
Beberapa saat kemudian datanglah seorang pria paruh baya dan langsung ikut duduk dengan Saga. Dia adalah pak Hamzah. mereka basa basi terlebih dahulu sebelum akhirnya Saga mulai berbicara mengarah ke kasus 2005.
"Itu kasus sudah lama sekali aku tangani. Kenapa kau tiba-tiba membicarakan itu?" tanya Pak Hamzah.
"beberapa hari ini saya selalu menemukan artikel tentang kejadian kelam itu pak dan saya tertarik untuk mengungkapkannya." kata Saga yang berhasil membuat pak hamzah terkejut bukan main namun setelah itu dia tertawa membuat Saga menatapnya dengan heran
"Ohh ayolah bapak tau kamu masih remaja nak dan kasus itu sudah lama di tutup." ujar pak Hamzah.
"Saya tahu itu tapi apa bapak tahu jika semua itu terulang kembali?" kata Saga yang membuat pak Hamzah terkejut.
"Kasus kematian itu sudah lama berhenti nak jangan mengarang cerita." kata pak Hamzah.
"Aku tahu bapak tidak akan percaya begitu saja jadi saya membawa ini." ujar Saga dengan membuka tasnya dan memberikan map hijau pada pak Hamzah.
"Apa ini?" tanya Pak Hamzah dengan bingungnya.
"Bapak buka saja." jawab Saga yang membuat pak Hamzah langsung membukanya.
Ia membacanya dengan begitu saksama dan betapa terkejutnya ketika membaca semua itu. Memang beberapa hari ini ada banyak sekali kasus yang ia tangani mengenai para remaja yang meninggal dan hampir semua yang ia tangani adalah siswa dari SMA Adiwangsa.
"Dari mana kau mendapatkan data-data siswa ini?" tanya pak Hamzah
" Aku mendapatkannya dari data sekolah. Aku mencocokkan semuanya dan menemui orang yang menulis artikel itu." jawab Saga yang membuat Pak Hamzah mengangguk.
"Lalu apa yang membuatmu ingin bertemu denganku?" tanya Pak Hamzah.
"Karena bapak yang menangani kasus itu dulu dan tentunya bapak tau titik-titik lokasi yang sering terjadi kecelakaan atau yang sering memakan korban." jawab Saga.
"Memang yang sering terjadi hanya ada di tiga tempat saja." kata Pak Hamzah dengan raut wajah serius.
"Apakah yang bapak maksud di status kereta belakang sekolah dan rumah tersembunyi?" tanya Saga yang membuat Pak Hamzah menatapnya.
"Hampir benar yang lebih tepatnya adalah di sebelah gudang di sekolah kamu." jawab pak Hamzah yang membuat Saga terkejut.
"Kelas 10?" tanya Saga yang langsung mengingat dimana ia dan Mia mulai berdampingan.
"Hmmm apakah kau sudah sejauh itu mencaritahu?" tanya pak Hamzah yang membuat Saga mengangguk.
"Ada seseorang yang mengatakan di rumah tersembunyi ada sebuah jalan menuju lorong bawah tanah, apakah bapak tau?" tanya Saga
"Tidak. apakah kau sudah menemukannya?" tanya pak Hamzah.
"Jika tidak keberatan apa bapak bisa ikut denganku untuk mencaritahu dimana jalan menuju ke lorong bawah tanah itu." kata Saga yang membuat pak Hamzah berfikir lama namun akhirnya dia mengangguk yang membuat Saga tersenyum.
Mereka pun memutuskan untuk mencaritahu jalan menuju lorong bawah tanah besok. Saga celingukan mencari keberadaan Mia karena dan mendapati jika Mia berada di luar tengah memakan bunga melati lagi. karena melihat saga keluar dengan tatapan mata menyeramkan membuat Mia langsung ciut dan cengengesan saja.
"Hati-hati di jalan nak nanti bapak hubungi lagi." kata pak Hamzah yang membuat Saga mengangguk tersenyum.
"Baik pak assalamualaikum." jawab Saga.
"Wa'alaikumsalam."
"Kamu yakin akan bertindak sendiri?" tanya Saga.
"Aku tidak mau mengambil resiko. Aku tahu betapa berbahayanya dia dan teman-temanku juga sudah mengalaminya aku tidak mau mereka merasakan hal yang sama seperti ku lagi." kata Saga
"Lalu jika kamu mati seperti ku sendirian bagaimana?" tanya Mia
"Setidaknya kau jangan mendoakan ku cepat mati, tapi jika memang sudah kehendak Allah aku terima asalkan kasus itu tidak terus berlanjut." seru Saga dengan kesalnya
Saga berhenti di tepi jalan ketika dering teleponnya berbunyi. tertera nama raja di layar hp nya membuat dia langsung mengangkatnya.
"assalamualaikum....hah?? Oke oke ini aku dalam perjalanan pulang. ya wa'alaikumsalam." kata Saga dengan mematikan teleponnya.
"Si tengil itu ngucapin salam kah wahhh hahaha tidak saya sangka ternyata dia juga bisa. saya kira hanya bisa menggerutu saja." ujar Mia.
Benar saja dari kejauhan Saga sudah melihat jika ada raja di depan rumahnya bersama Alin dan Dini. Bagaimana ia akan merahasiakannya jika saja mereka seperti tahu jika Saga telah menemukan sesuatu.
"Hah lama sekali kau ini!!!" seru Raja.
"Heh kampret sudah baik Saga buru-buru dasar tengil." seru Mia yang entah kenapa sepertinya dia sangat tidak suka pada Raja.
"Kau dari mana?" tanya Alin.
"Aku menemui pak hamzah." jawab Saga
"Siapa itu?" tanya alin.
"Polisi yang menangani kasus itu dulu. Dia juga bersedia membantuku untuk menemukan jalan menuju lorong bawah tanah." jawab Saga yang membuat mereka terkejut bukan main.
"Benarkah?? Wahh syukurlah. Setidaknya ada yang mendukung kita kan. jadi kapan kita akan ke sana?" tanya Dini.
"Jangan bilang kau ingin menyembunyikan ini dari kami." kata Raja ketika melihat tatapan Saga yang tampak berbeda.
"Huffftt tidak ada. Besok. Apakah gelang tasbih yang aku beri...." kata Saga yang langsung terpotong oleh Raja.
"Tidak mungkin kami buang jadi tenang saja." ujar Raja.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan membicarakannya dengan serius bagaimana dan apa saja yang mereka perlu bawa untuk berjaga-jaga karena dari yang Saga dengar dari Mia, lorong bawah tanah bukankah tempat biasa melainkan tempat yang berbahaya juga.
"Aku penasaran kira-kira ada apa di dalam sana." kata Dini.
"Kau ingat tidak saat dia mengelabuhi kita dan kita masuk kedalam perangkapnya. kenapa aku merasa jika lorong itu adalah tempat yang di gunakan untuk ritual." kata Raja dengan menatap semua orang.
"Aku juga berspekulasi seperti itu. Jika memang benar ada tempat ritual di sana kita harus memporak-porandakan agar dia tidak bisa melakukan ritual lagi." timpal Alin.
"Ya aku setuju." ujar Saga.
Hai everyone gimana nih kabar kalian sebelumnya author bener2 minta maap ya karena bakal jarang up lagi huhu sibuk sama kerjaan dan paling up nya KL ada waktu luang aja. Ku harapan kalian semua pembaca setia Miia tidak meninggalkan cerita ini dan ttp tunggu next Epsnya
Sekian dari author terimakasih 😌ðŸ˜ðŸ˜ðŸ¥°ðŸ¥°