
Yun-bi mendekati meja Hyun Su. Lalu menyodorkan buku menu ke atas mejanya. Hyun Su mendongak dan melihat Yun-bi.
"Yun-bi," sapanya. Yun-bi tersenyum sambil bertanya, "Mau minum apa?"
"Aku mau minta maaf," ucap Hyun Su.
"Di sini tidak menyediakan menu minta maaf!" kata Yun-bi.
Hyun Su tertawa. "Aku ingin minta maaf padamu!"
"Maaf untuk apa?" tanya Yun-bi.
"Aku tidak menjawab panggilan telepon mu kemarin. Aku agak sibuk akhir-akhir ini," jawab Hyun Su sambil tersenyum.
"Aku hanya ingin tahu kabarmu. Apa kau kemari untuk minta maaf saja?" tanya Yun-bi.
"Aku ingin bertemu denganmu juga. Kita sudah jarang sekali bertemu," jawab Hyun Su.
"Tidak apa-apa, lagi pula kita sama-sama sibuk. Aku bisa mengerti. Yang penting kau dalam keadaan sehat saja, aku sudah tenang," balas Yun-bi.
Hyun Su tersenyum. Dia teringat harus memesan sesuatu jadi dia memesan secangkir minuman. Yun-bi kembali dengan pesanan Hyun Su. Dia meletakkannya di atas meja, baru saja Yun-bi membalikkan badannya tiba-tiba Hyun Su menahannya.
"Yun-bi, bisakah duduk sebentar?" pinta Hyun Su. Yun-bi menurut dengan duduk di depannya. "Ada apa?"
"Tidak ada hanya ingin mengobrol saja," jawab Hyun Su sambil menatap Yun-bi.
"Yun-bi ...," teriak Aira dari balik meja kasir.
"Iya, sebentar!" sahut Yun-bi. "Hyun Su, maaf, aku ingin mengobrol denganmu tapi aku harus bekerja," kata Yun-bi tak enak.
"Tidak apa. Nanti sore aku usahakan untuk bisa menunggumu," janji Hyun Su.
"Tidak perlu dipaksakan kalau memang tidak bisa. Aku hanya harap kau bisa lebih cepat menjawab teleponku saat aku menghubungimu. Aku kerja dulu, ya!" Yun-bi lalu beranjak pergi ke arah Aira.
Hyun Su menatap kepergiannya dengan diam. Ada sesuatu di hatinya yang sulit dijelaskan. Dia sadar telah membohongi Yun-bi, tapi dia tak mau mengakuinya. Meski awalnya tak ada niat untuk mempermainkan perasaan Yun-bi. Teringat kembali kepada Cassandra, dia jadi cemas kalau ucapan Min Jun benar. Jika dia tidak sepenuhnya melupakan Cassandra. Perasaan yang sudah lama terkubur tiba-tiba muncul kembali.
Aira menatap pria yang berbicara dengan Yun-bi lalu berbisik pada Yun-bi.
"Siapa pria itu? Wajahnya seperti tidak asing."
"Namanya Hyun Su, dia pacarku. Kau pernah melihatnya di club Vera waktu itu," jawab Yun-bi.
"Ooh ... Jadi dia!? Lumayan juga! Ah, maaf kalau aku mengganggu soalnya Tuan Chan menyuruhmu menemuinya!" jelas Aira.
"Tidak apa-apa, dia juga sedang sibuk. Aku akan menemui Tuan Chan," jawab Yun-bi kemudian berlalu.
Yun-bi baru selesai bekerja. Dia sedang dalam perjalanan pulang. Seperti janji Hyun Su tadi siang, sore ini dia menunggu Yun-bi di halte tempat biasa mereka bertemu. Yun-bi sangat senang Hyun Su menepati janjinya dan mereka bisa jalan bersama setelah lama tidak bertemu.
Tanpa mereka sadari, Siwon memperhatikan keduanya di kejauhan. Hyun Su dan Yun-bi berjalan bergandengan tangan. Sebuah ketukan dari luar jendela mobil mengagetkan Siwon. Cassandra membungkukkan badannya memandang ke dalam mobil sambil melambai pada Siwon. Siwon membuka pintu mobilnya kemudian Cassandra masuk dengan sekantong belanjaan.
"Apa yang kau lakukan, Sora? Kenapa kau di sini?" tanya Siwon.
"Aku yang harusnya bertanya apa yang kau lakukan di sini. Aku baru keluar dari supermarket lalu melihat mobilmu terparkir di sini jadi aku dekati. Rupanya kau ada di dalam sini," jelas Cassandra. Dia sudah duduk manis dengan sabuk pengaman yang terpasang rapi.
"Jadi, kau mau ke mana sekarang?" tanya Siwon.
"Pulang ke rumah!" jawabnya. Siwon pun menjalankan mobilnya.
