
Malam ini Cassandra tidak bisa tidur. Dia meringkuk di atas tempat tidurnya, memikirkan ucapan Siwon, memikirkan perasaan Yun-bi dan Harlem, memikirkan bagaimana perasaan Hyun Su padanya. Terlalu banyak memikirkan perasaan orang, Cassandra sampai kesal sendiri.
"Kenapa aku harus terlalu peduli dengan perasaan mereka? Apa mereka pernah memikirkan perasaanku yang begini?"
Ponsel Cassandra berbunyi. Cassandra meraihnya. Sebuah pesan singkat dari Harlem. Biasanya Cassandra mengabaikan pesan dari pria itu tapi kali ini dia berbaik hati membalas pesannya.
...☂️☂️☂️...
Setiap pagi yang selalu sepi di rumah, Cassandra bangun dan langsung memasak karena merasa lapar. Kebetulan ada telur di kulkas. Saat sedang mengeluarkan telur dari kulkas, sakit kepalanya tiba-tiba datang. Telur pun terlepas dari tangan dan langsung terjun bebas jatuh pecah ke lantai. Sementara dia memegangi kepalanya yang bagai di tusuk ribuan jarum diikuti pandangannya yang berputar. Dia hanya bisa terduduk diam di lantai sampai sakit itu hilang dengan sendirinya. Wajah Cassandra berubah menjadi pucat. Tangannya sampai gemetar.
Begitu merasa lebih baik, dia segera membersihkan bekas pecahan telur di lantai. Dan kembali melanjutkan kegiatannya tadi. Dari pintu depan terdengar suara ketukan. Cassandra meninggalkan kesibukannya sejenak untuk membukakan pintu.
"Kau rupanya," tukas Cassandra begitu mendapati Siwon yang berdiri di balik pintu.
"Joeun achim," sapa Siwon begitu masuk dan menutup pintu kembali. Cassandra sudah ke dapur duluan.
"Tidak biasanya pagi-pagi begini kau datang kemari. Ada keperluan apa?" tanya Cassandra ketus.
"Tadinya aku mau ke rumah Min Jun, tapi berkali-kali mengetuk pintu tidak ada yang buka jadi aku kemari," terang Siwon.
"Kau sedang memasak?" imbuhnya melihat kesibukan Cassandra.
"Aku tak mau mati kelaparan di rumahku sendiri," jawab Cassandra.
Siwon menyengir. Sementara Cassandra mulai memasak, Siwon membantunya dengan mencuci piring kotor.
"Maaf soal ucapan ku kemarin. Mungkin terdengar sedikit emosional," ujar Siwon.
"Tidak apa! Aku juga sudah lupa ucapan mu yang terlalu emosional itu yang mana," tukas Cassandra.
"Apa kau sedang sakit? Wajahmu pucat," tanya Siwon setelah memperhatikan Cassandra beberapa saat.
"Aku baik-baik saja. Hanya merasa lapar. Setelah makan mungkin wajahku akan merona lagi," jawab Cassandra dengan sekenanya.
"Aku tak bermaksud untuk ikut campur dengan urusanmu tapi-"
"Ya. Ya, aku mengerti. Kau tak perlu menjelaskannya aku paham," potong Cassandra sebelum Siwon menceramahinya.
"Aku mau mandi dulu!" ujarnya sebagai alasan menghindar. Dia sedang tidak mood membahas masalah itu apalagi pagi-pagi begini.
...☂️☂️☂️...
Di toko,Tuan Kim sedang mengarahkan pegawainya yang sedang membongkar pembungkus furniture yang baru tiba. Siwon datang agak telat dari biasanya. Saat dia datang Tuan Kim menyerahkan pekerjaan itu padanya. Lalu Tuan Kim pergi mengecek barang yang akan diantar ke pelanggan.
Sudah tidak banyak pekerjaan yang menunggu, Siwon bisa duduk sebentar dengan santai. Tuan Kim juga tidak sibuk. Tuan Kim berjalan menghampiri Siwon kemudian ikut duduk. Dia memandang ke luar tokonya.
"Hari ini Harlem tidak datang, Sora juga beberapa hari ini tidak kemari," kata Tuan Kim.
"Aku sempat berpikir ... " lanjut Tuan Kim. Dia mengambil nafas dengan dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Siwon ...."
Siwon menatap pamannya itu lebih dalam. "Ne, Keun-abeoji!" jawabnya.
