
"Hai, Yun-bi!" sapa Hyun Su.
Yun-bi menatap Hyun Su sekilas kemudian bertanya pada Siwon. "Siwon, apa maksudnya ini?"
"Maaf, Yun-bi. Orang yang ingin bicara denganmu adalah dia. Silahkan kalian bicara saja, jangan pedulikan aku. Aku tidak akan mendengar," jelas Siwon sambil memasang earphone yang sedang memainkan musik ke telinganya.
Yun-bi tak menjawab, dia tetap diam menunggu Hyun Su di sampingnya buka suara. Melihat ke luar jendela mobil, rintik hujan mulai turun.
Tanpa basa-basi Hyun Su langsung menjelaskan masalahnya pada Yun-bi.
"Yun-bi, aku minta maaf soal di club. Dan juga tentang hari itu!" ucapnya.
"Tidak perlu diungkit lagi. Lagi pula kau dan Siwon nampaknya baik-baik saja," jawab Yun-bi agak tak peduli.
"Bukan itu masalahnya. Aku hanya ingin menjelaskan tentang kesalahpahaman kita. Selama ini kau sudah salah sangka," Hyun Su menjelaskan.
"Lalu, apa yang bisa kau jelaskan?" tanya Yun-bi setengah berteriak. Dia ingat ada Siwon di depan. Dia melihat Siwon yang fokus mengemudi dari kaca dashboard.
"Yun-bi, wanita yang kau lihat bersamaku itu adalah mantan pacarku. Waktu itu dia memang datang mencari ku. Tapi aku dan dia tidak melakukan apa pun. Dia ingin memperbaiki hubungan kami kembali, aku langsung menolaknya karena aku sudah memiliki dirimu. Yang kau lihat waktu itu adalah aku yang sedang mengantarnya sampai ke pintu depan. Hanya itu saja." Hyun Su menjelaskan dengan sungguh-sungguh. Yun-bi hanya diam saja.
"Yun-bi, percayalah!. Aku hanya mencintaimu!" jawab Hyun Su. Wajahnya begitu serius.
"Cinta?! Kalau kau memang mencintai ku, kenapa kau bisa memeluk Cassandra di depanku? Dan kau bahkan tidak pernah datang mencari ku untuk menjelaskan semuanya," tuduh Yun-bi masih sulit percaya.
"Itu karena aku cemburu melihatmu sangat dekat dengan Siwon. Aku marah saat dia mencium mu sehingga aku memukulnya. Aku sudah membuat kekacauan dengan rasa cemburuku. Bahkan Cassandra marah padaku. Aku tidak mencari mu karena kau tidak pernah mau mengangkat telepon atau membalas pesanku. Kau seperti menghindar! Bagaimana aku menemui mu jika membalas pesanku saja kau tidak mau?! Sekarang aku hanya bisa menjelaskan semuanya padamu berharap kau bisa memaafkan aku! Dan ...." Hyun Su menghentikan kalimatnya.
"Dan apa?" tanya Yun-bi galak.
"Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Bisakah kita kembali bersama lagi?" jawab Hyun Su penuh harap.
"Aku masih tidak begitu yakin. Apa kau bisa di percaya!?" tanya Yun-bi meragukan pernyataan Hyun Su.
"Yun-bi, aku tidak membohongimu! Aku juga sudah mengatakan pada mantan pacarku untuk tidak mencariku lagi!" Hyun Su meyakinkan.
"Yun-bi ...," Hyun Su nampak memohon.
Setelah diam berpikir beberapa saat, Yun-bi berkata, "Satu kesempatan lagi."
"Sungguh?!" tanya Hyun Su.
"Ya!" jawab Yun-bi
Hyun Su langsung meraih tangan Yun-bi dan mengecupnya. "Terima kasih, Yun-bi!"
Yun-bi hanya menatap Hyun Su yang langsung mengembangkan senyum. Hyun Su menepuk bahu Siwon. Memberi isyarat agar dia boleh melepas earphone-nya.
