Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#DUA PULUH SEMBILAN



Ingatan singkat Siwon saat mengobrol dengan Cassandra kemarin.


Cassandra dan Siwon sedang duduk di ruang tengah.


"Apa kau sengaja pergi untuk menghindari Yun-bi?" tanya Siwon.


"Kenapa aku harus menghindari Yun-bi?" Cassandra balik bertanya.


"Supaya kau tidak bertemu lagi dengannya, tanpa perlu menjelaskan apa-apa," tebak Siwon.


"Atau supaya dia dan Hyun Su dapat berbaikan kembali?" Cassandra menatap Siwon dan melanjutkan, "Aku tidak sepicik dan sebaik itu. Lagi pula aku sudah menulis surat permohonan maaf kepadanya."


"Jadi?" Siwon masih penasaran.


"Apa aku harus mengatakan semuanya secara terperinci padamu? Aku pikir kau tidak akan lebih protektif dari Appa," ujar Cassandra.


Siwon merasa tidak enak. Benar, ayahnya saja tidak bertanya banyak. "Tidak perlu jelaskan. Aku percaya padamu!" kata Siwon mengalah. Dia beranjak dari tempat duduknya.


"Kau percaya atau mengejekku?" tanya Cassandra merasa menang.


"Aku percaya, percaya saja, Kim Sora!" balas Siwon sambil melangkah pergi.


...☂️☂️☂️...


Siwon dan Yun-bi tiba di bandara. Keduanya bergegas menuju ke ruang tunggu penumpang. Sambil mengedarkan pandangan, mencari di antara orang-orang yang berlalu lalang. Keduanya sudah berjalan berputar-putar tapi belum menemukan keberadaan Cassandra. Yun-bi hampir putus asa.


"Mungkin kita terlambat," desahnya.


"Jangan menyerah dulu, Yun-bi!" Siwon menyemangati.


Keduanya kembali berjalan. Saat itu tanpa sengaja Siwon melihat sosok Harlem berjalan di depan menuju terminal area keberangkatan.


"Di sana!" Siwon segera menarik Yun-bi untuk mengejarnya.


"Harlem!" seru Siwon sambil menerebos keramaian.


Sayangnya Harlem tidak mendengar dan terus berjalan.


"Harlem! Tunggu!" teriak Siwon sekali lagi sambil berlari.


Merasa ada yang memanggil namanya, Harlem berhenti, menoleh ke kanan-kiri tapi tidak ada yang dia kenal. Dia pun melanjutkan perjalanannya.


"Aish...," keluh Siwon. Dia hendak kembali mengejar Harlem namun Yun-bi menahannya sementara untuk mengambil nafas.


"Sebentar. Hah ... hah ...." