MIIA

MIIA
Jerit Malam 2



Sampai di pos 1, Raja selaku pemimpin regu berjalan sendiri untuk melaporkan jika regunya sudah sampai di pos 1 kepada kakak pembina yang berjaga di pos 1.


Dengan langkah gagahnya, ia berjalan tanpa rasa takut sedikitpun. jarak antara pos 1 ke pos 2 hanya di pisahkan satu kebun saja tapi itu tidak ada penerangan sama sekali.


Klotakk.....


Langkah raja terhenti ketika mendengar suara seperti benda jatuh. Ia melihat kebelakang memang benar ada seperti buah jatuh sebesar kepala manusia. karena penasaran ia menghampiri, namun sebelum ia benar-benar mendekati, ia langsung berlari sekencang mungkin karena ia merasa ada yang aneh dengan benda tersebut karena dia melihat sekelilingnya tidak ada pohon kelapa sama sekali.


"Kenapa? Ada apa?" tanya Gading selaku penjaga pos 2 yang melihat Raja berlari seperti di kejar seseorang.


"Tidak ada kak. Kak saya dan regu 3 sudah sampai di pos 1." kata Raja


"Ya langsung ke pos 3 ya." jawab Gading.


Raja berjalan pelan kemudian berlari sekencang mungkin yang membuat Gading dan teman-temannya heran. Raja sengaja melihat ke sekelilingnya dan benar saja benda seperti kelapa tadi sudah tidak ada.


"Kenapa?" tanya Saga heran


"Tidak ada, ayo cepat." kata Raja.


Merekapun mulai berjalan seperti tadi namun langkah mereka agak cepat karena perintah Raja.


"Ada apa? Terjadi sesuatu denganmu?" tanya Saga.


"Diamlah." Seru Raja.


Klotakk....


"Weee jangan ada yang menoleh ke belakang dan terus saja jalan." kata raja dengan suara agak keras.


"Huaaaaaaaa....." teriak Iqbal yang berlari sekencang mungkin karena ia sudah melihat ke belakang dan benda persis yang di lihat raja tadi lah yang jatuh, tapi sialnya itu bukan kelapa melainkan kepala manusia yang sudah berlumuran darah.


Tentu saja melihat Iqbal yang berlari membuat yang lainnya juga terkejut kemudian ikut berlari. Disana hanya hanya tersisa Saga dan Raja mereka saling tatap namun tubuh raja tidak bisa berbohong jika dirinya benar-benar ketakutan.


"Ga ayo lari." kata Raja.


"Kau takut?" tanya Saga .


"Kepala manusia ga, aku sudah melihatnya tadi." kata raja yang membuat Saga terkejut.


Mereka berlari sekencang mungkin dan sampailah mereka di pos 2 dimana semua teman-temannya tengah bercerita pada gading dan teman-temannya.


"Aku tadi sudah melihat kak itulah kenapa aku berlari." kata Raja


"Ya sebentar. Ada yang kalian lihat lagi?" tanya Gading


"Pos 1, 3,4....sudah ada yang melihat penampakan jika nanti ada regu lain langsung suruh semua jangan ada hal lapor melapor." kata Indra dengan menghubungi penjaga di pos 1.


"Sudah kalian tenang dan lanjut ke pos 3 jangan lupa tetap berdoa ya." kata Indra yang membuat mereka lanjut berjalan.


Sekelebatan Saga melihat ada sesuatu yang lewat bewarna merah tapi itu hanya samar-samar saja. Ia mengira itu Mia karena Mia juga menggunakan baju bewarna merah. Tapi anehnya ia merasa hatinya gelisah dan sangat tidak nyaman.


Di lain sisi, regu Alin yang baru sampai di pos 1 langsung di arahkan untuk secepatnya ke pos 2 namun di tengah-tengah perjalanan mereka, Alin selaku pemimpin regu tiba-tiba berhenti membuat yang lainnya bingung.


"Lin, ada apa?" tanya Ana.


"Hihihihihi...." suara Alin tiba-tiba berubah dengan sorot mata yang menyeramkan membuat semuanya terkejut.


"Lin jangan bercanda. Ayo jalan ih." kata Dini namun ia merasa jika ini semua sudah tidak benar.


"Alin sadar Lin." ucap Dini.


"Hihihihi dia sudah datang kalian semua akan mati." kata Alin dengan tertawa menyeramkan membuat semuanya berteriak ketakutan sampai akhir gading bersama satu rekannya menghampiri mereka.


"Kak , Alin kerasukan kak." kata dini dengan paniknya.


Indra langsung menghubungi beberapa rekan pembina yang akhirnya datang bersama pak Miftah kemudian mengeluarkan sosok yang ada di tubuh Alin membuat alin langsung pingsan tidak sadarkan diri.


Saat semuanya tengah berkumpul di lapangan, seperti sebuah asap yang mengepul hitam tertangkap ekor mata Saga kemudian sesaat kemudian sekitar 10 orang jatuh pingsan dan meracau tidak jelas. Semua orang benar-benar panik apalagi semakin banyak siswa yang kesurupan.


Saga juga tak sengaja melihat sosok berjubah merah itu tengah berada di atas pohon dengan tatapan mata tertuju pada Saga dan tersenyum smrik. Senyuman itu benar-benar membuat Saga seperti tidak bisa bergerak dan bicara. Ia hanya mampu berdoa di dalam hati saja.


"Ga.... sadar. Saga..." kata Raja dengan memanggil Saga khawatir.


Pak San datang dan langsung menepuk 3x kepala Saga membuat laki-laki itu langsung tersadar dengan nafas yang tidak teratur. Mia juga tiba-tiba muncul dengan khawatirnya.


"Saya tidak melakukan apapun jangan menatap saya seperti itu." kata Mia pada Pak San yang tengah menatapnya.


"Are you okay?" tanya Raja dengan menghampiri Saga.


Tengah malam, ketika semua teman-temannya sudah tertidur dengan lelapnya, justru Saga tidak bisa tidur sama sekali. Ia merasa gelisah dan tidak tenang. ia mendengar sebuah bunyi langkah kaki pelan namun perlahan menjauh. Karena ia tipe orang yang sangat penasaran akhirnya dia pun melihat dari jendela.


Dilihatnya seorang siswi berambut pendek keluar sendirian di tengah malam tentu membuat Saga heran dan penasaran dengan apa yang ingin di lakukan gadis itu.


Sebuah tepukan di bahunya membuat dia terlonjak kaget. Ternyata Raja terbangun dan melihat Saga dengan herannya karena ia belum tidur. Raja melihat ke arah luar dimana gadis itu tengah berjalan keluar dari sekolah.


"Aku merasa tidak tenang." ucap Saga dengan suara pelannya


Raja hanya mengangguk saja karena dia juga penasaran. Walaupun sebelumnya sudah ada peraturan tidak ada yang boleh keluar saat malam hari namun karena melihat gadis itu keluar sendirian membuat mereka berdua tidak memperdulikan aturan tersebut.


Mereka mengikuti sampai di belakang sekolah. Namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya ketika mencium bau yang sangat tidak asing di hidungnya.


"Ada apa?" tanya Raja bingung.


"Kau mencium bau sesuatu tidak?" tanya Saga yang membuat Raja menajamkan Indra penciumannya.


"Tidak." jawab raja yang membuat Saga bingung.


"Tunggu....dupa?" kata Raja


Saga teringat dengan ucapan Mia yang membuatnya terkejut dan langsung mempercepat langkahnya karena gadis itu menunju ke tempat tersembunyi yang pernah dia temukan saat bersama Mia.