
"Ga sini nak...." kata Sari dengan menyuruh Saga duduk.
"Iya bund kenapa?" tanya Saga.
"Ternyata gadis yang ingin kamu selamatkam kemarin adalah anak teman kerja mama." kata Sari yang membuat Saga terkejut.
"Iyakah ma..." kata Saga
"Ya tadi malam jam 10 mama dapat kabar kalau anak temen mama sudah meninggal di tempat." Kata Sari yang membuat Saga terkejut bukan main
"Tuh kan saya bilang apa, kamu sih tidak percaya." celetuk Mia yang duduk di atas kulkas.
"Innalilahi wa Inna ilaihi raji'un..." Ucap Saga yang langsung berkecamuk dengan pikirannya sendiri.
"Habis ini bunda sama ayah mau takziah kesana. kalau berangkat kamu hati-hati ya nak, bunda tidak mau kamu kenapa-kenapa." kata Sari
"Iya bund." ujar Saga.
"Saya kan sudah bilang kalau dia sudah mati." kata Mia
"Kau dapat bunga itu dari mana?" tanya Saga ketika melihat Mia memegang bunga melati di tangannya dengan mulut yang tengah mengunyah.
"Tuh di sana." katanya dengan menunjuk rumah yang berada persis di sebelah rumah Saga.
"Sembarangan....itu milik orang kau mengambil tanpa izin. Itu dosa." Seru Saga dengan tidak percayanya.
"Lagian saya sudah bilang kok. saya mengambil satu tidak lebih. Besok ngambil lagi." kata Mia dengan santainya.
Saga hanya berdecak kesal saja dengan tingkah Mia. Seperti biasa gadis itu akan membonceng di belakang sambil menggulung-gulungkan rambutnya dan sesekali bernyanyi lagu Jawa.
"Jangan dekat-dekat denganku. munduran cepat." kata Saga
Mia hanya menurut saja hingg pada akhirnya merekapun sampai di sekolah. kecelakaan yang menyebabkan Dwi meninggal juga tengah menjadi topik hangat di dalam kelasnya.
"Ga..." kata Raja dengan melambaikan tangannya.
"Apa semua OSIS akan kesana?" tanya Saga yang membuat Raja terkejut.
"Wahh kau sudah tau ternyata.... entahlah aku juga tidak tahu." kata Raja.
"Aku benar-benar merasa ngeri, ada apa dengan dua minggu ini ya." kata Dini yang membuat Saga dan Raja menoleh.
"Benar sekali. Belum lama ini Luna, lalu kemarin Dwi." timpal Alin.
"Tidak ada yang tahu kapan seseorang akan kembali pada Allah." kata Saga..
Saga duduk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. ia juga terngiang-ngiang dengan ucapan Dwi saat dia kesurupan dan semuanya benar-benar terjadi.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Mia dengan duduk di meja guru.
"Apa kamu penasaran kenapa dia tiba-tiba mati? Atau ucapannya kemarin yang benar-benar terjadi." lanjutnya.
Saga hanya menatap sekilas saja dan terus berfikir namun pikirannya menemui jalan buntu. sebenarnya ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Mia tapi ia mengurungkan niatnya karena waktunya tidak pas.
Pulang sekolah, Saga membeli beberapa kertas folio untuk tugasnya, dan seperti biasanya Mia selalu mengikutinya. Saga hanya bisa pasrah saja toh juga Mia tidak kelihatan oleh orang lain selain dirinya.
"Waktu itu kenapa kau berubah?" tanya Saga yang membuat Mia menoleh
"Itu wujud asli saya. Kenapa? Kamu takut sama saya?" tanya Mia balik yang membuat Saga berhenti dan menatapnya dari atas sampai bawah.
"Jika itu wujud aslimu? Lalu ini?" kata Saga dengan bingungnya.
"Kamu tidak akan mengerti tapi saya akan jelaskan saja. saya akan berubah ke wujud asli saya ketika saya mengingat kehidupan saya dulu." kata Mia.
