MIIA

MIIA
Ke Rumah Bu Lilis 2



Setelah pulang sekolah mereka berempat pun langsung pergi menuju alamat yang di berikan pak Budi. Perjalanan yang mereka tempuh hampir sama lamanya dengan sebelumnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya di suguhi pemandangan kebun karet dan dan cengkeh.


"Apakah masih lama?" tanya Alin


"50 menit lagi mungkin." jawab Raja yang masih fokus menyetir dan memperhatikan google map di depannya.


"Apakah hanya aku yang sedari tadi terus melihat musang." kata Dini yang membuat semuanya menoleh ke arahnya.


"Ibuku bilang bertemu atau melihat musang saat kita sedang dalam perjalanan artinya kita akan terkena sial. amit amit yaallah jangan sampai hal yang tidak di inginkan terjadi lagi." kata Alin.


"Nenekku bilang juga begitu Lin. Tapi semoga saja tidak terjadi apapun." ujar Dini.


"Itu hanya mitos saja dan jangan berfikir ke hal negatif berdoa saja semoga perjalanan kita lancar dan menemukan Bu Lilis." timpal Raja.


Walaupun Saga tahu jika Bu Lilis sudah meninggal dunia ralat menghilang, tapi Saga masih akan tetap diam saja. Ia berharap jika sampai ke tempat itu ia akan menemukan sesuatu yang akan membuat dia sedikit demi sedikit memecahkan masalah itu.


"Damn!!!!!" teriak Raja dengan mengerem mendadak sehingga membuat semuanya ikut terkejut juga.


"Kenapa?" tanya Saga.


"Musang..." jawab Raja dengan kesalnya.


Dan benar saja tepat di depan mobilnya ada seekor musang yang cukup besar menatap mereka dengan tatapan yang tajam dan tiba-tiba menunjukan giginya yang kuning sehingga membuat Saga terkejut begitupun yang lainnya.


"Perasaan ku tidak enak. kita kembali saja dulu bagaimana, masih ada waktu besok kan. ayo pulang saja." kata Saga yang tiba-tiba merasa gelisah dan tidak tenang


"Apa-apaan lu!!! Ini sudah setengah perjalanan lebih dan sebentar lagi sampai. kau takut dan percaya mitos itu ga? Ckck yaampun." kata Raja dengan menggelengkan kepalanya.


"Apa yang di bilang Saga bener Ja, aku juga merasa gelisah, tadi itu memang aku anggap suatu kebetulan tapi sepertinya tidak lagi untuk sekarang. Kau lihat bukan musang itu menyebrang dan menunjukan giginya pada kita." kata Alin.


"Iya Ja, putar balik saja lah. Aku tidak mau kejadian seperti kemarin terjadi lagi pada kita." timpal Alin.


"Aishhh kalian ini. Sudah percaya padaku kita akan sampai disana dengan baik-baik saja, jadi jangan khawatir." kata Raja yang melajukan mobilnya lagi


"Saga, kamu hati-hati ya, bukan hanya penunggu di sini saja yang sedang menunggu kalian tapi dia juga sama, kamu membawanya bukan?" kata Mia yang tiba-tiba muncul membuat Saga teringat sesuatu dan mengangguk paham.


Ia membuka tasnya dan memberikan tasbih kecil pada ketiga temannya untuk di pakai. Atas saran Mia Saga membuat khusus untuk teman-temannya. Dia rela begadang semalaman demi membuat tasbih kecil itu.


"Aku tidak tahu ini akan melindungi kalian atau tidak tapi jangan lepaskan ini aku membuatnya susah payah." kata Saga.


"Kau tidak lihat aku sedang menyetir, lalu bagaimana aku memakainya." kata Raja .


"Halah manja sekali si tengil ini. Modus itu Saga." cibir Mia


"Saga kamu hati-hati ya." kata Mia yang membuat Saga mengangguk paham.


Beberapa saat kemudian hujan mulai turun dengan derasnya dan perjalanan mereka terus berlanjut. saat itu perjalanan mereka masih baik-baik saja hingga suatu ketika sebuah kejadian janggal pun mereka alami.


"Aku rasa perjalanan kita tidak sampai-sampai." kata Alin dengan merasa bingung.