"Kau sedang asyik berciuman dengan Hyun Su jadi aku tak mau mengganggu," sindir Siwon.
"Siwon ... Jangan bercanda!"
"Memang kenyataannya seperti itu. Apa aku sedang bercanda? Aku tidak mengerti skenario apa yang kalian mainkan. Sebenarnya hubunganmu dengan Hyun Su itu bagaimana? Dengan Harlem bagaimana? Dan hubungannya dengan Yun-bi itu apa?" Siwon nampak marah.
"Tunggu. Tunggu. Jadi, ini berkaitan dengan Yun-bi?!" Cassandra coba menebak.
"Sora, tujuanku sebenarnya menemui mu adalah karena Harlem. Supaya kau menemui dia terus kalian berdua selesaikan masalah kalian bersama. Apa kau tahu dia terus menunggumu di sana? Setidaknya kau bisa angkat teleponnya agar dia tidak terus menanyaiku tentang keadaanmu. Bukannya terus melarikan diri! Menghindar juga tidak akan menyelesaikan masalah," jelas Siwon.
"Dan ... Jika kau dan Hyun Su mau kembali bersama, setidaknya jangan sampai menyakiti perasaaan orang lain. Aku pikir kau mengerti maksudku," tambahnya.
"Jadi, kau sekarang membela Yun-bi? Dan menyalahkan ku?" tuduh Cassandra.
"Aku tidak membela siapa-siapa. Kau harus pikirkan Harlem yang jauh-jauh datang kemari hanya untuk menemui mu. Kau tidak bisa hanya memikirkan dirimu sendiri! Bukankah kau tidak suka jika perasaanmu dipermainkan?" Siwon menegaskan. Sekarang Cassandra terdiam dengan perasaan yang tak menentu saat ini. Dia sendiri tidak mengerti bagaimana perasaannya terhadap Hyun Su.
...☂️☂️☂️...
Yun-bi baru keluar dari sebuah toko. Sebelum pulang dia berjalan sebentar. Menyusuri jalanan malam kota sambil melihat-lihat barang dari etalase toko. Di tengah perjalanan dia tak sengaja melihat sosok seorang wanita yang dikenalnya berdiri diam di depan etalase studio bridal.
"Cassandra?!" panggil Yun-bi.
Cassandra menoleh.
"Apa yang kau lakukan di sini? Sendirian?" tanya Yun-bi. Dia menoleh pada apa yang dilihat Cassandra dan langsung kagum dengan gaun putih indah yang terpajang di etalase.
"Aku sedang bosan di rumah. Berjalan-jalan di luar sebentar mungkin bisa menyegarkan pikiran," jelas Cassandra. Dia nampak tak semangat.
"Em ... Bagaimana kalau ku temani jalan sebentar?" Yun-bi menawarkan. Cassandra agak ragu tapi kemudian mengiyakan.
Kedua wanita itu berjalan pelan.
"Em ... Bagaimana aku memanggil namamu? Cass atau ...."
"Panggil saja Sandra!" jawab Cassandra.
"Oke, Sandra. Apa kau masih tinggal di rumah Min Jun?" tanya Yun-bi setelah cukup lama keduanya diam.
"Tidak. Rumahku sudah diperbaiki jadi aku tinggal di rumahku sendiri," jawab Cassandra.
"Kau pasti sering ke sana juga ya, karena jarak rumah kalian begitu dekat. Apalagi kalau kalian berteman baik. Sangat menyenangkan kalau ada teman baik yang tinggal di dekat rumah. Dulu aku juga punya sahabat baik yang tinggal di dekat rumah. Kami pergi dan pulang sekolah bersama. Sayangnya dia pindah ke kota dan aku kehilangan kontak dengannya," kenang Yun-bi. Cassandra hanya diam menyimak. Dia seperti ingat sesuatu tapi kepalanya jadi sakit saat dia berusaha mengingat.
"Ah, maaf aku jadi banyak bercerita," imbuhnya.
"Tidak apa-apa," ujar Cassandra berusaha nampak biasa.
"Apa Hyun Su sering ke sana? Maksudku mungkin kau pernah berpapasan dengannya di rumah Min Jun?" Yun-bi mengubah topik.
"Hanya jika dia butuh bantuan Min Jun saja," jawab Cassandra. "Yun-bi, apa kau benar-benar mencintai Hyun Su?"
Pertanyaan Cassandra membuat Yun-bi tertegun. "Ha? Jika aku tidak mencintainya aku tidak akan bersamanya seperti sekarang, kan?" jawab Yun-bi spontan.
"Iya juga. Kenapa aku bertanya seperti itu padamu?! Aku memang konyol!" gumam Cassandra.
"Ah, tidak apa. Sandra, lain kali kita harus jalan bersama lagi," ucap Yun-bi. Cassandra hanya tersenyum kecil.
bersambung.....