MIIA

MIIA
Mencari Dini



"Ada apa kalian kemari dan dari mana kalian tahu jika ini rumah Bu lilis?" tanya wanita tua itu dengan menatap keduanya curiga.


"Ah ya kami bertemu dengan pak Budi dan beliau memberikan alamat ini pada kami." jawab Saga yang membuat wanita itu mengangguk.


"Jika boleh tau ibu ini siapanya Bu Lilis ya?" tanya Saga .


"Untuk apa kalian tahu aku siapa? Dan yang perlu kalian ketahui orang yang kalian cari sudah meninggal 13 tahun yang lalu." jawab wanita itu yang menunjukkan gelagat tidak suka pada Saga dan Raja .


Tentu keduanya bingung dan tidak tahu harus mengatakan apalagi. dan yang terpenting mereka sudah mendapatkan jawabannya jika Bu Lilis memang sudah meninggal seperti yang di katakan Mia. Tapi perasaan Saga mengatakan sebaliknya dan ia merasa ada yang di sembunyikan oleh wanita tua itu.


"Jadi sekarang sudah jelas jika Bu Lilis sudah meninggal ga. Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Raja.


"Tidak. Aku merasa semua semua itu tidak benar. Aku yakin jika Bu Lilis masih hidup." kata Saga.


"Dari mana kau tahu dan yakin?" tanya Raja bingung.


"Ada seseorang yang memberitahuku." jawab Saga singkat.


Dari kejauhan, Alin berlari dengan raut wajah panik dan khawatirnya. Ia berteriak memanggil nama kedua laki-laki itu yang membuat keduanya heran dan juga bingung.


"Ada apa Lin?" tanya Saga bingung


"Dini Ga, dia seperti orang yang kerasukan, aku menguncinya di dalam mobil." kata Alin yang membuat keduanya terkejut sehingga langsung berlari


Saat sampai di tempat mobil raja terparkir, suara dari dalam mobil yang memaksa untuk keluar terdengar begitu jelas. Raja mengintip dari kaca jendela dan melihat dini yang seperti orang tidak dalam kesadarannya. sorot matanya sangat berbeda ketika tak sengaja mata mereka bertemu.


"Lepaskan aku!!! aku ingin keluar." teriak dini dengan suara yang berbeda.


"Apa yang sebenarnya terjadi Lin?" tanya Raja.


"Tadinya kondisinya benar-benar memprihatinkan ja. Aku saja saat itu berfikir ingin menelponmu tapi karena Dini bersikeras tidak ingin mengganggu kalian akhirnya aku menurut saja. kata dini sebelum dia seperti itu, ia melihat ular yang sama saat akan masuk ke rumah Bu Lilis. Dia berteriak seperti orang gila dan bilang ingin membunuhku." kata Alin.


"Sekarang bagaimana caranya kita harus menyelematkan Dini." kata Raja.


"Din, kau mendengarkan ku??!" kata Saga dengan mengetuk jendela.


"Kau juga akan ku bunuh hahaha. keluarkan aku arrrgghhh.... Aku akan membunuh semuanya yang ikut campur urusanku termasuk dia." teriak Dini dengan menggedor-gedor pintu mobil raja.


Merekapun akhirnya memutuskan untuk menemui siapapun yang bisa menangani Dini. Suatu kebetulan mereka bertemu dengan salah seorang warga desa itu dan mengantarkan mereka ke ahli juru kunci desa tersebut.


Dengan langkah yang tergesa-gesa mereka menuju tempat mobil raja terparkir namun alangkah terkejutnya ketika mereka melihat pintu mobil Raja sudah terbuka. Mereka langsung memeriksa apakah dini masih di dalam atau tidak dan ya seperti dugaan mereka dini hilang entah kemana.


"Dia pergi ke hutan." kata Pak Ghani dengan memejamkan matanya.


"Ajaklah beberapa warga lagi karena ini kita harus membawa banyak orang untuk menemukannya." lanjutnya yang membuat dua pemuda memanggil beberapa warga desa lainnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanya Saga dengan khawatirnya.


"Nanti saja akan saya jelaskan, kita cari dulu sebelum jam 9 malam kita harus bisa menemukannya. Insyaallah bisa di temukan kalian jangan khawatir kita serahkan semuanya pada yang maha kuasa." jawab Pak Ghani.


