
𝚁𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚂𝚊𝚔𝚒𝚝
Harlem membawa Cassandra jalan-jalan di taman rumah sakit. Kondisi Cassandra sudah jauh lebih baik sekarang. Siwon datang mengunjungi Cassandra. Perawat yang kebetulan membersihkan kamar memberitahunya kalau Cassandra berada di taman. Siwon pun menyusul ke sana.
Cassandra duduk di kursi roda sambil memperhatikan sekitar dengan wajah tersenyum. Sedangkan Harlem berdiri di sampingnya menemani.
"Annyeong haseo!" sapa Siwon.
Harlem dan Cassandra menoleh. Keduanya seketika melemparkan senyum pada Siwon.
"Kau masih di sini rupanya," kata Cassandra.
"Kau berharap aku segera pergi? Penduduk asli Hong Kong saja tidak mengusirku," jawab Siwon sambil melirik Harlem.
Harlem tertawa. "Hong Kong tempat yang menyenangkan, bukan?!"
"He-em. Ngomong-ngomong bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Siwon pada Cassandra.
"Semakin membaik. Hanya tinggal menunggu pemeriksaan terakhir. Jika hasilnya baik, minggu depan aku sudah bisa ke luar dari rumah sakit," jawab Cassandra.
"Syukurlah! Aku sangat berharap kau segera sembuh," ujar Siwon.
"Ya. Kita semua mengharapkan kesembuhan Sandra," timpal Harlem.
"Berkat dirimu juga, aku bisa melewati semua ini," ucap Cassandra pada Harlem.
Harlem tersenyum dan mengusap wajah wanita yang dicintainya itu. "Aku akan selalu ada di sampingmu apapun kondisinya," ujar Harlem.
"Oya, bagaimana kabar Yun-bi, Siwon? Apa kau menemuinya sebelum ke sini?" tanya Cassandra.
"Tidak. Aku tidak bertemu lagi dengannya setelah di bandara itu. Aku langsung buru-buru terbang ke sini setelah menemukan hasil pemeriksaan medis mu," jelas Siwon.
"Dia pasti akan baik-baik saja!" tambahnya.
"Aku tidak sabar ingin pulang bertemu dengannya lagi," ucap Cassandra.
"Iya. Setelah kau benar-benar sembuh, sayang! Kita akan kembali ke Seoul dan menikah di sana juga," kata Harlem.
"Hem. Iya," jawab Cassandra.
Melihat keduanya yang terlihat begitu bahagia Siwon ikut mengembangkan senyum. Di dalam hatinya dia terus memanjatkan rasa syukur atas kondisi Cassandra yang semakin hari semakin membaik.
...☂️☂️☂️...
𝚁𝚞𝚖𝚊𝚑 𝙷𝚢𝚞𝚗 𝚂𝚞
"Aduh!"
Hyun Su menyandarkan tubuhnya ke sofa. Keadaannya sudah lebih baik dibanding kemarin. Hanya rasa pusing di kepalanya masih belum sepenuhnya hilang. Hyun Su memijat kepalanya dengan pelan.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku tidak hanya kehilangan teman baik bahkan juga kehilangan pekerjaan. Sekarang aku harus memulai semuanya lagi dari awal. Jika aku meminta maaf pada Min Jun dan Sunny, akankah mereka mau memaafkan ku? Sunny pasti jadi takut melihatku," sesal Hyun-su.
...☂️☂️☂️...
𝙲𝚊𝚏𝚎 𝙺&𝚀
"Pesanan anda, Tuan! Silahkan dinikmati!"
Yun-bi meletakkan cangkir minuman pesanan pengunjung ke meja mereka. Setelah itu berjalan pergi.
"Yun-bi, ini untuk meja nomor 15!" kata Noel sambil menyodorkan nampan dengan secangkir minuman pesanan pelanggan.
Yun-bi segera beranjak mengantarkan minuman itu ke meja yang dimaksud. Pengunjung hari ini agak ramai. Sedang cafe berkurang dua pegawai karena berhenti bekerja. Pekerjaan Yun-bi pun jadi bertambah.
"Pesanan anda, Tuan! Silahkan dinikmati!" ucap Yun-bi sambil meletakkan cangkir minumannya.
"Terima kasih!" balas pengunjung itu kemudian menurunkan koran yang tadi menutupi wajahnya.
"Kau ...." Yun-bi terperanjat.
"Aku hanya datang sebagai pengunjung. Kakiku mulai lelah setelah berjalan seharian. Karena kebetulan lewat di sini jadi mampir untuk beristirahat sebentar," jelas pengunjung yang rupanya adalah Hyun Su.
"Bukan urusanku!" Yun-bi langsung berbalik pergi.
'Apa yang direncanakannya sekarang? Memangnya tidak ada tempat lain untuk istirahat?! Aku tidak akan tertipu,' sungut Yun-bi.
Karena kesibukan mengantar pesanan dan membereskan meja yang ditinggalkan pengunjung, perhatian Yun-bi dan Aira jadi teralihkan dari Hyun Su. Cukup lama Hyun Su menghabiskan waktu di cafe K&Q. Begitu merasa kakinya bertenaga kembali, Hyun Su baru beranjak. Saat dia membayar pesanan di meja kasir, matanya menangkap tulisan yang tertempel di samping pintu kaca. Kebetulan Tuan Chan yang memegang kasir.
"Ajeossi, apa lowongan pekerjaan di sini masih berlaku?" tanya Hyun Su.
"Ya. masih. Aku sedang mencari dua orang waiters," jawab Tuan Chan.
"Apa ada syarat khusus untuk pekerjaan waitres ini?" tanya Hyun Su.
"Tidak ada. Yang terpenting ulet, rajin, juga dapat bekerjasama dengan sesama waitres lainnya. Sisanya akan diajari oleh mereka yang lebih senior," jawab Tuan Chan sambil menunjuk dengan mata para pegawai lamanya.
"Aku ingin bekerja di sini. Apakah aku bisa diterima?" tanya Hyun Su seketika.
"Kau serius ingin bekerja di sini?" Tuan Chan memastikan.
"Iya. Aku memang tidak punya pengalaman sebagai seorang waiters. Tapi aku akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh," jawab Hyun Su penuh percaya diri. Dia memang sedang mencari pekerjaan baru setelah dipecat dari pekerjaan sebelumnya.
"Baik. Kau tuliskan namamu dan nomor telepon yang bisa dihubungi di sini!" Tuan Chan menyodorkan secarik kertas dan pena kepada Hyun Su.
"Aku akan menghubungimu nanti."
Setelah menulis nama dan nomor teleponnya, Hyun Su menyerahkannya kembali kepada Tuan Chan.
"Terima kasih! Akan ku tunggu kabar dari Ajeossi," ucap Hyun Su.
Tuan Chan mengangguk. Selesai membayar minuman, Hyun Su pun meninggalkan cafe.
bersambung.....
.......
.......
.......
.......
Hai, teman...... Aku mau promosi nih! Buat kalian yang suka kisah fantasi, mampir di novel aku yang dibawah ini ya!
Ceritanya ga kalah seru. Mohon dukungan juga dengan like, comment atau favorit/gift/vote! Novel ini sudah tamat jadi ga bakal bikin penasaran tungguin update. Hehehe....
Aku tunggu kedatangan kalian ya! TY( ◜‿◝ )♡