Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#SEMBILAN



Rumah Cassandra sudah mulai dibersihkan. Karena lama tidak ditempati ada bagian dinding retak yang harus diperbaiki dan ada atap bocor yang harus diganti. Sesekali dia juga pergi untuk melihat pekerjaan para tukang di rumahnya.


Seminggu ini Hyun-su begitu sibuk sehingga tak sempat menemui Yun-bi. Yun-bi berencana ke rumah Hyun-su setelah pulang bekerja. Sebelumnya Yun-bi mengirimkan pesan untuk memberitahu Hyun Su tapi kekasihnya itu tidak membalas pesannya. Yun-bi jadi khawatir. Sore itu saat Yun-bi hendak ke rumah Hyun Su, di tengah perjalanan ia dicegat oleh Siwon. Siwon keluar dari mobil untuk menyapa Yun-bi.


"Yun-bi. Kau mau ke mana?" tanya Siwon.


"Aku berencana ke rumah Hyun Su. Aku cemas karena dia tidak membalas pesanku," jawab Yun-bi.


"Hyun-su tidak ada di rumahnya sekarang. Dia ada di rumah Min Jun. Kalau mau kau bisa pergi denganku. Aku juga sedang menuju ke sana," kata Siwon sekalian menawari tumpangan.


"Benarkah?! Boleh kalau begitu," Yun-bi menerimanya.


Siwon membukakan pintu belakang untuk Yun-bi. Yun-bi merasa heran namun setelah ia masuk ke dalam mobil barulah dia mengerti. Seorang pria yang duduk di sebelah kemudi menyapa Yun-bi.


"Annyeong haseyo!" sapa pria itu sambil menundukkan kepala sedikit.


"Annyeong haseyo!" balas Yun-bi.


Siwon masuk ke dalam dan langsung memperkenalkan temannya itu. Sembari mengemudikan mobilnya kembali.


"Yun-bi, ini temanku Kang Joon," kata Siwon pada Yun-bi sambil mengenalkan Yun-bi pada Kang Joon.


Kang Joon berbalik menatap Yun-bi dan tersenyum padanya. "Oh, kamu ya pacarnya Hyun Su?!" tanya Kang Joon.


"Iya," jawab Yun-bi malu-malu. Ia pikir pasti Siwon yang memberitahunya.


Di dalam perjalanan mereka mengobrol cukup banyak. Yun-bi juga tidak merasa canggung dengan kedua pria yang ramah itu.


Sampai di rumah Min Jun mereka turun. Di luar nampak sepi tapi pintu rumah Min Jun terbuka. Siwon menyuruh Yun-bi masuk saja karena dia dan Kang Joon harus mengeluarkan barang dari dalam bagasi mobil dulu. Yun-bi mengikuti kata Siwon dan masuk ke dalam rumah.


Di ruang tamu nampak sepi jadi Yun-bi masuk ke dalam sampai di teras samping rumah yang terhubung dengan dapur dia menemukan Hyun Su sedang duduk di sana. Tapi kekasihnya itu tidak sendirian. Di sampingnya duduk seorang wanita. Wanita cantik berambut pink ombre dengan kulit putih mulus dan bibir merah menawan. Dia tampak sangat cantik dan modis seperti seorang artis. Begitu melihat kehadiran Yun-bi, Hyun Su langsung berdiri menyambutnya.


"Yun-bi!? Aku tidak tahu kau akan kemari," kata Hyun Su lalu meraih tangan Yun-bi.


Hyun Su menarik Yun-bi untuk ikut duduk bersamanya. Yun-bi awalnya ragu. Ada perasaan curiga kepada Hyun Su dan wanita itu. Tapi Hyun Su nampak tenang saja.


"Cassandra, kenalkan ini Yun-bi, pacarku!" kata Hyun Su pada Cassandra.


Cassandra menyunggingkan senyum pada Yun-bi. Ia lalu mengulurkan tangan. Yun-bi membalasnya.


"Bangapda! Aku Cassandra," ujarnya dengan hangat sembari menjabat tangan Yun-bi.


"Yun-bi."


Cassandra langsung pergi meninggalkan Hyun Su dan Yun-bi berdua.


"Yun-bi....?!" gumam Cassandra sambil berlalu. 'Rasanya nama itu tidak asing.'


Mata Yun-bi mengikuti langkah kepergiaan Cassandra hingga menghilang dari pandangan. "Cantik sekali! Seperti artis. Siapa dia?" tanya Yun-bi.


"Dia teman kami juga sepupu Siwon," jawab Hyun Su.


"Oh, sepupu Siwon? Lalu, Cassandra itu tinggal di mana? Aku belum pernah melihat dia sebelumnya," tanya Yun-bi.


"Oh ... Dia tadi duduk dekat sekali denganmu. Aku pikir ...."


"Jangan pikir macam-macam! Dia memang sangat akrab dengan kami semua," dengan cepat Hyun Su menjelaskan sambil mengusap kepala Yun-bi. "Oh ya, bagaimana kau tahu aku ada di sini?" tanya Hyun Su heran.