"Siwon, aku sudah tua. Aku berpikir kelak jika aku tidak mampu mengurus toko ini lagi, aku ingin kau yang meneruskan usaha ini," kata Tuan Kim.
" Aku? Tapi keun-abeoji, seharusnya Sora-lah yang berhak atas usaha ini," ujar Siwon. Dia agak kaget dengan pernyataan pamannya.
Siwon tak mengatakan bahwa dirinya setuju dengan keputusan pamannya tapi dia juga tidak tahu bagaimana harus menolak.
"Aku merasa tidak nyaman. Aku menghargai keputusan keun-abeoji, tapi aku bukan siapa-siapa. Dan Sora harus tahu dengan keputusan ini," balas Siwon.
"Aku sudah berbicara dengannya. Seperti yang ku katakan, anak itu sama sekali tidak tertarik. Menurut Sora, apa yang dia miliki saat ini sudah lebih dari cukup. Justru dia-lah yang mengusulkan untuk menyerahkan toko ini kepadamu," jelas Tuan Kim. Dia berdiri, menepuk pundak Siwon dan berkata sambil berlalu.
"Siwon, Aku hanya punya seorang anak perempuan. Jangan katakan kau bukan siapa-siapa, kau keponakanku. Kau tumbuh besar bersamaku. Dan bagiku, kau juga sudah seperti anakku sendiri."
Siwon menatap Tuan Kim yang sedang tersenyum padanya. Dia merasa terharu dengan ucapan pamannya barusan.
"Ah ... Cuaca sepertinya sangat bagus. Aku mau ke luar jalan-jalan sebentar. Siwon, aku serahkan toko padamu, ya!" pesan Tuan Kim.
"Baik, keun-abeoji!" jawab Siwon.
...☂️☂️☂️...
Di sebuah butik, Cassandra sedang asyik memilih baju yang dia suka. Setelah menemukan model yang sesuai seleranya, dia menentengnya ke ruang ganti. Dia berdiri di depan cermin mencocokkan model baju dengan tubuhnya sebelum mencobanya. Dia hendak mencoba salah satunya, sayang tiba-tiba sakit kepalanya kambuh. Cassandra terpaksa membatalkan niatnya. Dia meninggalkan butik tersebut. Sambil menahan sakit kepala, dia berjalan pelan dengan pandangan yang sedikit kabur mencari tempat istirahat terdekat. Tak disangka Hyun Su yang sedang dalam perjalanan pulang berpapasan dengan Cassandra. Dia pun menghentikan motornya.
"Cassandra!" panggilnya.
Cassandra menoleh. Wajahnya yang lelah dan pucat membuat Hyun Su terperanjat. "Astaga, Cassandra. wajahmu sangat pucat! Kau sakit? Ayo, naik aku akan membawamu ke rumah sakit."
"Jangan! Eh ... maksudku tidak perlu. Antar aku pulang saja!" tolak Cassandra cepat.
"Tapi kau sedang sakit! Lihat wajahmu!" seru Hyun Su dengan cemas.
"Aku hanya perlu istirahat sebentar. Setelah itu aku akan kembali baik-baik saja," Cassandra meyakinkan.
"Kau yakin?" Hyun-su masih tidak yakin.
"Iya."
"Kalau begitu ke rumahku dulu saja, jaraknya lebih dekat. Supaya kau bisa cepat istirahat," usul Hyun Su.
"Terserah kau saja!" jawab Cassandra sambil naik ke atas motor.
Motor Hyun Su pun melesat membawa Cassandra yang bersandar di balik punggungnya. Hyun Su masih merasa cemas. "Benarkah kau baik-baik saja?"
"Iya. Aku baik-baik saja! Hanya merasa lelah. Aku pasti berjalan terlalu lama," jawab Cassandra.
Hyun Su tidak bertanya lagi hanya berusaha percaya pada perkataan Cassandra.
Setibanya di rumah, Hyun Su langsung membawa Cassandra duduk di sofa. Sementara dia mencari obat di lemari penyimpanan obat. Setelah ketemu dia menyuruh Cassandra meminumnya. Cassandra menurut saja. Hyun Su menyuruh Cassandra beristirahat. Dia juga memijat lembut kepala wanita itu untuk meringankan rasa sakitnya.
*joeun achim \= selamat pagi
**keun-aboeji \= panggilan untuk paman, kakak dari ayah.
*maaf kalau salah,, mohon di koreksi*!