah.


Anehnya mereka masuk ke dalam semak-semak dan ku lihat bukan hanya mereka saja melainkan ada Melinda yang berjalan di depan. Apakah Indah mengikuti Melinda sementara Saga dan raja mengikuti indah.


Ketika aku ingin melangkahkan kakiku dan menghampiri mereka tiba-tiba sesuatu terjadi. Sebuah asap hitam mengepul muncul di sekitar Melinda dengan di sertai bau khas wewangian yang begitu menyengat. Aku bisa melihat wajah Melinda dari kejauhan yang nampak kosong di hadapan sosok berjubah merah.


Karena aku merasa semuanya sudah tidak beres jadi aku memutuskan untuk pergi saja. Sebenarnya aku ingin memanggil mereka bertiga namun entah kenapa suaraku tiba-tiba saja menghilang dan sangat sulit untuk berbicara.


Alin POV END.


FLASHBACK END


"Alin!!"


"Saga!!"


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Saga.


"Kau juga apa yang kau lakukan disini?" tanya Alin balik yang membuat Saga gelagapan.


Akhirnya Alin pun menceritakan semuanya sehingga membuat Saga terkejut karena secara tidak langsung Alin juga sudah terlibat di dalamnya. Ia juga tidak tahu kenapa teman-temannya tiba-tiba tahu, ia takut jika mereka terlibat justru akan membahayakan mereka. Namun ia juga tidak bisa menceritakannya pada Alin apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Tapi yang membuat Saga terkejut ketika mengetahui jika Alin diam-diam memperhatikannya dan mencaritahu kasus yang sama dengan Saga.


"Dari mana kau tahu?" tanya Saga


"Ahh ya hahaha maafkan aku sebenarnya aku selalu menguping pembicaraan mu dengan Raja jadi karena aku penasaran aku menelusurinya sendiri." kata Alin dengan tersenyum canggung.


"Lin..." ucap Saga yang membuat Alin menatapnya dengan heran.


"Iya kenapa?" tanya Alin penasaran.


"Kau tidak perlu berurusan dengan semua itu. Kau tau semua itu bukanlah hal mudah." ujar Saga.


"Aku sudah memikirkannya dan aku tidak ingin samua itu kembali terjadi lagi dengan lebih banyak korban. Apa kau ingin diam saja sementara orang di balik ini semua begitu menikmatinya dan kau tidak memikirkan bagaimana perasaan keluarganya." kata Alin.


"Ini berbahaya untukmu. Kau tidak tahu yang sebenarnya tengah terjadi." kata Saga.


"Bukankah aku sudah bilang aku akan mencaritahu nya sendiri." kata Alin dengan penuh ambisi.


"Lalu bagaimana denganmu? kau tahu itu berbahaya tapi kau akan tetap melanjutkan bukan. Saga kita ini teman, mungkin aku juga bisa membantu kalian. Aku tahu itu berbahaya tapi aku ingin semua ini cepat terselesaikan." kata Alin membuat Saga hanya menghela nafasnya saja.


Mereka menelusuri isi dari tempat tersebut. ada satu hal yang membuat mereka yakin jika di tempat itu sering kali di buat untuk penumbalan. Mungkin banyak yang tidak menyangka jika tempat sekecil dan sesederhana itu di dalamnya begitu banyak barang-barang dan sangat identik dengan hal mistis.


"Saga kenapa kamu bersama dia?" tanya Mia ketika baru saja muncul dan membuat Saga hanya menoleh saja.


"Tempat ini sudah ada sebelum saya mati. Saya masih ingat jika disini ada sebuah lorong menuju bawah tanah." lanjutnya yang membuat Saga langsung mencari ke semua sisi namun tidak ada apapun yang di curigai sebagai lorong menuju bawah tanah.


"Kau mencari apa Ga?" tanya Alin heran.


"Tidak ada apapun disini, mungkin ini sudah lama tidak di pakai. Sudahlah lebih baik kita kembali saja " kata Saga yang membuat Alin mengangguk


Rencananya Saga akan kembali lagi lain waktu tanpa Alin. Bukannya ia tidak mempercayai Alin hanya saja Ia tidak mau terlalu banyak yang tahu atau semua itu akan berakibat buruk pada mereka.


Dari kejauhan seorang pria paruh baya yang melihat Saga dan Alin keluar dari tempat tersebut hanya menatapnya dengan datar. Ya, dia adalah pak San. Entah apa yang sedang ada di dalam pikirannya hanya dia yang tahu, tapi raut wajah yang di tunjukkan seperti sangat tidak menyukainya.


Sore harinya sepulang sekolah Saga bersama Raja pergi ke rumah pak San. Sebelum mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya Saga tidak akan menyerah begitu Saja. mereka sampai di rumah pak San dan yang pertama kali mereka lihat adalah pak San sendiri yang tengah duduk di teras rumahnya sambil menatap mereka. rupanya pak San memang menunggu kedatangan dua remaja tersebut.


"Ga, kau yakin? Lihatlah wajahnya saja seperti tidak menyukai kita." kata Raja dengan sedikit berbisik pada Saga.


"Aku yakin beliau tahu sesuatu." kata Saga


"Assalamualaikum pak." kata keduanya dengan serempak.


"Wa'alaikumsalam. Ada apa kalian kemari?" tanya Pak San tanpa basa basi.


Mereka sedikit berbasa basi sebelum akhirnya Saga menceritakan mimpinya tersebut begitupun dengan Raja. Mendengar hal itu Pak San tidak menunjukkan raut terkejut ataupun yang lainnya, ekspresinya hanya datar yang membuat suasana sedikit canggung.


"Lalu apa yang kalian inginkan dariku." tanya Pak San.


"Bisakah bapak menemani saya ke suatu tempat. Saya tahu bapak bisa melindungi kami." kata Saga yang membuat pak San menatapnya.


"Ini sudah larut sore lebih baik kalian pulang sekarang, aku juga masih ada beberapa urusan yang belum aku selesaikan. pulanglah dan berhati-hati." kata Pak San dengan beranjak masuk.


"Lihat bukan...aku tidak terlalu menyukai pak San, kenapa kau malah meminta bantuannya.' kata Raja dengan kesalnya.


"Karena di mimpiku dia datang membantuku. Aku yakin dia juga bisa membantu kita." kata Saga.


"Sudahlah tidak perlu meminta bantuannya, lebih baik kita kesana langsung aku penasaran apa yang ada di dalamnya." ujar Raja dengan melangkah pergi.


"Mia...." panggil Saga yang membuat Mia menimpali dan ternyata sedari tadi gadis hantu itu duduk di atas pohon. pantas saja pandangan pak San juga menuju ke pohon itu terus.


"Kenapa? Kamu jadi kesana sama dia? Tuh bocah tengil itu sudah duluan. Dia sok sekali." kata Mia dengan menggigit kukunya.


"Apakah tidak masalah?" tanya Saga


"Saya tidak tahu dan tidak bisa menjamin hanya saja saya akan melindungi kamu sebisa saya." kata Mia yang membuat Saga mengangguk paham setelah itu ia menyusul Raja