
Beberapa bulan telah berlalu dan semuanya berjalan sangat baik dan tidak pernah ada kejadian mengerikan itu lagi, tapi Saga dan teman-temannya tidak hanya diam saja, justru mereka semakin khawatir dan mereka mencari solusi dan membuat rencana agar tidak akan ada lagi kejadian seperti itu. Hari ini mereka tengah berada di perpustakaan sekolah, sembari memilih buku, mereka juga mencari jika saja ada buku yang berhubungan dengan hal tersebut apalagi mereka tidak tahu cara memanggil jiwa Mia agar masuk ke dalam boneka. Terlihat Saga seperti tengah merasa gelisah dan hal itu di sadari oleh Mia dan teman-temannya karena itu mereka langsung menghampiri Saga.
"Kenapa ga?" Tanya Dini dengan penasarannya.
"Entahlah tiba-tiba aku merasa sangat gelisah." Jawab Saga.
"Duduk saja dulu aku masih harus mencari beberapa buku." Ujar Raja.
Saat Alin tengah memilih buku, tepat di hadapannya ia melihat sekelebat bayangan wanita dengan wajah yang menyeramkan sehingga ia terkejut dan langsung mencarinya, tapi ia malah melihat jika kepala sekolahlah yang melintas dan tidak ada siapapun kecuali dia mengingat perpustakaan itu tidak banyak orang.
"Bu Cilla ..." Kata Alin yang membuat Bu Pricilla menoleh dan tersenyum.
"Ah yaa Alin, ada apa?" Tanya Bu Pricilla pada Alin.
"Emm begini Bu, saya sedang mencari buku sejarah apakah ibu tahu dimana? Karena dari tadi saya mencari tidak menemukannya." jawab Alin.
"Ibu tidak yakin tahu sih tapi tidak apa, ibu akan tunjukkan padamu. Ayo." Kata Bu Pricilla pada Alin dengan berjalan dan di ikuti oleh Alin di belakang
.
Mereka menuju ke sebuah ruangan dalam perpustakaan tersebut. Memang jarang sekali ada siswa yang masuk mengingat ruangan tersebut hanya di peruntukan bagi para guru dan pengurus perpustakaan saja.
"Kesini." Kata Bu Pricilla pada Alin
"Bukankah ini yang kau cari?" Tanya Bu Pricilla dengan senyum manisnya tapi terlihat menyeramkan di mata Alin.
"Bagaimana ibu tahu saya sedang mencari ini?" Tanya Alin bingung.
"Tentu saja apapun yang berhubungan denganku pasti aku tahu." Kata Bu Pricilla dengan senyum misteriusnya.
Entah kenapa sejak tadi tatapan Saga hanya fokus pada Alin. Ia merasa aneh dengan sikap Alin karena tak seperti biasanya. Apalagi ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Alin tapi ia tak belum memastikannya.
"Ada apa?" Tanya Mia.
"Kau merasakan sesuatu pada Alin tidak?" Tanya Saga.
"Ya saya merasakan juga. Dia berbeda dari biasanya, saya juga tidak tahu apa yang terjadi." Jawab Mia.
Ketika mata mereka bertemu Saga merasakan jika tatapan Alin seperti menusuknya dan menatapnya tak biasa. Alin menghampirinya dan menyerahkan buku yang dia temukan tadi pada Saga.
"Dengan buku ini pasti kita akan lebih mudah menangkapnya." Kata Alin dengan tersenyum manis.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Saga yang hanya di balas senyum miring Alin setelah itu Alin pergi.
"Ada apa dengannya?" Tanya Raja yang merasa heran dengan sikap Alin.
"Entahlah aku juga tidak tahu." Kata Saga kemudian ia menunjukkan buku yang Alin berikan tadi
"Sejarah SMA Adiwangsa..." Gumam Raja yang membuat Saga mengangguk.
"Mungkin di buku ini kita bisa menemukan petunjuk." Jawab Saga
Mereka pun menghampiri Alin karena khawatir tapi justru Alin malah memarahi mereka entah apa sebabnya kemudian berlalu pergi begitu saja.