"Aku dan Yun-bi sudah berbaikan," kata Hyun Su.
"Benarkah?" tanya Siwon sambil melepas earphone satunya.
"Ya. Semua ini berkat bantuanmu. Terima kasih, Siwon!" jawab Hyun Su langsung merangkul leher Yun-bi. Yun-bi hanya tersenyum kecil.
"Hem, baguslah!" gumam Siwon sambil menyunggingkan senyum kecil.
...☂️☂️☂️...
Yun-bi nampak bersemangat pagi ini. Dia berjinjit di belakang Aira yang sedang sibuk. Tiba-tiba dia menepuk pundak Aira mengagetkannya.
"Kya ... Astaga, Yun-bi! Kau hampir membuat jantungku lepas!" seru Aira.
"Ahahahah ...." Yun-bi tertawa lepas.
"Tidak lucu!" Aira mencubit lengan Yun-bi.
"Auw ... sakit! Aku kan hanya bercanda!" ujar Yun-bi.
"Aku juga bercanda!" balas Aira.
"Ngomong-ngomong Aira, ramalanmu ternyata tepat," kata Yun-bi.
"Ramalan apa? Aku bukan peramal!" tanya Aira.
"Ha ... dasar pelupa! Seperti yang kau katakan, mantan pacarku datang menemui ku. Dia meminta maaf padaku dan mengajak berbaikan. Benar semua ini cuma salah paham," terang Yun-bi.
"Serius? Jadi, apa jawabanmu?" tanya Aira.
"Aku memberinya kesempatan. Jadi kami berbaikan," jawab Yun-bi.
"Sudah kuduga!" ucap Aira. Dia nampak tidak terkejut.
"Kau pasti akan berbaikan dengannya dan menerima dia kembali. Selamat ya!" jelas Aira.
"Hm, Kau bukannya memberikan selamat saat aku pacaran tapi selamat saat berbaikan?!" protes Yun-bi.
"Heh, siapa suruh punya pacar diam-diam," balas Aira. Yun-bi hanya terkekeh.
.......
.......
.......
Sore ini Hyun Su janjian dengan Yun-bi bertemu di halte untuk berjalan pulang bersama. Tidak setiap hari keduanya bertemu. Kadang Hyun Su juga di kejar oleh pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Tak terasa sudah satu bulan lebih hubungan mereka berjalan. Sore ini sepulang bekerja Yun-bi janjian bertemu Hyun Su di rumah Min Jun. Seperti biasa Min Jun adalah partner kerja relawan Hyun Su.
"Hyun Su sangat tidak berperasaan! Bayangkan Yun-bi, selama ini aku membantunya menyelesaikan pekerjaannya. Tapi dia tidak pernah memberiku upah sama sekali!" Min Jun mengadu pada Yun-bi.
"Jangan bicara sembarangan! Bukankah aku sering mentraktirmu makan?!" protes Hyun Su. Yun-bi tertawa melihat pertengkaran kecil mereka.
Sunny mengintip Yun-bi diam-diam hanya sekedar ingin tahu seperti apa Yun-bi itu.
...☂️☂️☂️...
Gemerlap lampu disco disertai beat musik menyambut kedatangan Hyun Su di club Vera. Bersama Min Jun dan Siwon di sana. Mereka duduk di tempat yang agak terpojok. Hyun Su memisahkan diri. Pria itu berjalan ke meja bar. Dia memesan segelas minuman pada Bartender. Sang Bartender menyodorkan minuman yang di pesan dan dia langsung meminumnya. Agak jauh di sebelahnya duduk seorang wanita. Wanita itu memanggil Bartender. Suara wanita itu terdengar tidak asing di telinganya. Dia pun berpindah dan duduk di dekat wanita itu. Dia memperhatikan dari samping wajah wanita itu. Wanita itu masih tak sadar diperhatikan oleh Hyun Su.
"Cassandra?!"
Cassandra menoleh. "Oh, kau rupanya," ujarnya tak tertarik sembari mengalihkan pandangan.
