
Hujan turun cukup lebat sore ini. Yun-bi baru selesai bekerja. Dia berdiri di luar cafe melihat langit yang masih mendung. Hujan nampaknya tidak akan cepat reda. Apalagi dia juga tidak membawa payung. Yun-bi akhirnya hanya berdiri di samping pintu cafe. Yoomi sudah jalan lebih dulu. Sedangkan Chae-ri dan Dae Ho masih mengobrol di dalam cafe sambil menunggu hujan reda. Kebetulan cafe sedang sepi. Aira tidak masuk hari ini. Di kejauhan nampak Siwon datang dengan sebuah payung.
"Siwon, kenapa hujan-hujan begini kau datang dengan jalan kaki? Di mana mobilmu?" tanya Yun-bi.
"Aku meninggalkannya di rumah Min Jun. Dia mau pergi mengurus sesuatu besok pagi. Jadi aku meminjamkan mobil kepadanya. Kenapa kau berdiri di luar, Yun-bi?" jawab Siwon dan balik bertanya. Sebenarnya Siwon memarkirkan mobilnya di seberang jalan yang tidak jauh dari cafe.
"Aku baru selesai bekerja dan akan hendak pulang. Tapi kau lihat hujannya lumayan lebat. Sementara aku tidak membawa payung. Jadinya harus menunggu hujan reda," jawab Yun-bi.
"Bagaimana kalau kita minum dulu di dalam sambil menunggu hujan reda? Aku juga ingin bicara denganmu. Kau sudah selesai bekerja pastinya kita bisa bicara dengan bebas," usul Siwon.
"Mm ... Boleh juga." Yun-bi setuju.
Keduanya masuk ke dalam cafe. Chae-ri dan Dae Ho melihat kedatangan Yun-bi dan Siwon. Siwon memilih duduk di dekat jendela.
"Aku akan mengambil daftar menunya untukmu."
Yun-bi hendak pergi namun Siwon menahan tangannya.
"Jangan! Ini sudah bukan waktu kerjamu. Duduklah! Aku akan memanggil waiters di sana," tahan Siwon.
Yun-bi menatap tangannya yang dipegang oleh Siwon. Siwon melepaskan tangannya. Dan Yun-bi kembali duduk. Siwon melambai pada salah satu waiters. Waiters memberikan daftar menu untuk Siwon. Kemudian memesan dua gelas coklat hangat. Minuman datang dengan segera.
"Kau tidak bertanya padaku ingin minum atau tidak malah langsung memesan dua?" protes Yun-bi.
"Jika aku duduk dengan seseorang, maka orang itu juga harus minum bersamaku," jawab Siwon.
"Teman yang baik," puji Yun-bi.
Siwon tertawa. Dia mengeluarkan amplop surat dari saku jaketnya dan menyodorkannya kepada Yun-bi.
"Sora menitipkan ini! Dia memintaku menyerahkannya padamu."
Yun-bi menatap surat itu. "Apa ini permintaan maaf? Atau surat penjelasan?" tanyanya.
Siwon mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu apa yang dia tulis di dalamnya. Apapun itu kau harus membacanya dulu, kan?"
Siwon menuturkan, "Dua tahun lalu, Sora pernah mengalami kecelakaan di HK. Kata dokter kecelakaan itu mungkin akan membuat sebagian ingatannya hilang. Aku pikir mungkin itu sebabnya dia tidak ingat padamu, meskipun dia tahu kau adalah Seo Yun-bi."
"Benarkah? Jadi selama ini aku salah sangka padanya? Aku pikir dia sudah lupa padaku," kata Yun-bi pelan.
"Percayalah, dia juga merasa bersalah kepadamu," ucap Siwon.
"Sepertinya kau sangat dekat dengannya, Siwon?!" ujar Yun-bi.
"Tentu saja. Sora adalah sepupuku. Kami tumbuh dewasa bersama," jelas Siwon.
"Oh, aku baru tahu!" Yun-bi nampak kaget.
"Tidak perlu kaget begitu. Aku tinggal dengan keluarga Sora sejak dia pindah ke Seoul. Kami sekolah di sekolah yang sama. Dia perempuan yang galak di sekolah. Dia populer tapi lebih suka menyendiri. Konyolnya, dia pernah menangis berhari-hari hanya karena kehilangan bros angsa yang dipakainya setiap hari. Orang tuanya membelikannya bros baru sebagai gantinya. Tapi dia tidak mau. Saat dia telah menemukan bros angsa yang ternyata jatuh di bawah meja kamarnya, dia melompat kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan permen," kenang Siwon sambil tertawa.
"Bros angsa? Apa dia masih menyimpannya?" Yun-bi nampak penasaran.
"Oh," gumam Yun-bi.
"Hujan sepertinya sudah reda. Kita bisa pulang setelah menghabiskan minumannya. Aku akan membayar minuman ini," kata Siwon.
"Biar aku bayar minumanku sendiri," tolak Yun-bi.
