
Cassandra membuang muka pada Harlem kemudian masuk menemui ayahnya. Siwon menunjuk ke dalam menyuruh Harlem untuk ikut menyusul ke dalam.
Cassandra menghabiskan waktunya di toko Tuan Kim. Dia di tahan oleh Tuan Kim agar tidak cepat pergi, akhirnya berada di toko bersama Tuan Kim dan Harlem hingga malam. Setelah tutup toko, dia dan Harlem di ajak oleh Tuan Kim ikut makan malam bersama di rumah. Tuan Kim memang mengetahui kedekatan antara Harlem dengan putrinya. Meski baru pertama kalinya bertemu, Tuan Kim langsung menyukai pria sederhana itu. Sampai sesi makan malam berakhir Harlem dan Tuan Kim masih asyik mengobrol. Sedangkan Cassandra nampak kebosanan. Tuan Kim memaksa Harlem menginap di rumahnya saja tapi Harlem menolak dan memilih kembali ke hotel tempat dia menginap. Cassandra kembali dipaksa Tuan Kim untuk mengantar Harlem kembali ke hotel.
"Sandra, Aku senang sekali bisa bertemu ayahmu. Kau punya ayah yang sangat baik. Dan ini makan malam terbaik yang pernah ku nikmati," puji Harlem.
"Jadi, kapan kau akan pulang ke HK?" tanya Cassandra tak peduli.
"Aku akan pulang setelah kita bertunangan!" jawab Harlem.
Cassandra menghentikan mobilnya secara mendadak. Untung saja jalanan saat itu sepi. Harlem spontan kaget.
"Sandra, kenapa berhenti mendadak di sini? Ini sangat berbahaya! Kita bisa ditabrak oleh mobil di belakang!" seru Harlem.
"Turun!" suruh Cassandra.
"Sandra?" Harlem tak mengerti.
"Turun sekarang juga! Ke luar dari mobil!" perintah Cassandra sekali lagi.
Harlem yang masih kebingungan mau tak mau menurut. Setelah Harlem keluar dari mobil, Cassandra langsung tancap gas meninggalkannya.
"Ada apa dengannya?" Harlem kebingungan.
Dia terpaksa menunggu taksi di tengah jalan.
...☂️☂️☂️...
Pengunjung cafe hari ini cukup banyak. Yun-bi sudah kembali masuk kerja. Saking sibuknya sampai tak ada kesempatan berbicara dengan Aira. Jam pulang tiba dan Aira pulang bersamanya. Tidak langsung pulang, Aira mengajak Yun-bi duduk-duduk di kedai makan terbuka sambil menikmati kudapan.
Saat sedang menikmati kudapan mereka, Siwon datang. Dia langsung bergabung dengan kedua wanita itu.
"Annyeong, sudah di sini rupanya!" kata Siwon.
"Bagaimana kau tahu kami di sini?" tanya Yun-bi heran.
"Aku memberitahunya!" jawab Aira.
"Hah?" seru Yun-bi berbalik menatap Aira.
"Siwon bilang sudah lama tidak bertemu denganku, mumpung ada kesempatan jadi menyempatkan diri untuk berkumpul bersama. Dia juga ingin mempererat hubungan pertemanan denganmu!" Aira menjelaskan pada Yun-bi.
"Aku?!" ujar Yun-bi.
"Ah, Aira jangan menambah-nambahkan. Kita jarang memiliki waktu untuk berkumpul bersama. Makanya mengajak kalian bertemu di sini," jelas Siwon.
"Hm, begitu," gumam Yun-bi.
Sambil menikmati kudapan dan ditemani minuman, ketiganya melanjutkan obrolan dengan berbagai macam hal. Dari sini Siwon dan Yun-bi saling bertukar nomor telepon.
...☂️☂️☂️...
Usai mengunjungi Tuan Kim di toko, Cassandra pergi ke rumah Min Jun. Dia membawa beberapa bungkus makanan siap saji untuk temannya yang ada di sana. Rumah masih sepi padahal sudah siang. Min Jun baru keluar dari kamar mandi. Sedangkan Sunny muncul dari kamarnya. Cassandra meletakkan makanan yang di bawanya ke atas meja makan.
"Makanan untuk kalian!" kata Cassandra.
"Terima kasih, cantik!" balas Min Jun. Tanpa segan dia langsung mengambil salah satu bungkusan itu.
"Ya, Ya," sahut Cassandra sambil memutar matanya.
