MIIA

MIIA
Membingungkan



Setelah cukup lama memandangi kertas-kertas tersebut Saga terlonjak kaget menemukan sebuah simbol segitiga kecil di bawah tulisan yang Mia tulis. Ia juga memeriksa semua kertas namun hanya satu kertas yang di tulis oleh Mia saja yang mempunyai simbol segitiga.


"Mia!" panggil Saga beberapa kali tapi gadis itu memang sengaja tidak datang karena ingin Saga menemukan jawabannya sendiri.


"Kebiasaan sekali dia. Apakah ini petunjuk yang Mia berikan? Tapi apa maksudnya segitiga ini? Ahh membingungkan sekali kenapa tidak langsung terus terang saja bukankah itu malah lebih cepat menyelesaikan masalah." gumam Saga.


Jari-jarinya pun mulai berselancar di keyboard dan mencari arti simbol segitiga tapi hasilnya sangat banyak yang di rasa tidak masuk akal dengan kasus tersebut. Ia pun mulai mengetikkan kata kunci yang sekiranya itu masuk akal tapi tetap tidak bisa menemukan apapun selain artikel yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus itu.


"Apa maksudnya segitiga ini...." ucap Saga dengan bingungnya.


Ia pun mengetikkan kembali kata kunci seperti sebelumnya dan mulai memahami satu persatu artikel yang di rasa ada kaitannya. Ia menemukan segitiga bermuda yang ia rasa memang sangat mencolok dari artikel yang lainnya.


Alasan segitiga bermuda sangat berbahaya juga sangat masuk di akal jika di kaitkan dengan kasus tersebut mengingat semua yang menjadi korban memiliki alasan yang sama dan siapapun yang penasaran dan ingin mencaritahu atau membuktikan kebenarannya akan meninggal dunia atau menghilang dan tidak di temukan lagi, begitupun juga dengan segitiga bermuda yang tidak semua orang bisa melaluinya karena memang sangat berbahaya dan jika seseorang sudah terjebak di segitiga bermuda sangat kecil kemungkinan bisa selamat.


Segitiga Bermuda adalah sebuah wilayah di bagian barat Samudera Atlantik yang wilayahnya berbentuk segitiga dengan titik ujung di bagian seberang Laut Britania Raya, Puerto Rico dan Miami. Segitiga bermuda atau biasa disebut dengan Devil's Triangle merupakan salah satu misteri yang sulit terpecahkan.


"Tempat...." ucap Saga yang langsung membuka google map dan memastikannya.


Titik pertama yang sering kali di jadikan tersangka sebagai tempat terjadinya kecelakaan yang sudah di rencanakan adalah stasiun kereta. Ia kemudian mengira-ngira dua tempat setelahnya sehingga di map bisa membentuk segitiga seperti teori segitiga bermuda.


Belakang sekolah dan rumah kosong yang ada jalan menuju ke bawah tanah yang menjadi tersangka kedua. Ia mencocokkan di google map dan coba menggambar segitiga dengan ketiga tempat itu yang menjadi titiknya namun bukan segitiga yang terbentuk melainkan gambar lain


"Bukankah ini sekolahku, lalu apakah ada tempat lain lagi? Aishhh ada beberapa tempat lagi untuk membentuk segitiga. Sebentar...jika bagian sekolah ini yang menjadi titik kedua, lalu yang menjadi titik ketiganya...." ucap Saga yang semakin bingung karena banyak tempat yang bisa jadi titik untuk membuat segitiga.


Ia benar-benar pusing dengan teori tersebut entah kenapa Mia memilih teka-teki untuk di berikan padanya bukannya langsung jawaban saja. Ia pun mulai memutar otak lagi dan akan langsung menyimpulkan jika tempat yang paling banyak di jadikan sebagai tempat kecelakaan ataupun bunuh diri adalah titik yang bisa di buat segitiga.


Tapi sebelum itu dia harus mencaritahu lebih dulu dimana tempat yang paling sering di gunakan oleh sosok misterius untuk mencari korbannya dulu.