"Ya aku juga berfikir begitu Lin." ujar Saga.


Mereka benar-benar memperhatikan semua keadaan yang mereka lalui dan ya seperti dugaan mereka, mereka hanya terus berputar-putar di jalan yang sama. Di tengah derasnya hujan tentu mereka bingung ingin meminta tolong pada siapa karena mereka berada di tengah-tengah hutan yang tidak ada kehidupan sama sekali.


"Benar kan dugaanku. Seharusnya kita kembali saja tadi." kata Dini yang mulai panik. Entah kenapa gadis itu selalu overthinking dan panik terhadap sesuatu hal kecil.


"Tidak tidak aku yakin ini hanya perasaan kita saja. Bismillahirrahmanirrahim." kata Raja dengan melajukan mobilnya lagi.


Sebenarnya mereka sudah sampai di 30 menit sebelumnya tapi karena mereka di putar-putarkan oleh penunggu hutan yang mereka lalu alhasil mereka sampai di tujuan cukup telat dan sangat memakan waktu.


Hujan mulai reda dan hanya menyisakan gerimis kecil saja, namun saat turun dari mobil dan akan memasuki desa tersebut, Saga merasakan getaran pada kalungnya sehingga membuat dia terkejut dan memalingkan wajahnya ke sekelilingnya.


"Saga kamu hati-hati ya dia juga ada disini." kata Mia yang membuat Saga mengangguk walaupun sebenarnya dia cukup khawatir dengan kondisi teman-temannya.


Ia belum siap berhadapan langsung dengan sosok berjubah merah, walaupun begitu masih ada teman-temannya yang harus dia lindungi juga.


Mereka bertanya pada warga desa tersebut tentang rumah lama Bu Lilis dan akhirnya mereka menemukannya. Rumah yang tidak terlalu besar dan terlihat masih terawat walaupun desainnya masih sangat kuno.


Saat akan masuk ke halaman rumah bu Lilis, ada seekor ular hitam dengan ekor bercabang melintas dan memotong jalan mereka sehingga membuat mereka terkejut.


"Astaghfirullah hal'adzim...." kata Saga dengan terkejut.


Ia sudah menemukan rumah Bu Lilis, tapi bukannya merasa lega, justru ia terus merasa gelisah dan khawatir seakan sesuatu akan terjadi pada mereka.


"kenapa perasaanku seperti ini ya aku juga merasa sangat lemas dan pusing." batin Dini yang berjalan dengan sedikit sempoyongan sambil memegangi bahu Raja.


"Din, kau kenapa?" tanya Raja dengan menatap Dini yang terlihat pucat.


"Tiba-tiba aku merasa tidak enak badan ja. Tapi tidak masalah hanya sedikit." jawab dini dengan tersenyum kecil.


"Kau yakin? Baik-baik saja? jika tidak tunggu saja di mobil, kau istirahat dulu." kata Raja yang membuat Dini berfikir itu ide yang tidak buruk sehingga dia mengangguk saja.


"Ga...gue anter dini ke mobil sebentar." kata Raja yang membuat keduanya Menoleh .


"Din kau kenapa?" tanya Alin dengan khawatirnya.


"Aku merasa tidak enak badan. tidak apa bukan jika aku istirahat di mobil hehehe." kata Dini.


"Aku temani dini saja ya kalian berdua yang masuk." kata Alin yang membuat kedua laki-laki itu mengangguk.


"Baiklah kalian hati-hati ya dan jangan keluar mobil atau kemana-mana. tunggu kita kembali." kata Raja dengan menyerahkan kunci mobilnya pada Alin.


Setelah itu mereka mengetuk pintu rumah Bu Lilis dan menampakkan seorang wanita tua dengan batang rokok di tangannya. Giginya terlihat merah karena tengah mengunyah daun sirih.


"Iya...siapa ya..." ucap wanita tua itu dengan menatap keduanya aneh.


"Apa benar, ini rumah Bu Lilis?" tanya Saga yang membuat wanita tua itu terkejut namun kemudian mengangguk.


"Ayo masuk dulu." ucap wanita tua itu dengan mempersilahkan keduanya masuk ke dalam.