
Cassandra kembali ke rumah Min Jun. Rumahnya yang sepi menjadi sedikit menakutkan baginya. Rumah Min Jun sudah seperti rumah kedua baginya. Cassandra berjalan ke ruang tv yang terdengar ramai. Di sana ada Min Jun, Hyun Su, Sunny dan Kang Joon. Sunny sedang menyanyikan lagu If It Is You milik Jung Seung Hwan dengan penuh penghayatan. Cassandra melemparkan diri ke atas sofa. Wajahnya nampak lelah. Dia memegangi kepalanya yang masih nyeri.
"Aku benci lagu itu!" gerutu Cassandra saat Hyun Su pindah duduk di sebelahnya.
"Kalau begitu nanti aku nyanyikan lagu yang kau suka, bagaimana?" ucap Hyun Su.
"Tidak mau!" tolak Cassandra mentah-mentah.
Hyun Su duduk lebih dekat dengan Cassandra. Dia memperhatikan wajah Cassandra yang pucat.
"Apa kau tidak enak badan? Wajahmu pucat!" tanya Hyun Su sambil menempelkan telapak tangannya ke dahi Cassandra.
Cassandra menepis tangan Hyun Su dengan kasar. Dia menatapnya dengan sinis. "Aku baik-baik saja! Hanya sedikit pusing. Sejak kapan kau jadi perhatian padaku?"
"Aku selalu perhatian, kau saja yang tidak menyadari," jawab Hyun Su dengan lembut. "Kenapa tidak pulang istirahat saja kalau merasa pusing?"
"Kalau aku pulang ke rumahku yang sepi, pusingku tidak akan hilang karena tidak ada yang datang mengobati," jawab Cassandra sok manja.
Hyun Su menarik tangan Cassandra dengan lembut. "Mari, kubantu obati!" ajaknya.
Cassandra tak mengerti namun mengikutinya. Dia mengikuti Hyun Su yang membawanya ke lantai atas. Di sini tentu sedikit lebih tenang dari pada di ruang tv tadi. Cassandra langsung duduk di sofa. Hyun Su menaikkan kedua kaki Cassandra dan membaringkan kepalanya di bantalan sofa. Hyun Su menarik kursi kemudian duduk di samping Cassandra.
"Istirahatlah!" suruh Hyun Su. Dia pun memijat kepala Cassandra dengan lembut.
Cassandra hanya diam menatap wajah Hyun Su yang serius di depannya. Dia masih tidak mengerti dengan sikap Hyun Su. Juga tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.
"Aku menyuruhmu istirahat. Kenapa menatapku seperti itu?" ujar Hyun Su.
"Sebenarnya aku tidak mengantuk. Tapi aku akan mencoba tidur. Semoga nanti ada pangeran yang membangunkan ku dengan ciuman," gurau Cassandra kemudian dengan patuh memejamkan mata.
Pijatan Hyun Su membuat Cassandra merasa nyaman dan suasana hatinya yang kacau tadi pun seolah lenyap. Perasaannya benar-benar tenang meski tidak sepenuhnya tenang. Dia akhirnya tertidur. Selama Cassandra tidur Hyun Su terus berada di sana memperhatikannya. Wajahnya yang pucat, pipinya yang mulai tirus serta kantung matanya mulai jelas terlihat.
"Sudah berapa lama aku tidak pernah memperhatikannya sedekat ini?" batin Hyun Su.
Saat dia melihat pergelangan tangan Cassandra yang kecil, muncul perasaan sedih di hatinya. Seingatnya dulu Cassandra tidak sekurus sekarang ini. Dia merasa Cassandra yang sekarang sangat rapuh. Sangat berbeda dengan Cassandra yang dulu.
Cukup lama Cassandra tertidur. Nampaknya dia tertidur nyenyak. Padahal sudah sore, dari tadi Hyun Su juga hanya menatapnya saja. Dia ingat ucapan Cassandra sebelum tidur tadi. Dia pun mengecup bibir Cassandra dengan pelan. Cassandra langsung membuka matanya dan mendapati Hyun Su tersenyum di depan wajahnya. Cassandra mengangkat tangannya mengusap wajah Hyun Su. Hyun Su menahan tangan Cassandra memegangnya erat. Perlahan wajah Hyun Su mendekat.
Siwon baru tiba di rumah Min Jun, dia hendak menemui Cassandra. Min Jun bilang sepupunya itu ada di lantai atas. Jadi Siwon langsung naik ke lantai atas dan tak sengaja melihat Hyun Su dan Cassandra sedang berciuman, dia pun kembali turun ke bawah tanpa disadari oleh keduanya.
"Eh, cepat sekali! Sudah bertemu Cassandra?" tanya Min Jun yang heran. Sebab belum lima menit dia naik ke atas sudah turun lagi.
