MIIA

MIIA
Akhir



Saga menuntun motornya ke depan rumah dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara. setelah di rasa sudah agak jauh dari rumahnya ia pun menyalakan motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.


Ia beberapa kali menghubungi Raja yang membuat pria berusia 18 tahun itu langsung bergegas pergi.


Di sisi lain, seorang wanita tengah duduk bersila di depan sebuah altar kecil dan di tengah-tengahnya terletak sebuah liontin dimana cahayanya semakin meredup dan dirinya juga merasakan seluruh tubuhnya sangat sakit.


Ia sangat marah dan segera membuka matanya. ketika melihat cahaya liontin itu meredup langsung membuatnya bertambah marah.


"Aaaarghhh sialan beraninya mengacaukan ritualku!!! kau akan membayarnya Saga Rahardian !!!" pekiknya dengan keras. ia membaca sesuatu dengan mata terpejam namun beberapa saat kemudian ia kembali membuka matanya kerena ada yang mengusiknya.


Ia mengedarkan pandangannya dan mendapati sebuah boneka yang entah dari mana munculnya. dari auranya saja wanita itu sudah bisa merasakan dan mulai waspada.


"Halo mami sudah lama kita tidak bertemu." kata Mia yang jiwanya sudah masuk kedalam boneka tersebut dengan menyunggingkan senyum.


mendengar suara yang tidak asing di telinganya membuat wanita itu terlonjak kaget dan tiba-tiba saja matanya berlinang air mata. tatapan kerinduan dan rasa bersalahnya kembali lagi. ia ingin berlari dan memeluk anaknya itu tapi kakinya seakan tidak bisa di gerakan dan seperti ada sesuatu di dalam benaknya yang menyuruhnya untuk tetap pada apa yang tengah ia lakukan.


"Bagaimana kau bisa ada disini? dan ini semua???" tanya wanita itu dengan penasarannya.


"Kenapa tidak kamu tanya pada dirimu sendiri." jawab Mia dengan datarnya.


"Apakah kau kesini ingin menggangguku lagi seperti waktu itu? tapi aku masih sama seperti dulu yang tidak akan membiarkan siapapun mengacaukan semua rencanaku termasuk kau." kata Wanita itu.


"saya memang datang hanya untuk urusan itu. dan kamu cukup pintar dalam memahaminya." ujar Mia dengan berjalan perlahan menuju ke arah wanita itu


"Kau menantangku sekarang?! apakah kau sudah bosan untuk hidup lagi?" kata wanita itu yang membuat Mia tertawa keras.


"Apa kamu bilang? saya bosan hidup? ternyata kamu sangat bodoh. kamu pikir saya disini sekarang ini apa? tentu saja saya sudah mati. saya tidak pernah takut mati." kata Mia


Disisi lain Saga sudah sampai di depan sebuah rumah besar dan bertepatan dengan itu sorot sebuah lampu motor pun juga mendekat ke arahnya. dia adalah Raja yang baru saja sampai. mereka memarkirkan motornya dan langsung menuju ke belakang rumah tersebut.


Mereka membuka sebuah penutup tanah yang terbuat dari baja dan terlihat lubang yang lumayan besar di sana. mereka masuk ke dalamnya dengan membawa lampu senter. suasananya benar-benar sangat mencekam karena lorong itu adalah lorong rahasia yang di buat si wadah iblis untuk melancarkan aksinya dan ternyata beberapa tempat memang saling terhubung dan jika di gambarkan memang membentuk segitiga, antara Sekolah, Stasiun kereta dan rumah tersembunyi dan rumah kepala sekolah yang terletak di tengah-tengah ketiga tempat tersebut.


"serius lu?" kata Raja ketika Saga menceritakan semua yang baru saja dia alami di alam mimpi.


"Mana mungkin aku berbohong. mimpi itu benar-benar nyata dan Mia sudah masuk ke dalam boneka itu." kata Saga.


"Dari mana kau yakin jika dia berada disini?" tanya Raja.


"Entahlah aku hanya terfikir dia kesini. kau tahu jika alin selamat maka sudah di pastikan tidak akan lagi korban terakhir dan yang pasti ritual itu gagal tapi tidak sepenuhnya gagal dan aku yakin jika dia sedang mencari korban lagi untuk menggenapinya, itulah alasan Mia yang akhirnya bisa masuk menurutu. entahlah aku juga tidak tahu." kata Saga.


Ketika mereka baru saja keluar dari lorong itu? sebuah suara teriakan dan gelak tawa membuat keduanya terkejut apalagi ketika mendengar suara beberapa benda pecah membuat keduanya langsung bergegas masuk dan benar saja pintu rumah itu tidak terkunci.