"Asyik, makan enak! Sering-sering saja ya, eonni!" ujar Sunny.
Cassandra menyeringai. "Di mana ucapan terima kasihmu, anak kecil?! Enak saja sering-sering!" sungutnya.
"Terima kasih, eonni Cassandra yang cantik dan baik hati!" puji Sunny dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.
"Sama-sama, adik manis!" balas Cassandra yang juga senyumnya dibuat tak kalah manis.
"Ada apa ini? Pagi-pagi sudah berisik," kata Hyun Su yang baru muncul. Dia menguap dengan lebar di depan ketiga temannya.
"Oppa, tetap keren meski pun belum mandi," puji Sunny dengan mata berbinar.
"Cih ... Keren apanya, jorok dan bau begitu!" cibir Cassandra.
Hyun Su menyunggingkan senyum sembari mengacak rambut Sunny. Dengan gontai melangkah ke kamar mandi.
"Cass, aku dengar mantan pacarmu dari HK datang mencarimu, ya?" tanya Min Jun tiba-tiba. Hyun Su yang hendak masuk ke kamar mandi memelankan langkah bermaksud untuk mendengar.
Cassandra melotot pada Min Jun. "Bukan urusanmu!" jawabnya ketus.
"Aku kan cuma tanya! Kenapa harus marah, sih!" ujar Min Jun. Dia tak bertanya lagi dan makan dengan lahap.
'Sialan, Min Jun! Dari mana dia tahu?' batin Cassandra.
.......
.......
.......
.......
Cassandra sedang menonton tv saat Hyun Su muncul dengan rambut basah. Dia duduk di sofa lain sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kau tidak bekerja hari ini?" tanya Cassandra tanpa menoleh padanya.
"Sedang menyelesaikannya bersama Min Jun," jawab Hyun Su.
"Ohh...,"gumam Cassandra.
"Bagaimana hubunganmu dengan mantan pacarmu sekarang?" tanya Hyun Su.
Cassandra menoleh. "Kenapa kau ingin tahu?"
"Hanya sekedar bertanya. Aku dengar dia mencarimu," jawab Hyun Su berlagak cuek.
"Kau cemburu?" tuding Cassandra.
"Aish ... Cemburu? Sorry ya, nona sok cantik, aku tidak pernah cemburu padamu," balas Hyun Su dengan angkuh.
Cassandra memalingkan wajah sambil menyunggingkan senyum. Hanya sekejap senyum itu hilang saat rasa sakit di kepalanya tiba-tiba muncul. Dia langsung beranjak dari hadapan Hyun Su.
Dia bersembunyi di kamar mandi sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Mencengkeram kepalanya yang seperti ditikam ribuan paku. Hingga sakit itu menghilang dengan sendirinya. Tubuh Cassandra gemetaran. Dia terisak sambil menutup mulutnya. Dia semakin takut dengan rasa sakit ini. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Cassandra menghapus sisa air matanya kemudian menjawabnya.
"Siwon, aku tidak bisa ke sana. Suruh dia kembali ke negerinya saja!" kata Cassandra langsung menutup telepon.
Harlem mencarinya kembali di toko Tuan Kim tapi kali ini Siwon yang diminta menghubunginya karena Cassandra tak pernah mau mengangkat telepon darinya.
Setelah merapikan diri barulah Cassandra keluar dari kamar mandi. Dengan cuek berjalan melewati Hyun Su yang menatapnya agak aneh. Cassandra tak menghiraukannya.
...☂️☂️☂️...
Cassandra kembali menemui dokter. Dia meminta resep obat penghilang rasa sakit, tapi dokter mengatakan obat tidak mampu menghilangkan rasa sakit itu.
"Kim Sora-ssi, kau harus segera mengambil tindakan. Sebelum sel tumor menyebar ke bagian lain. Kita harus segera mengangkatnya dengan jalan operasi!" jelas dokter.
"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" tanya Cassandra.
"Kau harus segera melakukan pengobatan sebelum terlambat!" dokter menegaskan.
"Akan aku pikirkan lagi! Setelah berbicara dengan keluargaku," Cassandra berkata dengan tenang.
Dia keluar dari ruangan dokter begitu saja. Dia masih tidak bisa memercayai hal ini.
'Oh, kenapa harus aku? Apa aku harus memberi tahu Appa? Ia pasti akan sangat sedih. Aku harus kuat. Ya, Aku akan baik-baik saja!' batin Cassandra.
bersambung...