
Mereka menuju ke rumah tersembunyi setelah magrib mengingat suasana malam dan tidak akan ada orang yang tahu. pak Hamzah datang bersama dua rekannya yang juga dulunya menangani kasus bersamanya.
Tuk tuk tuk
Saga mengetuk lantai yang sedari awal sudah membuatnya curiga karena menurutnya ada sedikit perbedaan dari lantai yang lainnya.
"Sepertinya di dalam ini ada sesuatu." gumam Saga.
"Kau menemukannya?" tanya Raja dengan menghampiri Saga.
"Coba kau dengarkan ini." kata Saga dengan mengetuk lantai bagian lain dan lantai yang tadi dia ketuk.
"Seperti ada lubang." kata Raja yang membuat Saga mengangguk kemudian untuk sesaat raja terkejut.
Merekapun mencari apakah ada sesuatu yang atau seperti jalan dan lain sebagainya di area itu. Melihat Saga dan Raja seperti tengah mencari sesuatu membuat Alin dan dini begitupun juga dengan pak Hamzah dan rekannya menghampirinya.
"Kamu menemukan sesuatu?" tanya pak Hamzah.
Saga pun menemukan jalan, ia mengangkat bagian lantai yang tadi dia curigai dan benar saja ada sebuah lubang jalan menuju ke dalam. Terkejut tentu saja mereka terkejut. Sebelum masuk ke dalam Saga memimpin doa terlebih dahulu berharap mereka masuk dan keluar tetap dalam keadaan baik-baik saja mengingat hawa yang tidak bisa mulai ia rasakan ketika tutup lubang itu di buka.
"Saga kamu hati-hati ya di dalam sangat berbahaya bukan hanya satu atau dua tapi sangat banyak. Saya tidak bisa ikut kamu masuk kedalam, jadi sebisa mungkin jaga diri kamu baik-baik dan jangan memilih jalan manapun kecuali sisi kanan." kata Mia dengan mengingatkan Saga.
Saga mengangguk sebelum akhirnya merekapun mulai turun. Salah satu rekan pak Hamzah mencoba turun lebih dulu tapi tak berapa lama ia langsung kembali lagi ke atas mengingat di dalam sana begitu gelap dan minim oksigen.
"Sangat pengap dan kurang oksigen. Kalian yakin akan masuk?" tanya Pak Ridho
"Saya akan turun lebih dulu dan memastikannya. Jika memang sangat tidak memungkinkan aku akan mengeceknya sendiri." kata Saga yang mulai menuruni anak tangga.
Memang benar yang di katakan pak Ridho tapi tidak terlalu buruk dan ia mencoba masuk ke dalam lagi setelah itu ia akan memberitahu yang lainnya.
"Ga..." kata Raja yang suaranya memantul sangat jauh sehingga membuat Saga terkejut dan tiba-tiba saja Raja bersama yang lainnya sudah ada di belakangnya.
"Tidak terlalu buruk. Ayo." kata Raja yang membuat Saga berbalik dan melanjutkan langkah kakinya.
"Dini Alin jika kalian tidak tahan langsung bilang saja dan segera kembali. perlu kalian ingat ya hanya jalan yang berada di sisi kanan lah yang harus kita lewati." kata Saga.
"Kenapa?" tanya Raja bingung.
"Karena Di tangan kanan lah yang terbaik." kata Saga dengan beralasan seadanya karena tidak mungkin ia akan memberitahu jika Mia lah yang mengatakan semua itu.
Tentu saja alasan Saga membuat bingung namun mereka tidak mempermasalahkan itu semua dan lebih memilih melanjutkan perjalanan. Mereka bertemu dengan lorong yang bercabang dan seperti kata Saga mereka melewati sisi kanan dan begitupun juga seterusnya.
Semakin dalam mereka berjalan menyusuri lorong semakin tak sedap pula bau yang mereka cium. Beberapa hal aneh pun mulai terjadi dan Saga berulang kali memperingatkan semuanya akan tidak menghiraukannya.
Tanggggg...
"Din, ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Alin yang membuat raja dan Saga juga ikut berhenti dan menoleh ke belakang.
