Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#DUA PULUH DUA



Yun-bi sampai di depan rumah Cassandra. Dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Rasa sakit di hatinya membuatnya sampai-sampai tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Dia tak menyangka kedatangannya hari ini justru disambut dengan pemandangan adegan ciuman Hyun Su dan Cassandra. Siwon juga tak kalah terkejut.


"Cassandra!" panggil Siwon.


Cassandra menoleh. Dia langsung terkejut saat melihat Yun-bi. Dia segera melangkah mundur menjauh dari pelukan Hyun Su. Hyun Su juga sama terkejut tak mengira akan kedatangan Yun-bi.


"Yun-bi?" panggil Hyun Su pelan.


"Jadi seperti ini?" tanya Yun-bi pelan.


"Yun-bi, aku bisa jelaskan!" Hyun Su mulai berjalan mendekat ke arah Yun-bi.


Namun Yun-bi justru berjalan menjauh. "Aku tidak butuh penjelasan, semuanya sudah sangat jelas!".


Dia menatap Cassandra dengan wajah sedih sambil berkata dalam hati.


'Tadinya aku ingin bertanya apa kau masih ingat padaku? Apa kau sahabat baikku yang ku cari selama ini. Tapi sekarang semuanya percuma. Aku rasa tidak ada gunanya.'


Yun-bi membalikkan badan dan pergi dengan perasaan kecewa. Cassandra hanya melihat kepergiannya dengan perasaan bersalah.


"Yun-bi!" panggil Hyun Su. Yun-bi malah mempercepat langkah kakinya. Siwon hanya menatap Hyun Su dan Cassandra bergantian. Kemudian berbalik mengejar Yun-bi.


"Bodoh, kenapa kau tidak mengejarnya?" teriak Cassandra saat melihat Hyun Su hanya berdiri diam.


"Meski aku mengejarnya, dia juga tidak akan memaafkan ku!" jawab Hyun Su.


"Dan kau bisa begitu tenang hanya berdiri di sini?! Apa kau sengaja mengatur semua ini?" tanya Cassandra curiga.


"Apa maksudmu?" tanya Hyun Su.


"Kau sudah merencanakan semua ini bukan? Kau sengaja menyuruh Yun-bi datang kemari? Dan kau sengaja mencium ku tepat saat Yun-bi datang supaya dia melihatnya?" tuduh Cassandra.


"Jika kau ingin putus dengannya, setidaknya kau bisa membicarakannya dengan baik-baik!" tambah Cassandra dengan kesal.


"Aigo... Demi Tuhan, aku tidak melakukannya, Cassandra!" bantah Hyun Su.


Cassandra menatap Hyun Su dengan tajam. Sebelumnya dia pernah melakukan trik untuk membuat Yun-bi cemburu, maka tak heran Cassandra begitu curiga padanya.


Hyun Su masih tak beranjak pergi mengejar Yun-bi. Akhirnya Cassandra sendiri dengan sekuat tenaga pergi mengejar Yun-bi. Setidaknya dia bisa memberi sedikit penjelasan. Dia berhasil meraih tangan Yun-bi. Yun-bi yang mengira itu Hyun Su langsung menepis tangannya.


"Aku tidak perlu mendengarkan apa-apa lagi darimu! Semuanya sudah cukup!" gertak Yun-bi.


"Yun-bi!" seru Cassandra.


Yun-bi berhenti. Dia berbalik menatap Cassandra. Dia meraih tangan Cassandra dan meletakkan sesuatu ke telapak tangannya.


"Waktu memang sudah mengubah segalanya termasuk kau, Kim Sora!" ucap Yun-bi datar. Dan Yun-bi pun berbalik melangkah pergi.


"Yun-bi, biar aku mengantarmu pulang," Siwon menawari. Dia membuka pintu mobilnya untuk Yun-bi. Yun-bi langsung masuk ke dalam. Siwon mengemudikan mobilnya pergi.


Hyun Su sampai di depan Cassandra. Cassandra membuka tangannya melihat benda yang diberikan Yun-bi.


"Bukankah itu bros milik Yun-bi? Dia pernah bilang bros itu sangat berharga baginya. Apa sebelumnya kalian pernah saling kenal?" tanya Hyun Su saat melihat bros Yun-bi ada di tangan Cassandra.


