MIIA

MIIA
Menemukan Titik Terang



Setelah mendengar cerita dari pria yang merupakan mantan kekasih Mia dulu, kini Saga mulai mendapatkan pencerahan. Di rumahnya, dengan berbekal sebuah artikel, ia mencari identitas semua korban melalui website sekolahnya dimana hanya para guru yang bisa mengaksesnya, tapi entah bagaimana Saga bisa melakukannya setelah beberapa kali percobaan.


Ada satu berkas yang membuatnya tertarik. Seperti dugaannya jika berkas itu adalah daftar siswa yang meninggal pada tahun 2005. Ia membukanya dan mulai membaca dengan seksama. Saga menemukan hal yang menurutnya aneh dan tentu saja menarik untuk dia pecahkan.


Ia mengcopy semua file-nya dan keluar dari website tersebut, tak lupa ia juga menghapus riwayatnya agar pihak guru tidak mengetahuinya.


"Apa itu?" tanya Mia dengan penasarannya.


"Daftar siswa yang meninggal di tahun itu." jawab Saga yang masih fokus membacanya.


"kau lahir tanggal 30? Tanya Saga.


"Tidak tahu saya lupa. Tapi mungkin iya mungkin juga tidak." jawab Mia membuat Saga langsung memperlihatkan tanggal lahir Mia.


"Oh iya benar saya lupa hahaha. Wahh kamu pintar sekali dapat menemukan file itu, padahal saya dulu mencarinya tapi tidak ketemu." kata Mia yang membuat Saga langsung mendongak


"Kau juga mencaritahu hal ini?" tanya Saga.


"Menurut kamu saya akan diam saja begitu? Tapi ya lihatlah sekarang tidak ada hasil kan." jawab Mia dengan menghela nafasnya.


"Ayo pecahkan misteri ini bersama-sama." kata Saga dengan penuh semangat dan mulai fokus kembali.


"Sepertinya dia sangat tahu tentang semua siswa ini." ucap Saga yang mulai bingung dengan isi file tersebut.


Beberapa kali ia meneliti satu persatu tanggal lahir semua siswa itu dan ia merasa aneh karena tanggal lahirnya saling berurutan namun setelah sampai di tanggal 19 langsung menjadi 30, dimana tanggal 30 adalah tanggal kelahiran Mia.


Ia mencari tahu lebih dalam tentang tumbal darah perawan, namun bukannya mendapatkan sesuatu justru ia malah bingung karena menurut sebuah artikel yang sedang dia baca, hanya gadis yang lahir di hari-hari tertentu dan identik dengan hari yang erat hubungannya dengan hal mistis saja yang bisa menjadi tumbalnya.


"Pasaran??" ucap Saga dengan bingungnya.


"Pasar? Kamu mau ke pasar malam-malam seperti ini?" celetuk Mia yang mendapatkan tatapan malas dari Saga.


"Diamlah aku sedang bingung." ujar Saga.


"Apa kau tahu kau lahir hari apa?" tanya Saga pada Mia.


"Mana saya tahu. Kenapa tidak mencari tahu di kalender saja."kata Mia yang membuat Saga mengangguk paham namun ia tidak tahu harus mencari kalender dimana dengan tahun itu.


Karena Saga sudah mengirimkan File itu pada Raja, sepulang sekolah mereka langsung membahasnya. tadi malam, Raja juga mencari hal yang serupa dengan Saga. Rupanya pemikiran mereka sama namun juga sama-sama belum mendapatkan jalan keluar.


"Aku akan mencarinya sebentar, kau ikut tidak?" kata Raja yang membuat Saga mengangguk.


Saga kira mereka akan ke gudang atau perpustakaan atau bahkan yang lainnya, justru Raja mengajak Saga ke lab komputer Yang ada di sekolahnya. Tentu saja ia bingung namun ketika melihat apa yang di lakukan Raja membuat Saga hanya manggut-manggut saja.


Mereka pun berhasil menemukan kalender tahun kelahiran semua korban di tahun 2005. Saga mengeluarkan hp nya dan mulai mencari dan mencocokkan semua datanya. ia juga menyiapkan satu kertas kosong untuk mencatatnya agar lebih mudah.


Setelah semua selesai dan melihat bagaimana hasilnya, keduanya benar-benar di buat terkejut. Tanggal yang saling berurutan dengan hari yang identik dengan hal mistis, Selasa dan Jum'at dan semua pasarannya adalah Kliwon.


