
"Apa yang terjadi?" kata Alin dengan terkejutnya.
"Sebentar..." ucap Raja yang mencoba menyalakan mobilnya namun berulang kali tidak bisa sehingga akhirnya dia pun keluar dan mengecek mesin mobilnya.
"air radiator habis." jawab Raja yang mengambil air mineral di dalam mobil kemudian ia mengisinya.
Setelah itu ia mencoba menyalakan mobilnya lagi tapi masih tetap tidak bisa. Tidak mungkin jika bensinnya habis karena ia baru saja mengisi full dan sialnya dia tidak paham masalah mesin.
Saga turun bersama yang lainnya dan ikut mengecek mobil Raja, namun semuanya sama tidak ada yang tahu soal mesin. raja mencoba menghubungi mekanik ayahnya tapi tidak ada sinyal sama sekali di tengah-tengah hutan tempat mereka berhenti.
"Lalu bagaimana ini?" ucap dini dengan khawatirnya karena hari sudah mulai gelap.
"Lihat bukan semua ini karena si tengil itu. suruh dia meminta maaf dan mereka akan membiarkan kalian pergi." kata Mia dengan raut wajah datarnya.
"Kau sih bicara sembarangan. lihat sekarang apa yang terjadi." seru Alin dengan menyalahkan Raja.
"Sebaiknya kau minta maaf dan jangan berkata kasar lagi." timpal Saga
"untuk apa aku minta maaf? seharusnya pria tua itu yang meminta maaf padaku bukannya aku." kata Raja.
Tiba-tiba mereka di kagetkan dengan kemunculan seorang pria yang kira-kira usianya masih 30 tahun. Melihat hal itu membuat Raja tersenyum kecil dan bermaksud ingin meminta tolong pada pria misterius itu.
"kenapa kalian berhenti disini?" tanya pria itu .
"Saga sebaiknya kamu menghindari kontak mata dengannya begitupun juga teman-teman mu . dia ..." Mia menimpali namun tiba-tiba menghilang sebelum menyelesaikan perkataannya.
Mendengar hal itu Saga pun merasa ada sesuatu yang tidak beres dan mencoba berbicara pada teman-temannya namun ia tidak tahu bagaimana caranya.
"mobilku tiba-tiba berhenti dan aku tidak tahu soal mesin. Apa bapak bisa membantu saya." kata Raja.
"Tentu saja. Kebetulan aku bekerja di bengkel jadi tentu hal yang mudah untukku. Sebentar aku periksa dulu." kata pria itu yang mulai memeriksa mobil Raja.
"Akinya rusak." kata pria itu dengan menatap Raja.
"Lalu dimana aku bisa mengganti aki baru?" tanya Raja.
"Di bengkelku. Kau bisa memilih sendiri karena ada banyak Aki bekas dan baru." jawabannya.
"Tunggu apalagi, ayo ke bengkel mu" kata Raja yang membuat Saga terkejut.
"Raja..." kata Saga dengan memberikan kode agar hati-hati dan waspada.
"Tidak perlu khawatir. Apa kau mau semalaman kita disini? Gue sih ogah. kau ikut tidak?" kata Raja.
"Kalian bisa singgah sebentar di bengkel ku dan orang-orang ku yang akan memperbaiki mobilmu." kata pria itu.
"Sebaiknya kami menunggu disini saja. Jika boleh merepotkan apapun akinya, bawakan saja kesini ." kata Saga dengan santunnya.
"Baiklah kalau begitu akan aku ambilkan aki yang terbaik di bengkelku." ujar pria itu dengan berlalu pergi.
Sesaat setelah pria itu pergi, keanehan pun langsung di rasakan Alin. Ia melihat perkampungan yang letaknya tidak terlalu jauh dengan tempatnya sekarang. Bukan hanya alin saja, tapi semuanya juga melihat dan tentu itu membuat penasaran di benak mereka.
Teman-temannya mendesak Saga agar ikut ke kampung yang mereka lihat walaupun sebenarnya Saga merasa janggal namun karena desakan dari teman-temannya akhirnya mau tak mau dia pun ikut saja.
Perkampungan itu terlihat ramai walaupun letaknya berada di tengah hutan. Suasana yang hampir gelap tidak membuat suasana kampung itu berubah dan tetap ramai orang yang berlalu-lalang dengan aktivitas masing-masing.
Mereka masuk dan suasana di kampung itu benar-benar seperti perkampungan pada umumnya hanya saja raut wajah orang-orang disana terlihat datar dan tanpa ekspresi. Semakin mereka masuk, mereka langsung di suguhkan dengan pasar kecil yang ramai dengan para pembeli. Mereka juga melihat pria tadi juga ada disana, dengan segera mereka menghampiri nya.