Seketika ingatan mengerikan tentang wujud asli Mia terlintas di pikirannya. Ia buru-buru mengubah topik pembicaraan karena ia benar-benar tidak ingin melihat wujud mengerikan itu.
"Ah ya jangan membahas itu ya. Aku minta maaf aku benar-benar tidak bermaksud...." ucap Saga
"Tidak perlu takut saya tidak akan berubah. beberapa setan seperti saya adalah pengingat yang buruk." kata Mia dengan tatapan lurus ke depan.
"Lalu apa hubunganmu dengan ibuku?" tanya Saga.
"Berhenti dulu..." seru Mia yang membuat Saga langsung mengerem motornya tepat di depan toko bunga.
Ia melihat jika Mia sudah berada di dalam dengan menciumi bau dan kesana kemari. Saga pun akhirnya ikut masuk dan langsung di sambut oleh pegawai toko.
"Ahh pasti kamu ingin membeli bunga untuk pacarmu ya. Mari kesini saya punya beberapa bunga yang sangat cantik sekali dan pastinya pacar kamu akan tambah sayang." kata pegawai toko yang membuat Saga Tersenyum canggung.
Ia melihat Mia yang berdiri di depan bunga melati dengan mulut menganga dan sesekali mengusapkan lidahnya ke bibir. Saga yang melihat itu pun langsung menghampiri Mia.
"Kak tolong bunga ini, sama mawar itu ya." kata Saga yang membuat Pegawai toko nampak heran.
"Emmm itu..."
"Iya ini untuk teman saya yang sudah meninggal dan satu lagi kak saya tidak punya pacar." kata Saga yang membuat pegawai tokonya tersenyum canggung.
"Apa kamu membelikan ini untuk saya?" tanya Mia.
"Dari pada kau mencuri." kata Saga yang membuat Mia kegirangan.
"Baiklah saya makan dulu sudah lama saya tidak makan ini hihihi oh maaf kamu kan takut dengar suara saya ya." kata Mia yang langsung berbalik badan dan segera menyantap bunga melati kesukaannya.
"Sudah. Ayo pulang." kata Mia dengan mengunyah bunga melati itu .
Malam harinya, Saga masih berkutat dengan tugas sekolahnya sementara Mia tiduran di ranjang Saga. sudah beberapa kali Saga mengusirnya namun semua usahanya tidak berhasil mengusirnya, alhasil Saga hanya membiarkan saja selagi makhluk itu tidak mengganggunya.
"kamu belum selesai? Mau saya bantu?" tanya Mia yang membuat Saga menoleh.
"Tidak terimakasih." kata Saga.
"Ehhh saya pintar tau soal begituan. Dulu saya mendapatkan nilai 30 hahaha." kata Mia dengan tertawa.
"Mangkanya belajar." kata Saga.
"Saya sangat suka kesenian apalagi tari. Dulu saya mengikuti kelas tari tapi ibu saya menentang saya tapi saya tetap melakukannya secara diam-diam." kata Mia.
"Saya tidak betah di rumah dan kelas 10 lah yang menjadi tempat ternyaman saya. disana saya berlatih tari bersama...saya lupa namanya. Tapi ibu saya...." kata Mia yang tiba-tiba berhenti bercerita membuat Saga Menoleh.
"Ada apa?" tanya Saga.
"Tidak ada. Kamu belum mau tidur kah." kata Mia
"Aku masih penasaran dengan tulisan gaib itu... apakah mata manusia biasa bisa melihat?" tanya Saga.
"Kamu itu lucu sekali namanya saja gaib ya tidak semua manusia bisa lihat. Pake alat saja." kata Mia.
"Alat apa?" tanya Saga dengan seriusnya.
"Nih." kata Mia dengan menyerahkan sebuah kaca pembesar pada Saga .
"Ini kaca pembesar!!! Mana bisa buat melihat hal gaib..." seru Saga dengan kesalnya.
"Tapi saya bisa melihat benda yang sangat kecil dengan ini. lihat..." kata Mia