
Malam harinya, Saga melanjutkan apa yang tadi di sekolah ia lakukan bersama Raja. Ia mencocokan sendiri dengan teliti dan memastikan jika tidak ada yang salah. Mia sendiri hanya duduk di samping Saga sambil terus memperhatikan layar monitor dan berceloteh tentang sesuatu yang sangat tidak penting.
Ketika melihat hasilnya, ia benar-benar terkejut apalagi ketika pikirannya berhasil menyimpulkan sesuatu. ia menatap Mia dengan tatapan sulit di artikan.
"Ini sama. Apa artinya tragedi itu akan terjadi lagi." kata Saga.
"Memang sudah di mulai semenjak saya ada disini. Kamu pikir saya disini untuk apa?" kata Mia yang membuat Saga terkejut.
"Kamu yang membawa saya kesini itu artinya awal baru sudah di mulai kembali dan saya berjanji di kehidupan saya dulu jika saya akan menghentikan tragedi itu. Kamu tahu saya sudah menyerahkan semua janji itu pada siapa? Kamu Saga." kata Mia dengan tersenyum menyeramkan membuat Saga kembali terkejut.
"Aku? Kenapa kau memilihku?" tanya Saga dengan bingungnya.
"Saya tidak tahu." jawab Mia dengan menggigit kukunya.
Karena terus menemukan hal menarik Saga pun memutuskan untuk membongkar semuanya. Ia ingin jika tragedi yang memakan banyak korban itu berhenti dan tidak akan pernah terjadi lagi.
Tok tok tok...
Jendela kamar Saga di ketok seseorang membuat sang pemilik mendongak dengan penasarannya. Ia melihat jam yang ternyata sudah pukul setengah 12 malam. Karena penasaran ia pun beranjak namun ingatan beberapa waktu lalu langsung terngiang di kepalanya.
"Kamu kenapa?" tanya Mia.
"Katakan pada temanmu jangan menggangguku." kata Saga yang membuat Mia bingung.
Tiba-tiba lampu mati yang membuat Saga terkejut. suara ketukan jendela pun semakin terdengar keras. Ia menyalakan flash di hp nya kemudian berjalan ke arah jendela dan membukanya dengan cepat. Terlihat semua tetangganya tidak ada yang mati lampu hanya rumahnya saja yang mati lampu. ia melihat ke sekelilingnya dan terkejut ketika melihat sebuah bercak darah yang menempel di tembok yang membentuk sebuah tulisan. Dengan segera ia berlari keluar bersama Mia.
"JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU!"
Ia mencari sosok orang yang kemungkinan berbuat Jahil dengannya namun tidak ada orang sama sekali mengingat hari sudah tengah malam. ia mengambil sedikit dan menciumnya untuk memastikan apakah itu sungguh darah atau bukan.
"Hoekkk...." Bau busuk menyengat membuat perut Saga hampir memuntahkan isinya kemudian karena penasaran Mia pun juga ikut menciumnya namun tiba-tiba gadis hantu itu menghilang entah kemana.
Ia segera kembali masuk dan mencuci tangannya, namun saat ia akan masuk lampu sudah menyala kembali. Ia benar-benar ingin muntah saat mencium bau itu. Seumur hidupnya ia baru pertama kali mencium bau yang sangat busuk dan menyengat seperti itu.
Keesokan harinya saat ia akan berangkat sekolah, ia memeriksa kembali tembok luar kamarnya namun ternyata tulisan tersebut sudah tidak ada dan tidak meninggalkan sedikit bekas pun seolah-olah benar-benar tidak ada tulisan dan seperti sebelumnya yang polos.
"Aneh sekali." kata Saga dengan bingungnya.
Sesampainya di sekolah, ia sudah di tunggu oleh Raja. Raja menceritakan hal yang sama yang Saga alami tadi malam dan raja bercerita tentang mimpinya kemudian menunjukkan tangannya yang terlihat memerah di pergelangannya.
