
Mendapatkan kabar jika kondisi Alin semakin memburuk dan bahkan masuk ICU membuat teman-temannya sangat khawatir. mereka ada di rumah sakit untuk melihat keadaan Alin. melihat kondisi Alin dari balik kaca yang terlihat semakin kurus dan mereka seperti tidak lagi melihat diri Alin karena memang sudah jauh berbeda dari Alin sebelumnya.
Beberapa selang juga terpasang di badan gadis itu yang membuat kondisinya semakin memprihatinkan.
"Disini aku menemukan keanehan pada kondisi Alin." celetuk Dini yang secara tiba-tiba membuat Raja dan Saga menoleh.
"Apa maksudmu?" tanya Raja bingung.
"Dia berusaha menjadikan sahabat kita sebagai penggenapnya karena korbannya masih kurang satu orang lagi." jawab Alin yang membuat Raja terkejut namun berbeda dengan reaksi Saga yang nampak biasa saja seperti sudah tahu hanya saja dia diam dan mencoba mencari jalan keluar.
"Maksudnya iblis itu menginginkan Alin?" tanya Raja.
"Ya. karena yang meninggal kemarin hanya 19 orang." jawab Dini dengan raut wajah seriusnya.
"Memang pemikiran ku juga tertuju kesana sih apalagi ketika pertama kali Alin menelpon ku pada malam itu. kita harus bisa menyelamatkan Alin." kata Raja.
"Beberapa hari ini Aku kerap kali bermimpi Alin, tapi aku tidak tahu apa maksudnya, dia selalu melihatku dengan tatapan sendunya dan berulang kali aku mengajaknya untuk bersamaku tapi dia hanya diam saja. walaupun kita dekat di dalam mimpi tapi rasanya jarakku dengan Alin sangat jauh." kata Dini
Mendengar penuturan Dini membuat Saga mengingat suara minta tolong yang dia dengar tadi malam. memang seperti suara Alin tapi tentu tidak mungkin tapi itulah yang membuat Saga juga bertanya tanya di dalam hatinya.
"Dia terjebak dan tidak bisa keluar Saga. kamu harus menolongnya atau jika tidak maka selamanya Alin akan terjebak di sana." timpal Mia yang membuat Saga menoleh.
"Dimana?" tanya Saga bingung yang membuat kedua temannya juga ikut menoleh.
"ada apa ga?" tanya Raja.
"Di sebuah tempat yang tidak kamu tahu." jawab Mia.
"Tapi...ahhh jangan-jangan suara itu..." ucap Saga yang membuat teman-temannya menatapnya.
Di dalam ruangan Alin tiba-tiba tersadar. dengan setengah kesadarannya dan mulut yang seolah-olah ingin berbicara membuat dokter yang tengah memeriksa terkejut namun mencoba memahami pasiennya.
"Iya nona ada apa?" ucap Dokter Mika dengan mendekatkan telinganya ke Alin.
"K e r t as....."ucap Alin dengan suara yang hampir tidak bisa di dengar dan tidak bisa di pahami oleh dokter
"Coba ulangi lagi apa ?" dokter Mika memasang telinganya lagi .
Setelah kali ke tiga akhirnya dokter Mika paham dan memberikan kertas pada Alin. entah tulisan apa yang di tulis gadis itu Dokter Mia pun tidak paham karena tulisannya benar-benar buruk di atas yang buruk.
Seperti hanya ingin mengatakan itu saja, kondisi Alin pun kembali ke sedia kala membuat dokter juga keheranan. dia keluar dan bermaksud menemui keluarganya untuk menyampaikan apa yang di tuliskan Alin.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ibu Alin dengan wajah khawatirnya.
"Tadi Kondisi anak ibuk sempat membaik tapi itu hanya sebentar saja dan sekarang kondisinya kembali lagi ke sebelumnya. dia sempat sadar dan menyuruh saya untuk memberikan tulisan ini pada temannya yang bernama Saga, iya benar nama itu. apakah disini ada yg bernama Saga?" kata Dokter Mika.
"Saya dok." jawab Saga dan menerima kertas itu dan membacanya namun seperti dokter Mika ia juga tidak paham begitupun dengan yang lainnya.