"Astaghfirullah aku benar-benar pusing memikirkannya. Aku harus menemui polisi yang menangani kasus itu dulu agar aku bisa menemukan titik pastinya. Tapi kenapa hatiku mengatakan jika titiknya adalah ini." gumam Saga


Karena waktu belum terlalu sore jadi ia pun memutuskan untuk menemui polisi itu karena beberapa hari yang lalu dia sudah menghubungi dan akan bertemu dengannya sewaktu-waktu untuk membicarakan masalah serius. Sebenarnya polisi itu tidak mau tapi karena Saga memberikan pemahaman jadi akhirnya mau untuk bertemu sewaktu-waktu dan polisi yang dulu menangani kasus itu tengah bertugas tak jauh dari rumahnya


Ketika keluar kamar, Saga melihat jika Mia tengah duduk di ruang tengah sambil menyalakan televisi sehingga membuat dia terkejut dan langsung mematikan televisi sebelum ayahnya pulang atau ada orang lain yang tahu.


"Kenapa kau ada disini hah? Aku terus memanggil mu. Dan ya kenapa kau tidak langsung berterus-terang saja kenapa harus pake teka-teki segala membuatku repot saja." kata Saga dengan kesalnya.


"Datang-datang itu ngucap salam, kamu malah ngomel tidak jelas. Oh ya mau kemana kamu bawa tas?" tanya Mia dengan memperhatikan tas yang di gendong Saga.


"Rahasia mau tahu saja kau ini." kata Saga dengan berlalu pergi.


"Saya ikutttt...." kata Mia dengan penuh semangat.


"Kamu sebenarnya mau kemana sih?" tanya Mia kepo.


"Ahhh cerewet sekali kau ini bisa diam tidak. Aku akan menemui polisi yang dulu menangani kasus itu." kata Saga.


"Apa kamu menemukan petunjuk?" tanya Mia.


"Heh sok tidak tahu padahal kau yang memberinya agar aku bingung dan pusing." gumam Saga.


"Apa? Kamu bilang apa? Saya tidak dengar." kata Mia dengan sedikit berteriak.


"Jangan dekat-dekat denganku. Mundur dikit." kata Saga dengan kesalnya.


Setelah beberapa menit berkendara kini sampailah Saga di rumah polisi yang menangani kasus 2005 dulu. Ia mengetuk pintu dan keluarlah seorang wanita paruh baya yang Saga yakini itu adalah istri polisi tersebut.


"Assalamualaikum Bu, apakah Pak Hamzah ada?" tanya Saga dengan melihat penampilan Saga.


"Oh ya dengan siapa ya?" tanya Wanita itu penasaran karena tidak biasanya suaminya kedatangan tamu anak remaja seusia anaknya.


"Saya Saga buk. kemarin saya sudah menghubungi pak Hamzah dan beliau menyuruh saya datang ke rumahnya." jawb Saga.


"Emm kalau begitu masuk dulu saya akan menghubungi beliau dulu." kata wanita itu yang membuat Saga mengangguk.


Ia menoleh ke belakang dan memastikan jika Mia ada tapi ternyata tidak ada dan ia melihat jika gadis hantu itu tengah memakan bunga melati yang ada di depan rumah pak Hamzah.


"Sstttttt sssttttt." Saga melototkan matanya membuat Mia langsung ciut dan menyudahi.


"Saya minta sedikit loh." kata Mia dengan kesalnya


"Jangan macam-macam kau ya atau aku akan mendoakan mu agar kau tidak bisa disini lagi " kata Saga dengan mengacam


"Ahhh jangan lah kamu senang sekali mengancam saya. Saya tadi sudah bilang kok." ujar Mia tak mau kalah.


"Diam ngga!" ucap Saga dengan menekankan kata-katanya.


"Sambil minum dulu ya bapak sebentar lagi pulang kok." kata wanita itu dengan membawa baki berisi minuman dan camilan.


"Ahh terimakasih Bu jadi merepotkan." ucap Saga dengan tidak enaknya.


"Tidak papa. Di tunggu dulu ya." kata wanita itu yang membuat Saga mengangguk tersenyum.