"Peringatan darinya. Sebaiknya mulai sekarang kau fokus saja, insyaallah aku akan menyelesaikannya sendiri." kata Saga yang membuat Raja menatapnya aneh.
"Utamakan keselamatan mu Ja, ini baru peringatan pertama dan aku tidak mau jika kau sampai mengalami hal lebih seperti ini." ujar Saga.
"Lalu bagaimana denganmu? apa kau akan merasakannya sendiri saja sementara kasus ini kasus besar yang berbahaya. Walaupun aku tidak terlalu menyukaimu tapi aku aku memprioritaskan solidaritas." ujar Raja yang membuat Saga hanya bisa menghela nafasnya saja karena ia tahu jika Raja sosok yang sangat keras kepala yang tidak akan menurut begitu saja.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" tanya Saga.
Sebelum Raja menjawab, pandangan mereka teralihkan dengan kerumunan siswa yang membuat mereka penasaran. Ada salah satu siswa yang berlari sementara yang lainnya mengejarnya kemudian siswa tersebut naik ke atas pohon dengan suara tertawa keras bak orang tidak waras.
Saga berlari menghampiri kerumunan tersebut sementara Raja menghampiri siswa yang naik ke atas pohon. entah apa yang terjadi sehingga mereka tiba-tiba saja kesurupan. Para guru pun juga langsung berusaha mengeluarkan sosok yang merasuki dua siswa tersebut namun sangat sulit untuk di keluarkan.
Sampai pukul 11 siang siswa yang bernama Wanda itu masih belum sadar dan sosok yang merasuki tubuhnya benar-benar tidak mau di keluarkan.
"Jangan ikut campur atau kalian akan mati hahaha." kata Wanda yang sedari tadi terus berbicara seperti itu.
Kasus kesurupan belum terselesaikan, pihak guru juga mendapatkan kabar jika kemarin salah satu murid mengalami kecelakaan saat berangkat sekolah dan meninggal dunia. Sungguh itu membuat pertanyaan di benak Saga. Ia mengingat kejadian di sekolah bersama Raja yang tiba-tiba muncul bau misterius seperti dupa namun baunya begitu wangi dan tajam.
Pak San datang dengan langkah yang tergesa-gesa dan buru-buru menghampiri Wanda. Melihat kedatangan pak San membuat Wanda seperti ketakutan dan langsung menghindari kontak mata dengan pria paruh baya itu.
"Tidak!!!" seru Wanda dengan tatapan marahnya ketika Pak San mulai mendekatinya.
"Saya memohon dengan baik, keluar dari tubuh anak ini." kata Pak San yang langsung meraih tangan Wanda dan menakan jempolnya dengan keras sehingga membuat Wanda berteriak kesakitan.
"Ampunn aakhhhh tolong...saya akan keluar ampun." teriak Wanda yang membuat pak San akhirnya memelankan tekanannya
"Keluar sekarang." kata Pak San dengan membaca doa yang membuat Wanda langsung jatuh pingsan dan di bawa ke UKS.
Lagi-lagi tatapan pak San dan Saga kembali beradu pandang. Ia menatap Saga dengan tatapan lebih tajam dari biasanya. Hal itu juga di sadari oleh Raja yang merasa aneh dengan keduanya.
Saga termenung di kantin memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, sementara Mia hanya menatap Saga dengan bingungnya karena laki-laki itu terus saja diam dan tidak mau bicara dengannya.
"Kenapa?" tanya Mia yang membuat Saga menoleh kemudian beranjak.
Saga menuju belakang sekolah lebih tepatnya tempat misterius yang tidak pernah di jamah seorangpun. Ia ingin memastikan dan melihat keseluruhan yang ada di dalam tempat tersebut.
Ia masuk dengan penuh waspada dan hati-hati, namun alangkah terkejutnya dia ketika sampai di dalam dan melihat ada seorang yang dia kenal juga tengah berada di sana.
"Alin!".
"Saga!"