MIIA

MIIA
Pemikiran Saga



Mereka berdua menuju ke tempat tersembunyi setelah dari rumah Pak San. Hari sudah sore namun tidak membuat keduanya mengurungkan niatnya untuk ke tempat itu. Ya memang keduanya memiliki kesamaan yaitu rasa penasaran yang begitu tinggi.


karena memang hari sudah sore, suasananya pun benar-benar sangat mendukung apalagi di sertai hembusan angin yang membuat bulu kuduk terus berdiri. Saga berjalan lebih dulu sementara Raja mengikutinya dari belakang.


Raja yang memang baru pertama kali melihat ada sebuah rumah kecil ralat gubuk kecil pun nampak terheran-heran. Walaupun jarak dari sekolahnya tidak terlalu jauh namun itu terasa begitu aneh apalagi tempatnya yang berada di paling ujung yang jarang di jamah oleh siswa SMA Adiwangsa ataupun orang lain.


Mereka berjalan dengan sesekali melihat sekelilingnya yang hanya kebun tak terawat dan semak belukar. suasana semakin terasa berbeda saat mereka sampai di depan tempat tersebut. Saga masuk atas instruksi dari Mia. ia bermaksud ingin mencari dimana lorong menuju bawah tanah yang di bicarakan Mia.


"Gila....aku pikir hanya cerita belaka tempat seperti ini ternyata benar-benar ada." ucap Raja dengan melihat semua yang ada di dalam tempat tersebut


"Saga bagaimana jika gendis mencari mu?" tanya Mia yang malah mengkhawatirkan ibunya.


"aku sudah bilang bunda jika aku ada tugas di sekolah dan akan pulang malam." jawab Saga


"Gendis percaya?' tanya Mia.


"Tentu Saja. Memang kau berharap apa?" kata Saga


"Ga, kesini." panggil raja yang membuat Saga langsung menghampirinya.


Di lihatnya sebuah ikat rambut bewarna hijau muda tergelak di lantai dengan bercak darah yang membuat keduanya merasa heran dan aneh. Merekapun menelusuri keseluruhan namun saat Raja ingin memegang sebuah lukisan cermin polos sederhana sesuatu terjadi.


Saga merasakan getaran di dadanya yang semakin hebat. Ia panik dan terkejut karena kalungnya tiba tiba bergerak.sendiri. Raja tengah berjongkok sambil mengetuk tanah karena ia merasa curiga jika apa yang tengah ia pijak bukan hanya tanah saja melainkan ada sesuatu di dalamnya.


Saga menarik lengan Raja agar waspada dengan apa yang akan terjadi. Mia juga sedari tadi terlihat di depan pintu, gadis hantu itu terus berdiri di depan pintu seperti tengah menghalangi sesuai yang ingin berusaha masuk ke dalam. ia juga merasakan hawa yang tak biasa di tempat tersebut.


"Ada apa?" tanya Raja bingung.


"Kau jangan kosong. berdoa dalam hati." kata Saga yang membuat Raja mengangguk karena ia juga merasakan hal yang sama seperti Saga.


"Sedang apa kalian disini hah!! Keluar sekarang!!" kata Pak San yang tiba-tiba sudah berada di Belakang mereka dengan suara kerasnya sehingga membuat keduanya terkejut


"Pak San..." kata keduanya serempak.


"Keluar sekarang juga!!" seru Pak San dengan tatapan yang begitu tajam.


Mau tidak mau akhirnya merekapun keluar. raut wajah pak San benar-benar terlihat sangat menyeramkan apalagi tatapan yang dingin dan tajam menatap keduanya.


"Apa yang kalian lakukan disini hah!" seru Pak San.


"Dari mana bapak tahu kami disini?" tanya Saga balik.


"Aku sudah bilang bukan pada kalian, lebih baik kalian fokus belajar saja jangan memikirkan apapun." kata Pak San.


"Apakah bapak tahu soal tempat ini?" tanya Raja dengan menatap pak San curiga.


Brakkk...