Tidak ada jawaban sama sekali dari dini tapi beberapa saat kemudian ia mendongak dengan sorot mata yang berbeda dan tiba-tiba tertawa menyeramkan membuat Saga langsung berteriak.
"Dini kerasukan." kata Saga yang membuat semuanya panik dan kalang kabut.
"Rupanya kalian sudah tidak sayang nyawa ya hihihihi hahahaha." kata Dini yang tengah kerasukan.
"Kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini dan akan selamanya disini bersamaku hihihihi." lanjutnya.
"Apa yang harus kita lakukan." kata pak Hamzah
"Bawa dini kembali saja pak. Alin kau juga ikut biar aku dan Raja yang memeriksanya." kata Saga yang di angguki Alin.
Kini hanya tersisa mereka berdua lah yang berada di lorong bawah tanah itu. Suasananya begitu menyeramkan dan terasa sangatlah mistis. Berbagai suara misterius pun kerap kali mereka dengan, bukan hanya itu saja mereka juga selalu di ganggu oleh para penunggu lorong bawah tanah itu. Entah siapa yang menciptakan lorong itu Saga belum mengetahuinya pasti.
"Raja kau mendengarkan ku tidak." kata Saga yang sedari tadi terus memanggil Raja tapi tidak mendapat balasan apapun sehingga ia menoleh kebelakang dan raja tertinggal, namun ada hal aneh yang membuat Saga tidak jadi mendekat.
"Aku tahu kau bukanlah temanku." kata Saga yang langsung sadar di barengi gelak tawa menyeramkan dan tatapan tajam dari Raja.
"Sangat menyedihkan menjadi dirimu huhuhu kenapa kau sampai disini? Kau tahu dia akan membunuhmu seperti dia membunuh kami." kata Raja dengan suara yang menyedihkan namun juga penuh penekanan seakan kedatangan mereka ke tempat tersebut sangatlah salah.
"Dia? Siapa yang kau maksud? Sosok berjubah merah?" tanya Saga .
"Sssstttt jangan sebut nama itu atau dia akan marah. Kau tidak tahu betapa menakutkannya dia jika marah." kata Raja.
"Apa kau tahu siapa dia sebenarnya?" tanya Saga.
"Aku tidak tahu. Tunggu sebentar.....di dia datang dia datang hihihihi kau tidak akan bisa lari darinya Saga hihihi." kata Raja yang tiba-tiba ambruk kemudian ia membuka matanya dengan kepala yang terasa pusing .
Tak berselang lama sebuah suara langkah kaki yang begitu berat mulai terdengar samar-samar membuat Saga teringat perkataan sosok yang merasuki tubuh Raja. Ia membantu Raja untuk menyeimbangkan tubuhnya dan memapahnya untuk segera berlari.
"Kenapa? apa ada sesuatu? Oh ya apa yang terjadi denganku kenapa aku tiba-tiba merasa sangat pusing." kata Raja dengan berusaha keras untuk menyadarkan dirinya.
Suara langkah kaki itupun juga seperti mengikuti Saga. Jika Saga berlari maka akan ikut berlari dan jika Saga tiba-tiba memelankan langkah kakinya juga akan langsung pelan, tapi setelah itu suara langkah kaki tersebut malah berlari dengan langkah yang cepat dan keras seperti tahu jika Saga tengah mempermainkannya.
"Ga..." kata Raja yang sudah tersadar dan mulai berlari dengan cepat.
Mereka terus berlari dengan terus mengambil lorong sisi kanan dan kini mereka sampai di sebuah tempat yang tidak terlalu luas namun juga tidak terlalu sempit, ada sebuah meja kotak yang ada di tengah-tengahnya, dan anehnya hanya ada satu lorong saja di dalam sana.
"Dari mana kau bisa tahu jika lorong sisi kanan adalah yang benar. Aku tidak tahu jika kita memilih lorong sisi kiri." kata Raja dengan kagumnya pada Saga.
Author butuh semangat kalian all, capek banget rasanya pen udahan atau istirahat aja ya wkwk jangan menyerah lah apapun keadaannya harus stay strong okayyyy