"Tidak boleh, aku yang mengajakmu minum. Jadi, aku-lah yang harus bayar!" Siwon memaksa.
Setelah melakukan pembayaran Siwon dan Yun-bi pergi meninggalkan cafe. Masih hujan gerimis. Siwon membuka payungnya.
"Ayo, sekalian ku antar!" Siwon menawari.
"Bukankah kau jadi harus berjalan jauh? Biar aku pulang sendiri saja," tolak Yun-bi.
"Tidak, kita searah. Aku pulang ke rumah pamanku. Ayo, jalan!" suruh Siwon. Sebenarnya dia hanya ingin bersama Yun-bi lebih lama.
Akhirnya Yun-bi ikut. Siwon memegang payung melindungi dirinya dan Yun-bi dari hujan gerimis. Yun-bi jadi teringat dengan saat dirinya dan Hyun Su berjalan bersama di bawah payung.
Tiba-tiba sebuah mobil melesat akan melindas genangan air di sisi jalan. Siwon dengan sigap menarik Yun-bi ke tepi dan segera menurunkan payungnya ke sisi jalan sehingga Yun-bi terlindung dari cipratan air ketika mobil itu melesat. Namun justru Siwon sendiri yang tanpa sengaja menginjak genangan air sehingga membuat sepatunya basah.
"Kau tidak basah, kan?" tanya Siwon.
"Tidak. Tapi sepatumu ...," jawab Yun-bi melihat sepatu Siwon terkena cipratan air.
"Tidak apa. Harusnya tadi aku meminjam sendal Min Jun saja," sesal Siwon.
Keduanya kembali berjalan. Siwon mengantar Yun-bi sampai ke apartemen.
...☔☔☔...
Yun-bi membuka amplop yang diberikan Siwon. Terdapat selembar surat dan bros angsa miliknya. Yun-bi membuka surat itu dan membacanya.
..."Annyeong, Yun-bi, sudah lama sekali, ya! Senang melihatmu dalam keadaan baik. Aku sengaja menulis surat ini untuk meminta maaf padamu. Aku tidak tahu apakah kau masih bersedia memaafkan ku atau tidak. Mengingat hal yang terjadi sebelumnya. Aku tak menyangka kita akan bertemu kembali dengan cara seperti ini. Aku sungguh menyesal! Aku sudah melupakanmu, sahabatku. Dan mengingkari janjiku. Selama ini aku tidak pernah mengunjungimu atau pun memberi kabar. Kau pasti marah dan kecewa sekali padaku. Aku mengerti. Sedangkan yang bisa ku lakukan saat ini hanyalah meminta maaf kepadamu! Aku juga tidak bermaksud merebut Hyun Su darimu. Sungguh. Itu terjadi begitu saja....
...Yun-bi, aku kembalikan bros angsa milikmu. Saat melihat bros ini aku baru ingat pernah memiliki sahabat baik bernama Seo Yun-bi. Aku baru sadar bahwa Yun-bi itu ternyata dirimu. Aku senang kau masih menyimpan bros pemberianku ini. Aku juga bersyukur aku masih menyimpannya, meski awalnya aku lupa menaruhnya di mana. Tapi tenang saja, aku sudah berhasil menemukan bros milikku lagi dan mulai sekarang aku akan selalu membawanya bersamaku....
...Yun-bi, apa kau tahu kristal pada badan bros angsa itu bisa dibuka? Cobalah kau buka. Seingat ku dulu, aku tidak pernah memberitahukannya padamu, kan?"...
Yun-bi mengambil bros-nya dan mencoba membuka kristal di badan angsa. Agak sulit namun kristal berhasil dibuka dan foto dirinya bersama Sora nampak terpasang di dalamnya. Yun-bi terenyuh melihat foto itu. Dia benar-benar tidak tahu rupanya Sora menyembunyikan foto mereka di dalam. Yun-bi lanjut membaca suratnya.
..."Yun-bi, maaf untuk semua kesalahan yang ku lakukan padamu. Meski akhirnya kau membenciku, aku akan tetap menganggap mu sebagai sahabat terbaikku. Aku akan berusaha ingat dan tidak lupa lagi padamu dan kenangan masa kecil kita. Aku juga minta maaf tidak bisa menemuimu langsung. Aku ingin sekali kita bisa bermain bersama seperti dulu. Tapi ada hal penting yang harus ku lakukan saat ini. Kelak jika aku masih diberi kesempatan, aku akan kembali menemuimu dan meminta maaf secara langsung. Sampai bertemu lagi, Yun-bi sahabatku! -Kim Sora-"...
Yun-bi meletakkan surat itu. Dia kembali menatap foto pada bros angsa yang terbuka. Dia teringat kembali dengan ucapan Siwon tadi mengenai Sora yang pernah mengalami kecelakaan dan kehilangan sebagian ingatan.
"Apakah itu penyebabnya? Kau tidak benar-benar melupakanku, Sora? Haruskah aku balas surat mu atau menemuimu secara langsung?" tanya Yun-bi sambil menatap foto Sora.