"saya kembali ke dalam dulu karena harus memeriksa lebih lanjut lagi." kata dokter Mika.
"Sebenarnya apa yang terjadi nak?" tanya ibu Alin pada Saga.
Malam harinya Saga memperhatikan tulisan itu dengan seksama di temani Mia. Melihat raut wajah Mia membuat Saga menatapnya dengan curiga.
"Kau tahu sesuatu kan." kata Saga
"Tidak." jawab Mia singkat.
"Apa yang di tulis Alin..." ucap Saga kebingungan
Setelah beberapa jam kalut dengan memikirkan hal itu akhirnya entah itu kebetulan pikirannya tiba-tiba tertuju ke satu hal dan yang membuat Saga terkejut bukan main ketika tulisan Alin jika di lihat lagi dengan seksama memang mengatakan hal serupa.
"Hahh sungguh!!!!!?" seru Saga dengan terkejutnya.
"Jadi Alin sudah tau pelakunya...iblis itu berusaha membuat alin diam karena alin sudah tahu kalau dia dalang di balik ini semua, atau bahkan alin sudah tau lebih banyak tentangnya." gumam Saga.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini..." lanjutnya lagi dengan bingung dan memutuskan untuk solat.
Entah kenapa malam itu rasanya begitu membuatnya mengantuk sekali karena itu setelah solat Saga langsung tertidur dengan pulasnya.
"Saga disini!! tolong aku!! aku tidak bisa memanjat."sebuah suara teriakan membuat Saga terlonjak kaget dan mengedarkan pandangannya.
Dan betapa terkejutnya melihat pemandangan di sekelilingnya karena begitu asing. tapi melihat alin yang sedang bersusah payan naik yang sekarang hanya berpegang pada sebuah akar pohon yang sebentar lagi akan putus membuat Saga segera berlari dan membantu Alin dengan sekuat tenaga.
"Ayo Lin aku bantu, kau pasti bisa." kata Saga.
"Tidak bisa Ga, tanganku sakit aku tidak kuat lagi." kata Alin dengan menoleh ke bawah dimana jurang kegelapan yang berkedalaman berapa puluh meter di tepat bawahnya dan jika Alin melepaskan pegangannya pada akar itu Alin akan terjatuh ke jurang itu.
"jangan melihat ke bawah, lihat atas!! aku membantumu kau pasti bisa. ayo Lin berusaha." kata Saga
"Aku tidak bisa ga. tolong aku." kata Alin .
"sebentar Lin bertahanlah aku akan mendapatkan mu." kata Saga yang sadar ternyata dia mengalungi sarung yang tadi dia buat solat.
Ia gunakan sebagai tali agar Alin berpegangan karena akar itu akan segera putus. dan benar saja akar itu putus dan sekarang Alin berpegangan pada sarung Saga. tangannya sudah penuh darah dan pantas saja jika Alin mengatakan ia tidak bisa melanjutkannya lagi tapi berkat Saga akhirnya gadis itu mau berusaha keras dan berhasil naik.
"Allahuakbar Alhamdulillah Lin kau bisa." kata Saga dengan mengusap keringatnya.
"Aku menunggumu sangat lama kenapa baru datang. kau tau apa yang aku alami di bawah saat aku berusaha naik." kata Alin dengan menangis
"Kau sudah tahu karena itu dia membuat mu seperti ini. tapi aku berjanji setelah ini semuanya akan berakhir." kata Saga dengan meyakinkan Alin.
Entah dari mana munculnya, tiba-tiba boneka Alin muncul yang membuat keduanya terkejut. raut wajah boneka itu sangat berbeda dari sebelumnya apalagi ketika tangan boneka itu memegang sebuah belati yang tidak asing di mata Saga.
"Ga kau sudah melakukannya" tanya Alin dengan terkejut.
"Tidak." jawab Saga terkejut.
Bayangan boneka itu menghilang bertepatan dengan Saga yang terkejut dan membuka matanya. di lihatnya jam menunjukkan pukul 2 dini hari. ia melihat ke arah tempat boneka tadi dan ternyata sudah tidak ada. ia memanggil Mia namun gadis hantu itu tak kunjung muncul. mimpi itu benar-benar nyata membuat Saga beranjak dari tidurnya dan keluar.