MIIA

MIIA
Sangat Tiba-tiba



Seorang siswi di buat terkejut ketika ingin ke toilet dan mendapati begitu banyaknya darah yang mengalir lewat sela-sela bawah pintu. Dia berteriak sekencang-kencangnya yang membuat semuanya terkejut dan menghampirinya.


"Darah...ada darah di dalam sana." kata Riska dengan paniknya.


Arga langsung masuk dan benar saja, ia langsung memanjat dinding dan melihat siapa yang ada di dalam. sontak saja ia terkejut melihat seorang gadis yang ada di dalamnya.


"Panggil yang lainnya cepat." kata Arga dengan paniknya dan langsung mendrobrak pintu toilet.


"Caa... Caca...bangun ca." kata Arga dengan menggoyangkan tubuh Caca sekuat tenaga.


Darah di pergelangan tangannya terus mengucur dengan derasnya. Saga dan teman-temannya pun datang dengan panik dan khawatirnya. Melihat kondisi Caca yang sangat memprihatinkan membuat Saga benar-benar terkejut karena baru saja dia berbicara pada Caca dan sekarang dia melihat keadaan Caca seperti itu


Saga celingukan mencari seseorang dan tatapannya langsung tertuju pada seorang gadis yang tengah duduk di depan pohon pucuk merah sambil menggulung-gulungkan rambutnya.


"Apa yang kau lakukan padanya hah!!" kata Saga dengan tatapan marahnya.


"Apa? Saya tidak melakukan apapun. Bukankah saya sudah peringatkan pada kamu jangan biarkan dia sendirian." kata Mia dengan santainya membuat Saga benar-benar sangat marah


"Woyy ngapain sih lu di sana cepet tolongin gue." teriak Raja pada Saga


Walaupun dengan keadaan marah Saga tetap tidak bisa melakukan apapun pada Mia karena dia juga tidak memiliki bukti yang cukup jika Mia yang melakukannya alhasil dia pun menghampiri raja dan ikut menolong caca yang sudah dengan keadaan sangat kritis.


"dia sudah mati." kata Mia yang membuat Saga menatapnya dengan nyalang.


Caca dinyatakan sudah tidak bernyawa ketika sedang dilarikan ke rumah sakit hal itu membuat Saga, Raja dan beberapa teman caca yang ikut mengantarnya ke rumah sakit benar-benar syok dan terkejut dengan kematian yang terjadi secara tiba-tiba itu.


"Please ca jangan bercanda dong ini ngga lucu." kata Lalita


"Sudah kalian tenang. Kita tetap kerumah sakit." kata Bu Wanda


"Dia memang sudah di tuliskan untuk mati seperti itu." kata Mia.


Saga pun teringat kertas milik Dwi dan ia ingin memeriksa apakah Caca juga mendapatkan hal yang sama ataupun itu hanya suatu kebetulan saja atau justru dia hanya di bodohi oleh setan wanita yang bernama Mia.


"Kamu berpikir saya menipu kamu begitu ya." kata


Mia yang membuat Saga menoleh sekilas.


Saga mendapatkan sebuah kertas kecil namun berisi coretan yang tidak jelas di saku Caca. bukannya mendapatkan pencerahan justru ia malah semakin bingung.


Malam harinya, lagi-lagi Saga tidak bisa tidur. akhir-akhir ini dia kesulitan untuk tidur sehingga dia lebih memilik duduk di depan laptopnya sambil mencari artikel lainnya untuk menjawab rasa penasarannya.


"Benar ini bukan perbuatanmu?" tanya Saga pada Mia.


"Tidak. bukankah saya sudah bilang saya akan melindungi dan membantu kamu bukan membunuh. tapi jika ada sesuatu yang mengharuskan saya untuk membunuh , maka akan saya lakukan ." kata Mia dengan tatapan menyeramkan.


"Lalu menurutmu apakah ini kertas yang sama dan dari orang yang sama." kata Saga.


"Apakah kamu percaya jika di kertas kosong itu benar ada tulisan?" tanya Mia.


"Aku tidak percaya karena aku tidak bisa melihatnya." kata Saga.


"Ini sangat membingungkan. Jika ada yang menyuruh mereka lalu alasannya apa..." kata Saga.


"Apa kamu ingin tahu alasan mereka mati kenapa?" tanya Mia.


"Kenapa kamu tidak menemui keluarga mereka saja." lanjutnya.


Saga terdiam beberapa saat sambil memikirkan ucapan Mia. jari jemarinya pun berselancar dengan lincahnya di keyboard. karena terlalu asyik di sampai tidak sadar jika jam sudah menunjukkan pukul setengah satu malam.


Kreekkk....


Saga berhenti dan mendengarkan dengan seksama bunyi yang dia tangkap. suaranya pelan namun terdengar sangat jelas. Ia menoleh dan asal suara ada di balik jendela kamarnya.


Ia beranjak dari duduknya dan memeriksanya. Ia membuka jendelanya dan tidak mendapati siapapun namun ia merasakan bulu kuduknya tiba-tiba berdiri sendiri. tatapannya pun teralihkan ke sampingnya dimana ada bekas cakaran yang membuatnya langsung mencari senter dan menyoroti jauh di depannya.


"Tidak ada siapapun. Tapi kenapa tadi aku merasakan ada seseorang disini dan ini sebelumnya tidak pernah ada." gumam Saga dengan bingungnya.


Ia pun kembali ke tempat duduknya dan baru sadar ketika dia melihat jam namun ada sesuatu yang aneh yang membuat Saga kembali mengecek laptopnya lagi.


"Aku tau ini perbuatan mu Mia." kata Saga dengan kesalnya.


"Perbuatan apa? Jangan suka menuduh kamu ya, saya tidak melakukan apapun." kata Mia dengan mengelak.


"Kau yang mengubah tampilan monitor ini kan?" kata Saga.


"Lebih baik kamu tidur saja atau aku akan bilang sama gendis kalau kamu begadang." kata Mia.


"Lalu siapa yang melakukannya? Temanmu?" tanya Saga


"Saya tidak punya teman. Ah sudahlah lebih baik saya tidur saja." kata Mia dengan menghilang.


Saga masih penasaran namun ia memilih untuk tidur saja dan akan mencaritahu besok. Lagi-lagi Saga bermimpi aneh lagi dan ia melihat jika disana juga ada pak San dengan tatapan yang sama seperti saat mereka beradu pandang.


"Nak, kamu sakit?" tanya Sari ketika melihat Saga yang terlihat lemas.


"Tidak bund, tadi malam aga tidak bisa tidur." kata Saga


"loh kenapa?" tanya Sari.


"Tugas aga banyak dan harus di selesaikan." jawab Saga.


"Bunda kira ada apa. yaudah ayo makan dulu. Ayah sudah berangkat lebih dulu karena ada rapat." kata Sari yang di angguki Saga.


"Oh ya bun, sekolah aga mengadakan kemah jadi mungkin sekitar 3 hari aga menginap." kata Saga.


"Yang penting kamu hati-hati ya dan jangan lupa tetap kabari bunda." ujar Sari


"Iya bund. Aga berangkat dulu ya assalamualaikum." kata Saga dengan mencium tangab