"Dia sepertinya sibuk, nanti saja aku bicara dengannya. Aku pergi dulu!" jawab Siwon.
"Oh, baiklah!" balas Min Jun.
...☂️☂️☂️...
Langit sore nampak mendung. Yun-bi baru selesai bekerja. Dia keluar dari cafe sambil memandangi langit sebentar. Kemudian berjalan pulang. Yun-bi sampai di dekat halte tempat biasa Hyun Su menunggu. Berharap Hyun Su di sana menunggunya tapi ternyata tidak. Yun-bi berhenti sejenak. Dia mengeluarkan ponselnya mencoba menghubungi Hyun Su namun tidak diangkat.
Di atas meja ruang tv ponsel Hyun Su bergetar tanpa ada yang menyadari. Yun-bi merasa sedikit kecewa. Akhirnya meneruskan langkahnya lagi dengan cepat. Takut hujan akan turun sebelum ia sampai di rumah. Malam itu Hyun Su mengecek ponselnya. Dan baru melihat panggilan dari Yun-bi.
...☂️☂️☂️...
"Ada apa?" tanya Cassandra saat mendapati Min Jun sedang menatapnya.
"Hanya merasa aneh. Tidak biasanya kau membuat gaduh di dapurku pagi-pagi begini. Bagaimana kau bisa masuk?" Min Jun menjelaskan keheranannya.
"Min Jun, kau harusnya berterima kasih karena aku sudah repot-repot memasak sepagi ini untukmu! Kau bahkan tidak sadar semalam aku menginap di sini!" tukas Cassandra.
"Ohh... Ya. Ya. Terima kasih, noona cantik. Sering-sering saja memasak asal jangan terlalu sering menginap. Aku tak mau ada yang salah paham! By the way, sepertinya aku pernah melihat piyama itu! Waktu itu siapa yang pakai, ya?" ujar Min Jun sambil mengingat.
"Itu piyama ku, oppa! Hoamz ... Pagi-pagi berisik saja! Aku jadi terbangun," sahut Sunny yang baru muncul.
"Oh iya, aku baru ingat kau pernah memakainya! Aduh, dasar aku pelupa," ujar Min Jun sambil mengetuk kepalanya sendiri.
"Eonni menginap di sini kemarin malam. Makanya aku meminjamkannya piyama," terang Sunny.
"Nah, Sunny lebih bisa diandalkan dari pada dirimu! Lagi pula siapa yang akan salah paham, Min Jun? Jangan pedulikan ucapan orang lain! Bikin repot saja!" sungut Cassandra.
"Bisa saja tetangga berpikiran macam-macam. Apa Hyun Su juga menginap?" tanya Min Jun.
"Tidak. Semalam dia pulang ke rumahnya karena pagi ini dia harus ke kantor," jawab Cassandra sambil terus memasak.
"Oya, kemarin Siwon kemari. Dia mencari mu tapi sebentar sudah pergi," kata Min Jun.
"Benarkah? Aku tidak tahu. Bahkan tidak melihatnya di sini apalagi bertemu dengannya," ujar Cassandra.
Min Jun kembali terheran. "Dia bilang kau sibuk, jadi lain kali baru bicara. m"
"Masa?!" gumam Cassandra. Ia sendiri tidak tahu kapan Siwon datang dan dia sedang sibuk apa.
Selesai memasak, ketiganya sarapan bersama. Setelah sarapan Cassandra naik ke lantai atas mengambil barangnya kemudian pulang ke rumahnya sendiri.
.......
.......
.......
.......
Siang ini cuaca agak panas. Cafe tidak terlalu ramai jadi tidak banyak pekerjaan. Yun-bi duduk di dekat meja barista sambil menatap ke luar jendela. Saat itu Hyun Su datang. Hyun Su langsung mengambil tempat duduk kosong dan mulai sibuk di depan layar laptop. Chae-ri baru hendak menuju ke meja Hyun Su tapi segera Yun-bi tahan.
"Aku saja!" cegat Yun-bi sambil mengambil alih buku menu dari tangan Chae-ri.
Chae-ri menatapnya dengan sinis. Kemudian berbalik pergi ke meja barista dan mengadu pada Noel.
"Oppa, lihat Yun-bi! Melihat ada pria tampan yang datang, dia langsung merampas buku menu yang kubawa dan mengambil alih pekerjaan ku."
Noel melihat ke arah Yun-bi dan melihat pria yang dilayani itu. Noel tersenyum. "Bukankah itu bagus? Kau bisa tetap bersantai," ucap Noel.
Chae-ri memasang wajah cemberut. Noel ternyata tidak berpihak padanya.
bersambung...