Yun-bi pun menjelaskan ketika ia bertemu Siwon di tengah jalan. "Aku mengirimkan pesan ke ponselmu tapi kau tidak membalasnya. Aku jadi cemas dan memutuskan untuk menemuimu," jelas Yun-bi.


"Oh, ponselku mati kehabisan baterai. Maaf sudah membuatmu cemas," jawab Hyun Su.


"Tidak apa-apa, aku juga ingin bertemu denganmu," ujar Yun-bi.


Hyun Su memeluk Yun-bi dengan hangat kemudian merangkulnya, mengajaknya duduk di depan bergabung dengan yang lainnya.


.......


...☂️☂️☂️...


.......


Dentuman keras musik dalam sebuah club malam memekakkan telinga. Di salah satu sudut club Siwon sedang duduk di sofa panjang sambil menikmati minumannya. Min Jun sedang iseng menggoda seorang wanita di salah satu meja. Sedang Hyun Su duduk sendiri di sisi lain sofa. Dia duduk terdiam dengan pikirannya. Cassandra yang berada di dance floor melihatnya sedang melamun lantas menghampirinya. Dia langsung duduk di sampingnya.


"Hei, apa yang kau pikirkan? Bukankah ini waktunya bersenang-senang?" teriak Cassandra beradu dengan suara dentuman musik.


"Tidak ada," jawab Hyun Su sambil menggeleng.


"Kalau begitu come get on the dance floor!" ajak Cassandra sambil menarik tangan Hyun Su.


Hyun Su mengikutinya turun ke dance floor. Cassandra mulai melompat-lompat di antara kerumunan manusia. Dia sudah menghabiskan beberapa gelas Margarita yang membuatnya sangat bersemangat. Ia meraih tangan Hyun Su dan menari bersama. Dari kejauhan Kang Joon sedang memperhatikan mereka berdua.


Cassandra menaruh kedua tangannya di leher Hyun Su. Perlahan-lahan mendekati wajah Hyun Su. Sangat dekat bahkan hampir menyentuh bibirnya. Hyun Su segera memalingkan wajah.


Cassandra mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa?"


Hyun Su diam saja tak menjawab. Ia juga tak menatap Cassandra.


"Kau lebih tertarik padanya dari pada aku?" tanya Cassandra sambil mengusap wajah Hyun Su agar menatapnya.


Hyun Su melepaskan tangan Cassandra. "Cassandra ...."


"Aku mencintaimu! Aku terus menunggumu mengatakannya kepadaku. Tapi sampai saat aku pergi kau juga tidak mengatakan kalimat itu kepadaku. Dan sekarang aku masih berharap kau akan mengatakannya kepadaku!" ujar Cassandra. Ia kemudian memeluk Hyun Su dengan erat.


"Cassandra, kau mabuk!" balas Hyun Su sambil berusaha melepaskan pelukannya. Tapi Cassandra mencengkeramnya dengan kuat.


"Aku tidak mabuk! Aku hanya ingin memelukmu sebentar saja. Aku tahu kita tidak akan bisa kembali seperti dulu," ucap Cassandra yang membuat hati Hyun Su menjadi luluh.


Dalam pelukan Hyun Su, Cassandra bercerita. "Selama di HK aku terus memikirkanmu. Aku tahu kau pasti tidak akan menghubungiku. Jadi, aku beranikan diri meneleponmu tapi nomormu tidak pernah aktif. Siwon juga tidak membantu sama sekali. Aku akhirnya menyerah. Suatu hari kemudian aku bertemu seorang pria. Mulanya kami berteman dekat. Rupanya aku dan dia memiliki persamaan. Kami sama-sama ingin melupakan seseorang. Kami pun mencoba untuk jalan bersama. Tidak ada perasaan lebih. Kami mencoba berpacaran tapi tidak pernah saling mencintai. Namun lama-kelamaan timbul perasaan dihatinya. Dia mulai mencintaiku. Dia menginginkan hubungan yang serius denganku sementara aku belum siap. Aku belum bisa melupakanmu meskipun sudah lama kami bersama. Dia sangat baik padaku, tapi aku tidak bisa menerima dia. Aku tak mau seolah-olah mempermainkan perasaannya jadi aku berkata terus terang padanya dan mengakhiri permainan konyol ini. Aku merasa telah menjadi orang yang jahat. Aku membuatnya terluka untuk kedua kali. Namun dia justru berkata padaku dia tidak merasa terluka bersamaku, malahan dia akan menungguku sampai aku siap menerimanya dengan tulus. Jadi, aku pergi tanpa memberitahunya. Sekarang setelah aku kembali ke Seoul perasaanku malah terombang-ambing tidak jelas. Entah harus sedih atau bahagia. Sulit sekali mengatakannya. Aku tidaklah sekuat yang kemarin. Yang pasti tidaklah mudah untukku berada di sini, berdiri di hadapanmu sedekat ini dan mencurahkan semua perasaan ini padamu."



*Bangapda : hello/ senang bertemu denganmu.