"Ah rupanya kalian disini." kata pria tadi dengan tersenyum.
"Ya, bagaimana dengan akinya?" tanya Raja.
"Sudah tinggal memperbaiki saja. Tapi lebih baik kalian makan dulu dan beristirahat disini." kata pria itu yang akhirnya membuat mereka duduk dan memesan mie ayam.
"Wahh kebetulan sekali aku sedang lapar. Ehh tapi apa kalian bawa uang? Aku tidak membawa sama sekali loh." kata Alin.
"Tenang saja, disini semuanya gratis untuk semua tamu. jadi makanlah sepuas kalian. Aku akan kembali dulu kalian nikmati saja apapun yang ingin kalian makan." kata Pria itu dengan berlalu pergi.
Tanpa rasa ragu raja, alin dan Dini langsung saja menyantap mie ayam itu dengan lahapnya. Rasanya sangat enak dan berbeda dari mie ayam pada umumnya. Saga melihat teman-temannya yang begitu lahap pun merasa heran apakah rasanya seenak itu.
"Apa kalian sudah membaca doa?" tanya Saga yang membuat ketiganya menggelengkan kepalanya
"Baca dulu." kata Saga yang membuat ketiganya akhirnya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.
Namun sesaat kemudian makanan yang tengah mereka santap dan memiliki rasa yang sangat enak berubah menjadi cacing bercampur dengan nana* membuat mereka terkejut dan memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perut mereka.
"Sudah aku duga ini tidak beres. Ayo segera keluar dari sini." kata Saga dengan beranjak begitupun teman-temannya walaupun sambil muntah tapi mereka tetap pergi dari tempat itu.
Baru saja sampai di depan kedai tempat mereka makan tadi semua warga desa tersebut sudah berkumpul di depan kedai dengan tatapan mata tajam dan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.
"Apa yang terjadi? kenapa semua orang berkumpul disini?" kata Raja dengan bertanya-tanya.
"Jangan hiraukan mereka kita harus secepatnya keluar dari sini." kata Saga dengan mencari jalan lain agar menghindari kerumunan tersebut.
Mereka terus mencari jalan keluar dari desa itu namun tidak menemukannya, tapi mereka tidak menyerah begitu saja. Akhirnya merekapun mencari sosok pria yang tadi mereka temui, tapi hal yang mereka dengar sungguh membuat keempat remaja itu terkejut bukan main.
"siapapun yang bisa masuk ke dalam desa ini tidak akan pernah bisa keluar dari sini. lebih baik kalian istirahat dan nikmati saja makan malam kalian." kata Pria itu dengan raut wajah yang berbeda dari tadi.
Bagaimana mungkin mereka akan menurut begitu saja jika sudah banyak kejanggalan yang mereka alami. Dan lagi-lagi Raja di manusia tempramental membuat ulah lagi. dia memancing amarah penghuni desa tersebut sehingga membuat teman-temannya akan terkena imbasnya.
"Kau sadar ucapanmu lah yang membuat kau dan teman-temanmu ada disini." kata pria itu dengan wajah datarnya.
"Apa? Jelas-jelas kau yang menipu kami." kata Raja yang membuat Saga langsung menarik tangannya.
"Sebelumnya saya mohon maaf jika kedatangan kami menganggu kau dan semua orang disini. Dan juga aku meminta maaf secara tulus pada kalian semua atas sikap temanku ini, aku berjanji lain kali tidak akan terjadi hal seperti ini lagi." kata Saga.
"Andai semua manusia memiliki hati seperti dirimu pasti dunia ini akan jauh dari kata maksiat dan tipu daya." kata Pria itu.
"Jadi bisakah kau mengantarkan kami kembali." kata Saga yang membuat pria itu tersenyum kecil.
"Semuanya sudah terlambat, walaupun kau meminta maaf tidak akan merubah siapapun yang sudah masuk ke desa ini tidak akan bisa keluar. Pilihannya hanya ada dua, kalian mati atau menjadi warga desa ini." jawab pria itu dengan tersenyum smrik membuat semuanya panik.
Hai everyone gimana nih lebarannya?
Doakan semoga aku tambah encer ya biar trs bisa menciptakan imajinasi yg kek gitu lah wkwk maaf juga masih banyak typo karena emg ngga author check lagi hhhe.
Jan lupa like comen rate dan vote ygy author sngat love kalian lohh beneran maksa bgt ini hhhi
love you gaes sampai ketemu next Eps yaaa❤️❤️