"Aaaarghhh sialan kau anak terkutuk!!! jika kau di lahirkan hanya untuk melakukan ini maka dulu lebih baik aku tidak melahirkanmu." pekik Pricilla dengan marah namun juga menahan rasa sakit, panas dan perih akibat goresan yang di buat Mia di pipinya dengan belati yang dia pegang.


"Ya memang kau yang salah seharusnya kau tidak melahirkan ku maka semuanya pasti akan berjalan lancar. benarkan." kata Mia dengan tertawa senang melihat itu.


"Jangan!!" kata Saga dengan mencegah Raja ketika laki-laki itu ingin mendekat.


"Bu bukan seperti itu...a aku ha hanya..." ucap Pricilla dengan mata berkaca-kaca. Mia dapat melihat jika itu memang ibunya tapi beberapa saat kemudian mata itu langsung berubah.


"Hancurkan dia." sebuah suara yang dia dengar di telinga Pricilla membuat dia gelap mata lagi.


Dia membaca sesuatu dan mengambil liontinya dan di arahkan ke Mia. Mia terlihat menahan rasa sakit ketika berhadapan dengan liontin itu ia berusaha untuk menahannya berpura-pura baik-baik saja.


Dia hanya diam sambil menatap lurus ke depan dan ia sempat mendengar suara yang tidak asing di telinga dan seperti membuat semua rasa sakit itu hilang seketika. ia mengedarkan pandangannya dan beradu pandang dengan Saga.


"Ohhh hahaha rupanya pahlawan itu sudah ada di disini." kata Pricilla dengan tertawa.


Pricilla membaca sesuatu yang langsung membuat Saga kesakitan dan seperti tidak bisa bernafas. melihat hal itu membuat Raja langsung panik. Mia menatap ke arah Pricilla dengan nyalangnya. ia sudah tidak ingin mengakhiri semuanya.


Ia melemparkan belati itu tepat mengenai mulut Pricilla yang membuat wanita itu berteriak kesakitan, bukan hanya itu saja, Mia juga memberikan banyak sayatan di tubuh Pricilla. walaupun dengan fisik boneka yang terbilang kecil dari orang dewasa tapi gerakan dan cara jalan Mia tidak akan pernah ada yang menduga secepat dan sekilat itu apalagi selalu tepat sasaran.


Mia mendekati Liontin tersebut dan mengambil darah Pricilla serta di usapkan di liontin itu setelah itu Mia membakarnya yang membuat Pricilla meraung kesakitan karena seluruh tubuhnya terasa terbakar.


"Kamu salah dan saya akan menghukum kamu. ini hanya di dunia, setelah ini kamu akan mengerti apa itu artinya kematian. disana jauh lebih mengerikan." kata Mia dengan melemparkan belati itu dan tepat mengenai jantung Pricilla yang membuat wanita itu mati di tempat.


END


.


.


.


BONUS


Beberapa Minggu setelah kejadian tersebut, Saga terlihat murung dan tidak bersemangat. yang dulunya selalu ada sosok gadis hantu yang selalu menganggunya, kini ia kembali lagi dengan semua rasa sepi itu, walaupun begitu ia tetap menjalani hari-harinya seperti biasa. Mengetahui fakta bahwa Mia adalah adik tiri ibunya membuat dia benar-benar syok.


Kini kasus 2005 itu sudah berakhir. SMA Adiwangsa juga melahirkan murid-murid cerdas dan kompeten. tidak ada lagi kejadian tragis yang menimpa sekolah tersebut. semuanya berjalan seperti yang di harapkannya.


Boneka Mia di simpan di dalam sebuah peti kecil dan ikut di kubur di kuburan Mia. saat ini Saga tengah berada di makam Mia untuk mendoakannya. laki-laki benar-benar merasa sangat kehilangan walaupun ia tahu jika keduanya berbeda dunia tapi rasanya tetap saja berbeda. Ia berusaha untuk tetap ikhlas dengan semua yang terjadi.


Hai everyone...gimana nih kabar kalian?


gimana ceritanya? butuh banget tanggapan kalian tolong ya komen di bawah. aku tungguin.


emg secepat itu end nya hhhe kalau masalah season 2 gatau kemungkinan ga buat sih. tp ga nyangka aja ini first time loh aku nyoba yg genre horor misteri walaupun rada memusingkan tp its okay Krn author suka mencoba hhhe.


jangan lupa dukung author trs ya share komen like rate sebanyak-banyaknya saya maksa loh😂


segini dulu ya bye2 terimakasih sudah setia bareng cerita ini walaupun banyak kekurangan dan typo di mana-mana maafkan ya sekali lagi terimakasih author sayang kalian pake banget😭❤️🥰