Cassandra melihat bros angsa di tangannya. Dia merasa tidak asing dengan bros ini. Sakit kepala tiba-tiba datang menyerang lagi. Dia berusaha melawan rasa sakitnya. Mencoba mengingat sesuatu mengenai bros itu. Samar-samar ingatan itu mulai muncul. Masa-masa yang sudah sangat lama berlalu.


...☂️☂️☂️...


...𝙵𝚕𝚊𝚜𝚑𝚋𝚊𝚌𝚔...



"Yun-bi, minggu depan keluargaku akan pindah ke kota," kata Sora.


Yun-bi menatap Sora. "Jadi, kita tidak akan bertemu lagi?"


"Aku tidak akan melupakanmu, Yun-bi! Kita pasti akan bertemu kembali," balas Sora. Dia kemudian mengeluarkan sepasang bros angsa.


"Ini adalah tanda persahabatan dan janji kita."


Sora langsung menyematkan salah satu bros itu di baju Yun-bi. Dan juga menyematkan bros angsa satunya yang sama dengan bros Yun-bi di bajunya.


"Dengan bros angsa ini kita akan saling mengingat. Kita adalah sahabat selamanya!" kata Sora sambil memeluk Yun-bi. Yun-bi tersenyum dan membalas pelukan Sora.


Saat hari kepindahan Sora. Yun-bi datang mengantarnya untuk terakhir kali.


"Sora, benarkan suatu hari nanti kita akan bertemu lagi?" tanya Yun-bi.


"Iya. Kita pasti bertemu lagi, Yun-bi! Kita sudah berjanji! Lihat!" balas Sora sambil menunjukkan bros angsa yang tersemat di bajunya. Yun-bi tersenyum lalu memeluk Sora.


"Sampai jumpa, Sora! Aku tidak akan melupakanmu! Kau sahabat terbaikku!" kata Yun-bi tiba-tiba berurai air mata di balik pelukan. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Bodoh. Kenapa menangis? Aku hanya pindah ke kota. Kita masih bisa bertemu lagi!" ujar Sora namun ia juga tak bisa menahan kesedihannya. "Hiks. Aku jadi ikut menangis karena mu!"


Keduanya kembali berpelukan sambil menangis namun setelah itu mereka kembali tertawa.


Orang tua Sora memanggil Sora untuk segera naik ke mobil. Mereka akan segera berangkat. Saat mobil yang ditumpangi keluarga Sora mulai berjalan pergi. Yun-bi mengejar mobil itu sambil berteriak, "Sora, kau harus datang berkunjung saat liburan nanti! Jaga dirimu baik-baik di sana! Dan jangan lupakan aku!"


"Iya. Kau juga harus jaga diri baik-baik, Yun-bi! Aku pasti akan datang lagi kemari! Aku tidak akan melupakanmu!" balas Sora dari jendela mobil. Dia melambaikan tangan pada Yun-bi.


...☂️☂️☂️...


"Cassandra!" panggilan Hyun Su menyadarkannya dari lamunan.


"Aku harus pergi! Ah, Siwon ...."


"Siwon sudah pergi bersama Yun-bi. Kau mau ke mana? Biar aku mengantarmu," kata Hyun Su.


Cassandra menatap Hyun Su dengan mata berkaca-kaca.


.......


.......


.......


Siwon menepikan mobilnya dan berhenti di area parkir. Dia menatap Yun-bi yang diam dari tadi. Nampak Yun-bi sedang berusaha menahan kesedihannya.


"Yun-bi, kalau kau ingin menangis, menangis saja! Tidak perlu menahannya seperti itu," ucap Siwon.


"Jika tahu akhirnya begini, aku tidak akan mau membantu Hyun Su berbaikan denganmu. Aku minta maaf," lanjutnya.


"Ini bukan salahmu. Kau tidak perlu meminta maaf, Siwon! Bukan salahmu!" kata Yun-bi lirih. Dia memejamkan matanya dan setetes air mata pun akhirnya jatuh ke pipinya.


Siwon tak tega melihatnya. Dia mengusap air mata Yun-bi dan menarik kepala Yun-bi ke dalam bahunya. Setelah menahannya sedari tadi, akhirnya Yun-bi menumpahkan semua kesedihan dan kekecewaannya ke dalam bahu Siwon.


"Menangislah, jika itu membuatmu lebih baik," ucap Siwon pelan.


bersambung......