Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#SEBELAS



Yun-bi menyipitkan matanya menatap kedua pria di depannya itu. Mereka terlihat mencurigakan.


Tak lama kemudian Na Ri muncul dari dalam rumah sambil merangkul lengan Hyun Su. Hyun Su yang melihat Yun-bi langsung menepis tangan Na Ri. Tatapan Yun-bi langsung tertuju pada Na Ri dan Hyun Su. Hyun Su segera menghampiri Yun-bi seolah tidak ada apa-apa. Sedangkan Na Ri pergi usai berpamitan dengan Kang Joon dan Min Jun.


Min Jun dan Kang Joon langsung melarikan diri ke dalam rumah.


"Yun-bi, Kau sudah lama datang?" tanya Hyun Su.


Yun-bi seperti sedang menahan emosi. "Siapa wanita tadi?"


"Dia bukan siapa-siapa. Hanya teman biasa," jawab Hyun Su.


"Teman biasa? Kau selalu bilang kau sibuk. Apa seperti ini kesibukanmu?! Sampai pesanku tidak pernah sempat kau balas dan teleponku tidak pernah kau angkat. Sudahlah! Lupakan saja! Aku rasa kita tidak perlu bertemu lagi," kata Yun-bi kemudian berpaling pergi dengan cepat.


"Yun-bi, tunggu!" panggil Hyun Su.


Yun-bi berlari pergi menjauh secepatnya tak menghiraukan panggilan Hyun Su. Ia sudah cukup lelah dengan semua alasan Hyun Su. Min Jun dan Kang Joon yang menguping pura-pura seolah tidak tahu apa-apa saat melihat Hyun Su berbalik memasuki rumah. Suasananya jadi hening.


...☂️☂️☂️...


Malam ini Yun-bi menumpahkan segala kesedihannya di balik bantal. Dia tak menyangka Hyun Su akan berbuat seperti ini padanya. Padahal mereka belum lama berpacaran. Yun-bi melepaskan gelang pemberian Hyun Su dan melemparnya begitu saja.


'Beginikah rasanya patah hati?!' batinnya sedih.


...☂️☂️☂️...


Keesokan paginya, Yun-bi terbangun dengan mata bengkak akibat menangis semalaman. Dia membuka laci meja rias mencari eyelid tape untuk menyamarkan matanya yang bengkak. Ada beberapa pesan dan panggilan dari Hyun Su saat ia mengaktifkan kembali ponselnya yang sengaja dimatikan. Tidak ada satu pun pesan darinya yang ingin Yun-bi baca. Yun-bi menaruh kembali ponselnya ke dalam laci dan berangkat bekerja.


"Joeun achim! Yun-bi," sapa Noel.


Yun-bi mengangguk sambil tersenyum.


Noel memperhatikan wajah Yun-bi. "Apa kau baik-baik saja, dear?"


"Aku baik-baik saja, Oppa!" jawab Yun-bi.


"Baguslah. Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, kau boleh cerita padaku!" pesan Noel.


"Iya. terima kasih," balas Yun-bi.


...☂️☂️☂️...


Hari-hari berlalu seperti biasa. Terkadang Hyun Su masih mencoba menghubungi Yun-bi tapi tidak pernah dijawabnya. Aira dan Yun-bi masuk di jam kerja yang sama kembali. Aira terus menanyai Yun-bi perihal siapa pacarnya. Yun-bi dengan tenang berkata dia sudah putus. Kemudian menceritakan apa yang telah terjadi. Aira akhirnya hanya bisa menghiburnya.


Meskipun sudah berminggu-minggu bahkan bulan berlalu, Yun-bi masih belum bisa melupakan Hyun Su. Ya, sebab Hyun Su adalah cinta pertamanya. Kadang dia masih merindukannya. Tak jarang pula dia memikirkannya. Walaupun Hyun Su sudah mengirimkan pesan permintaan maaf. Namun Yun-bi akan lebih menghargainya kalau Hyun Su sendiri yang datang minta maaf.


...☂️☂️☂️...


Hari ini di cafe kedatangan waitress baru. Waitress baru itu untuk menggantikan Yoon Wu yang sudah berhenti. Seorang gadis manis bertubuh mungil. Namanya Ahn Chae-ri. Dia cepat akrab dengan semua waitress dan waiters di sana, termasuk Yun-bi dan Aira.


Siang ini Yun-bi sibuk membersihkan gelas dan cangkir dibantu oleh Chae-ri. Sedangkan Aira, Dae Ho, Yoomi, dan Noel sedang mengobrol karena cafe juga sepi. Yun-bi dan Chae-ri ikut bergabung setelah pekerjaan mereka selesai.


"Apa kalian punya rencana untuk akhir pekan ini?" tanya Dae Ho.


"Belum terpikir. Punya recommended?" jawab Yoomi sambil bertanya pada yang lain.


"Tidak ada," jawab Aira juga. Yun-bi dan Chae-ri ikut menggelengkan kepala.


"Hm ... Jadi, hanya melewati akhir pekan dengan diam di rumah saja?! Padahal jarang sekali ada kesempatan berlibur bersama," Dae Ho agak kecewa.