"Tanggal kematiannya." kata Raja yang membuat Saga langsung mengecek filenya lagi.


"Jika seperti dugaan kita berarti kita sudah menemukan titik terangnya." lanjutnya yang membuat Saga mengangguk mantap.


Mereka mencocokkan tanggal kematian dan tanggal lahir korban dengan seksama dan hasilnya pun seperti dugaan mereka sebelumnya. kematian mereka juga juga di hari-hari tersebut.


"Cari tanggal lahir Luna." kata Saga.


"Mati listrik. Astaghfirullah jam setengah 6...lebih baik kita pulang saja sekarang Ja." kata Saga yang terkejut ketika melihat jam di hp nya.


"Ah sial!!! kenapa harus mati lampu segala." kata Raja dengan kesalnya.


Tiba-tiba lampu nyala namun ekor mata Saga melihat sosok merah yang melintas di depan lab. Sedetik kemudian lampu kembali mati membuat keduanya langsung mendekat satu sama lain.


"Ga, aku merasa ini ada yang tidak beres. Kita keluar saja dan pulang." kata Raja.


"Sebentar." kata Saga yang masih penasaran dengan sosok merah tersebut.


Dengan berbekal flash hp nya mereka keluar dari ruang lab. Saga di depan sementara Raja di belakang dengan penuh waspada. Ketika raja melangkah ia merasa seperti ada seseorang yang memegangi kakinya sehingga ia langsung menarik baju Saga agar berhenti dan melihat apa yang ada di kakinya.


"Ga, serius ini benar-benar sudah tidak normal lagi " kata Raja memberikan kode untuk melihat ke arah kakinya.


"Astaghfirullah hal'adzim...." ucap Saga ketika melihat sebuah tangan yang memegang kaki Raja dengan kuku hitam yang sudah sangat panjang .


"Baca doa....dan tetap paksa kakimu agar berjalan." kata Saga yang membuat Raja Langsung panik.


"Ada sesuatu di sana bukan. Gue harus berdoa apa?" tanya Raja yang tiba-tiba tidak bisa berfikir sama sekali.


Hihihihihihi....


Brakkkk....


"Ga sumpah ini..." kata Raja yang benar-benar ketakutan.


"Sudah diamlah dan tetap berjalan. berdoa sebisamu dan jangan kosongkan pikiranmu." kata Saga.


Ketika sudah sampai di depan pintu, sialnya pintu ruang lab terkunci dari luar, mereka juga tidak membawa kuncinya. Suasana di ruang lab benar-benar sudah sangat mencekam. Udaranya panas dan suara menyeramkan beberapa kali mendengar.


Tiba-tiba bau yang tidak asing menyeruak masuk ke dalam hidung mereka. Tentu saja Saga terkejut dan panik sehingga sebisa mungkin dia membuka pintu walaupun dengan beberapa kali mendobrak.


"Aku akan mencobanya." kata Raja dengan bersiap-siap menendang pintu.


Brakkk...


"Ga tidak bisa." kata Raja yang juga panik.


"Bersama." kata Saga dengan bersiap-siap untuk mendobrak pintu bersama Raja.


"Allahuakbar...." teriak mereka bersama yang membuat pintu terbuka sempurna.


Lampu yang tadinya mati mendadak menyala di iringi suara langkah kaki yang kian mendekati mereka. Dengan cepat mereka langsung pergi dari tempat tersebut namun sesuatu terjadi pada Raja. ia tiba-tiba tidak bisa berjalan sama sekali sementara bau itu masih tercium oleh Saga.


"Kau keluar dulu aku akan menyusul." kata Raja .


"Bodoh. pegang tanganku." kata Saga dengan memapah Raja sampai di luar sekolah.


"Loh den Raja sama den Saga belum pulang?" tanya Penjaga sekolah yang cukup heran melihat Raja yang di papah Saga apalagi raut wajah mereka terlihat panik.


"Iya pak ada tugas yang harus Kami selesaikan di sekolah." kata Saga


Tiba-tiba raja bisa berdiri dengan normal tidak seperti tadi yang kakinya terasa sangat sakit. tentu saja itu sangat aneh namun mereka juga lega bisa keluar dari ruang lab dengan keadaan baik-baik saja.