"ada apa dengannya?" Tanya raja bingung.
"kenapa alin terdengar sangat marah? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Dini.
"Melakukan apa? Kita saja hanya menanyakan apakah dia baik-baik saja atau tidak tapi dia malah memarahi kita. Bukankah itu aneh." Kata Raja.
Mereka semua bingung dengan sikap Alin yang berubah dari sebelumnya. Mereka mengejar Alin dan memastikan apakah gadis itu baik-baik saja atau tidak.
Malam harinya, Saga berbincang bersama Mia mengenai sikap Alin dan tentunya kesimpulan Mia jauh lebih masuk akal di bandingkan dengan kesimpulannya. walaupun belum sepenuhnya percaya tapi Saga akan memastikannya sendiri.
"Lebih baik mulai sekarang kamu hati-hati dengan Alin, saya merasa dia bukan sepenuhnya Alin." kata Mia yang membuat Saga mengangguk paham
"kenapa aku merasa jika..." kata Saga yang langsung di potong oleh Mia.
"kamu harus memastikannya lebih dulu baru bisa menyimpulkan seperti itu." kata Mia yang tidak ingin Saga gegabah.
Saga menghubungi Raja dan menceritakan semuanya dan betapa terkejutnya jika ternyata Alin baru saja menghubungi Raja dan bercerita yang tidak Raja pahami sama sekali. mengingat mereka hanya berbicara di telepon akhirnya merekapun memutuskan untuk membicarakannya besok saja.
Keesokan harinya seperti biasanya Saga sudah bersiap dengan seragam sekolahnya. Ia sarapan lebih dulu sebelum akhirnya berangkat.
Di sekolahnya, ternyata Raja sudah menunggu Saga di depan gerbang. terlihat sekali wajah remaja itu yang sangat antusias untuk segera menceritakan apa yang tadi malam dia dengan dari Alin. Mereka duduk di kantin sekolah dan Raja mulai menceritakan semuanya.
"Beberapa hari ini aku sering bermimpi tentang Alin. Dia hanya diam saja dan aku tidak paham apa yang ingin dia katakan tapi wajahnya terlihat sangat menyedihkan." kata Saga.
"Lu serius??" seru Raja dengan terkejutnya karena dia juga mengalami mimpi yang sama seperti Saga.
"kenapa? kau terlihat kaget sekali." kata Saga dengan herannya.
"Aku juga mengalami mimpi yang sama Ga. Menurutku ada sesuatu yang sudah terjadi dengan alin." kata Raja
"Jiwanya di kendalikan olehnya Saga." celetuk Mia yang membuat Saga terkejut.
"Apakah bisa? dia hanya manusia biasa seperti ku. Jika yang melakukannya adalah iblis itu aku percaya." kata Saga pada Mia.
"Apa dia disini?" tanya Raja penasaran dan tiba-tiba merasakan sebuah pukulan kecil di kepalanya dan dia langsung paham jika memang benar gadis hantu itu ada di dekatnya.
"Ahhh kenapa kamu bodoh sekali. Manusia dan iblis bekerjasama Otomatis si manusia juga bisa melakukan hal di luar nalar atas bantuan iblis itu. Kamu percaya dukun? Sudah saya tebak kamu tidak akan percaya, tapi begitulah kenyataannya." ujar Mia
"Lalu bagaimana cara membebaskannya?" tanya Saga.
"Jika Alin mendatangimu lagi, bantu dia untuk melepaskan belenggu itu. Aku tahu kalian berdua bisa melakukannya, atau jika tidak, Alin akan terjebak di sana selamanya. Kamu tahu maksud saya apa bukan." kata Mia yang membuat Saga terdiam dan mencerna semua perkataan Mia
"Apa yang dia katakan?" tanya Raja.
"Kita harus bisa membebaskannya dari belenggu itu bagaimanapun caranya jika tidak maka Alin akan terjebak di sana selamanya.
"Selamanya?? Mati?" kata Raja dengan terkejut yang hanya di tatap sekilas oleh Saga.