Sebuah suara dari dalam membuat keduanya terkejut kemudian masuk kembali. Kalung Saga sedari tadi masih bergetar dan bertepatan dengan bunyi misterius yang tiba-tiba muncul.


Keduanya mencari dari mana asal bunyi tersebut namun di lihatnya semua benda-benda yang ada di tempat tersebut masih utuh dan tidak ada satupun yang berpindah tempat.


"Saga kamu ingat hari ini hari apa." kata Mia yang membuat Saga langsung terkejut bukan main.


"Malam Selasa." kata Saga.


"Keluar dari sini sekarang juga." kata Mia ketika merasa semuanya sudah tidak bisa ia kendalikan.


"Raja ayo keluar." kata Saga yang membuat Raja bingung namun langsung beranjak.


"Setalah agak menjauh dari tempat tersebut Saga sudah tidak merasakan getaran pada kalungnya. namun ia masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Saat akan mengendarai motornya, tiba-tiba ponsel Saga berbunyi dan langsung mengangkatnya. setelah mendengar perkataan Alin, ia dan Raja langsung bergegas ke lokasi kejadian. Disana semua orang tengah ramai berkumpul. mereka membelah kerumunan tersebut sehingga bertemu dengan alin dan melihat apa yang tengah terjadi.


"Ratna Ga..." kata Alin dengan mata berkaca-kaca karena yang mengalami kecelakaan adalah Ratna teman sekelas mereka.


"Innalilahi wa Innailaihi raji'un...kau tahu bagaimana kejadiannya?" tanya Saga


"Aku tidak tahu tapi ada beberapa warga yang melihat jika Ratna menabrakkan diri saat kereta sedang melaju." jawab Alin yang membuat Saga dan Raja saling tatap


"Suara tadi berarti?" ucap Raja sehingga membuat Saga langsung memberikan kode agar tetap diam


Sesampainya di rumah, pikiran Saga hanya tertuju pada hal serupa. Ia menghubungkan kejadian satu dengan yang lainnya yang di rasa memang ada sebuah perencanaan besar di dalamnya.


"stasiun kereta, toilet, belakang sekolah... sebenarnya apa yang sedang terjadi? kenapa paling banyak kecelakaan di stasiun, apakah ini ada sangkut pautnya dengan kejadian itu atau justru memang sudah saling terhubung. semua yang meninggal memiliki kasus yang sama dengan kematian yang hampir sama dan di hari yang sama juga..." ucap Saga dengan menerka-nerka.


Jari jemarinya pun mulai berselancar di keyboard dengan lincahnya dan mencari tanggal kelahiran Ratna. Ternyata tanggal kelahiran Ratna adalah tanggal 7 April 2001. Kasus meninggal yang serupa pun berkelahiran di tanggal 6. beberapa asumsi Saga pun mulai terpecahkan.


"Apakah artinya dia mencari dengan tanggal lahir yang berurutan dengan hari yang sama " gumam Saga dengan terkejut.


Sudah hampir 3 bulan lamanya Saga mencari tahu dan baru sekarang dia bisa mendapatkan pemikiran secerdik itu. Ia pun langsung masuk lagi ke website sekolahnya dan mencari akta kelahiran semua siswa SMA Adiwangsa dengan seksama dan teliti, tak lupa ia juga mengirimkannya pada Raja agar laki-laki itu juga bisa membantunya.


"Yaallah semoga ini semua cepat terselesaikan." gumam Saga.


Brakkk....


sesuatu seperti mengantam jendela kamar Saga membuat dia terlonjak kaget dan langsung membukanya. Di lihatnya ada seekor ayam cemani di bawah jendelanya yang sudah mati dan lagi-lagi ia menemukan tulisan yang sama seperti waktu itu dengan darah namun tanda seru yang di berikan dua.


"Apakah kau pikir dengan kau melakukan ini aku akan takut? Aku justru semakin yakin jika aku akan berhasil menghentikan mu." kata Saga dengan menutup jendela lagi