"Dini...." teriak Alin begitupun yang lainnya.


"Kita cari di tempat lain." kata pak Ghani sehingga membuat yang lainnya mengikutinya.


Sebenarnya hutan yang tengah mereka masuki adalah hutan terlarang, namun karena pak Ghani memiliki kemampuan tidak seperti manusia pada biasanya, ia pun bisa dengan mudah masuk ke dalam hutan tersebut.


Banyak sekali hal-hal aneh misteri yang mereka temui saat mencari Dini, mengingat hutan tersebut jarang di jamah oleh manusia dan menurut kepercayaan warga desa memang hutan itu sangatlah sakral.


"Pak ini sudah sandekala, alangkah baiknya kita kembali saja dulu. Saya takut terjadi hal yang di luar kendali kita." kata Irfan pemuda desa yang ikut mencari dini.


"Benar sekali. Kita lanjutkan saja pencariannya setalah magrib, kita kembali saja dulu." kata pak Ghani.


"Teman kita hilang dan belum menemukan titik terang keberadaannya, bagaimana bisa menghentikan pencarian begitu saja. jika kita lengah sedetik saja nyawa teman kami menjadi taruhannya." kata Raja dengan suara yang sedikit keras.


"Saya tahu. tapi lebih baik kita kembali dulu dan solat mintalah petunjuk pada Allah. Jangan keras kepala dan bertindak sendiri karena itu akan membuatmu menyesal. Ayo kembali." kata pak Ghani dengan memperingatkan Raja begitupun yang lainnya.


"Sudah kembali saja dulu, aku yakin dini baik-baik saja." kata Saga dengan menepuk bahu raja.


"Bagaimana bisa kau mengatakan itu. Ini nyawa orang ga, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan dini." ujar Raja


"Pak Ghani lebih tahu di bandingkan dengan kita. Ayo." kata Saga dengan berjalan lebih dulu.


"Ahhhh apa-apaan." kata Raja dengan frustasinya namun tetap menurut karena dia belajar dari kesalahan sebelumnya dan ia tidak ingin mengulanginya lagi.


Mereka solat magrib berjamaah dan mendengar sedikit ceramah dari pak Ghani selaku imam. Selesai solat magrib mereka berkumpul di rumah pak Ghani untuk melanjutkan pencariannya dan ada beberapa pemuda lagi yang ingin membantu mereka.


"Aku dengan kalian datang untuk menemui Bu Lilis ya." kata pak Ghani.


"Benar pak." jawab Saga.


"Jangan mencaritahu tentang itu lagi, beberapa warga disini yang selalu penasaran tentang kehidupan beliau dan tidak lama setelah itu mereka meninggal. Ya bisa jadi, penasaran tentang kehidupan beliau sama saja mereka penasaran kapan kematian mereka. Setelah kejadian itu warga disini tidak pernah lagi melakukannya dan menjauhi apapun yang berkaitan dengan Beliau." kata pak Ghani yang membuat Saga dan teman-temannya bingung.


"Ahh begitukah? Begini pak, ada tugas dari sekolah yang harus kami selesaikan terkait sejarah..." belum sempat Saga menyelesaikan kata-katanya pak Ghani langsung menimpali.


"Sejarah sekolah kamu yang sekarang bukan?" tanya pak Ghani dengan tersenyum membuat mereka terkejut.


"Kamu tahu apa yang akan terjadi ketika kamu memutuskan hal itu?" tanya pak Ghani dengan raut wajah serius .


"Sudah pak dan kami ingin mengungkap serta mengakhiri semua itu." jawab Raja yang membuat pak Ghani tersenyum.


"Semoga kalian berhasil dan tujuan kalian yang baik ini. Sebisa mungkin bapak akan membantu kalian jangan khawatir. Ayo waktu kita sudah tidak banyak lagi." kata pak Ghani dengan beranjak.


Hai everyone gimana nih lebaran kalian? Stay healthy yaa dan jngan lupa tungguin next Epsnya maap juga kl banyak typonya . Huhuhu author sayang kalian pake banget deh.


Jan lupa like comen rate vote dan share sebanyak-banyaknya yaa🥳


Oke segini dulu yaaa bye2 loplop❤️❤️🥰😘