Minuman yang dia pesan datang dan langsung menghabiskannya sekali teguk.
"Kau sudah lama di sini?" tanya Hyun Su. "Dan rambutmu ...." Ia melihat rambut Cassandra yang sudah di cat hitam.
"Tidak begitu! Aku merasa warna pink membuat wajahku semakin pucat," jawab Cassandra. Dan kembali menyesap minuman.
"Bagaimana kabarmu? Sudah lama aku tidak melihatmu," Hyun Su berbasa-basi.
Cassandra tersenyum sungging. "Aku tidak menyangka akan melihatmu lagi di sini. Dengar-dengar kau sudah berbaikan dengan pacarmu," ujar Cassandra keluar dari topik.
"Apa kau masih marah padaku tentang kejadian itu?" tanya Hyun Su serius.
"Aku hanya merasa kau terlalu kekanak-kanakan. Aku tidak suka pria yang senang mempermainkan perasaan wanita," jawab Cassandra dan menghabiskan minumannya lagi. Dia memanggil Bartender lagi dan memesan minuman yang sama.
"Aku tidak mempermainkan siapa-siapa. Aku minta maaf tentang kejadian itu. Tapi aku tak berniat untuk mempermainkan siapapun," Hyun Su membela diri.
"Kau bukan wanita dan kau tidak akan pernah tahu. Sangat tidak masuk akal melukai seorang teman hanya karena mencium mantan pacarnya," ungkit Cassandra. Dia kembali menghabiskan minuman dengan sekali teguk.
"Cassandra, Aku tidak datang untuk bertengkar denganmu!" kata Hyun Su berusaha tetap tenang.
Cassandra menatap Hyun Su dengan serius. "Kau pikir tujuanku kemari juga begitu? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," balasnya. Dan ia minum lagi.
"Aku tidak tahu apa yang kau katakan. Berhentilah minum! Kau sudah mabuk!" tuduh Hyun Su.
"Aku tidak mabuk! Lagi pula aku memang mengatakan hal yang sebenarnya! Kenapa? Apa kau memang merasa seperti itu?" tantang Cassandra. Ia melototi Hyun Su dengan mata bulatnya.
Hyun Su juga menatapnya. Saat itu Siwon hendak ke meja bar. Namun begitu melihat Hyun Su dan Cassandra di sana dia mengurungkan niatnya. Dia duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari sana untuk memperhatikan mereka.
Cassandra menyunggingkan senyum. "Aku rasa jawabannya iya!" cibirnya. Dia lalu memutar kepalanya menatap ke tempat lain.
"Aku tidak tahu apa yang salah denganmu hari ini. Tapi ku rasa obrolan kita sudah cukup. Aku sudah minta maaf padamu. Dan sekali lagi berhentilah minum! Kau sudah mabuk!" balas Hyun Su. Kemudian menghabiskan sisa minumannya dan berbalik pergi. Tak disangka Cassandra kembali memanggilnya. "Tunggu!"
Hyun Su berhenti dan saat dirinya berbalik Cassandra sudah berada tepat di depannya. Cassandra langsung mencium bibirnya. Hyun Su tak bisa menghindar. Namun tak lama setelahnya tubuh Cassandra tiba-tiba ambruk. Untung Hyun Su sigap menahan tubuhnya sebelum jatuh. Siwon kaget melihat kejadian itu. Melihat Cassandra yang sudah ambruk dia mendekati mereka.
"Sepertinya dia mabuk berat!" jelas Hyun Su.
Siwon tak mengatakan sepatah katapun. Kedua pria itu langsung membawa Cassandra ke mobil. Siwon mengambil alih membawa Cassandra pulang. Dia menyuruh Hyun Su kembali memberitahu Min Jun. Sebelum Hyun Su pergi dia berkata dengan pelan, "Aku agak menyesal telah membantumu."
Hyun Su hanya diam saja. Siwon langsung masuk ke dalam mobil. Dia mulai mengemudi membawa Cassandra pulang ke rumah.
bersambung...