"Sebenarnya aku berencana menghabiskan malam di club Vera!" Noel berkomentar. "Kebetulan sedang ada event spesial di akhir pekan ini. Jika kalian mau, kita bisa bersenang-senang di sana!"


"Aku ikut! Sudah lama rasanya tidak menghibur diri," Dae Ho duluan menjawab dengan semangat. "Kalau kalian?"


"Aku juga ikut. Kau juga kan, Yun-bi?" jawab Aira.


"Aku ikut kalau kalian semua pergi," ujar Chae-ri.


"Mm ... Oke!" timpal Yoomi.


"Yun-bi?" tanya Noel sekali lagi.


"Ah, sepertinya aku tidak bisa menolak," Yunbi pasrah. Semuanya tertawa.


...☂️☂️☂️...


Cassandra memang sudah tinggal di rumahnya sendiri, namun ia masih sering berkunjung ke rumah Min Jun. Seperti hari ini misalnya, sambil membawa toples makanan ia langsung masuk ke dalam rumah Min Jun. Selain Min Jun dan Sunny, ada pula Kang Joon dan Siwon di sana. Mereka sedang menonton tv. Semuanya sedang berkumpul hari ini. Cassandra berjalan melewati mereka begitu saja. Setelah meletakkan toples makanan ke atas meja makan, dia naik ke lantai atas. Dia mendapati Hyun Su duduk sendiri ditemani beberapa botol soju. Cassandra menyipitkan matanya. Tatapan Hyun Su lurus tanpa ekspresi. Cassandra mendekatinya dan duduk di sampingnya.


"Kau kenapa? Auranya suram sekali!" ejek Cassandra sambil memperhatikan sekelilingnya.


Hyun Su memutar pandangannya lurus menatap Cassandra. "Menurutmu kenapa?" ia balik bertanya


"Mana ku tahu!" jawab Cassandra dengan kening berkerut.


"Kau mau tahu?" tanya Hyun Su.


Sebelum Cassandra sempat menjawab Hyun Su sudah mendekatinya dan menangkap kepalanya. Hyun Su berusaha mencium bibirnya. Tak ada waktu terkejut, dengan sekuat tenaga Cassandra mendorong tubuh Hyun Su menjauh darinya dan ia pun segera berdiri menjauh.


"Kau ini kenapa? Kau mabuk!?" teriak Cassandra dengan kesal. Kemudian ia turun.


Cassandra sangat kenal dengan Hyun Su. Dia tahu Hyun Su bukan tipe pria yang langsung main 'serang' seperti itu. Cassandra sendiri juga tidak suka jika ada pria yang menciumnya dengan paksa.


Namun hari ini Hyun Su menjadi aneh. Hal itu membuat Cassandra bingung sekaligus marah. Ia sampai di ruang tv dan mengomel pada semua yang ada di sana


"Ada apa dengan Hyun Su? Tindakannya kurang ajar sekali! Kalau dia tidak mabuk, aku pasti sudah menendangnya!" gerutu Cassandra dengan kesal.


"Bukannya kemarin kau yang kurang ajar padanya?!" ejek Kang Joon dengan tawa terkikik.


"Jaga mulutmu! Memangnya apa yang ku lakukan padanya?" seru Cassandra lebih keras.


"Kau kira kami tidak tahu kau berpelukan dengan pacar orang. Kekekeke ...," tambah Min Jun dengan tawa yang kembali meledak.


"Untung saja pacarnya tidak tahu," lanjut Kang Joon dengan wajah tak berdosa.


Wajah Cassandra sudah berubah masam. Dia melotot pada mereka berdua.


"Oppa putus cinta. Makanya dia seperti itu," sahut Sunny pelan. Bahkan Sunny yang sangat suka pada Hyun Su pun tak berani mendekat karena Cassandra yang selalu 'berkeliaran' di rumahnya.


Wajah Cassandra langsung berubah mendengar kabar itu. "Putus cinta? Benarkah?"


"Ya. Semua juga tahu," jawab Min Jun dengan basi.


"Iih ... Kau memang adik perempuan yang manis!" ucap Cassandra sambil mencubit kedua pipi Sunny dengan gemas.


"Aduh... Eonni, sakit!" protes Sunny sambil mengusap pipinya yang sakit.


Cassandra kembali ke tempat Hyun Su dengan semangat.


"Cepat sekali berubahnya," kata Kang Joon melongo menatap kepergiannya.


"Apa yang akan eonni lakukan pada oppa?" tanya Sunny polos.


"Bukan urusan kita. Anak kecil tidak perlu ikut campur," jawab Siwon yang dari tadi hanya menyimak.


"Aku bukan anak kecil!" protes Sunny.


Di lantai atas, Cassandra mengobrol dengan Hyun Su sambil minum bersama. Dia memancing Hyun Su dengan menanyai kabar Yun-bi. Hyun Su menjawab dia sudah putus. Dan Cassandra tak mengungkit tentang Yun-bi lagi malah berusaha merebut perhatian Hyun Su kembali.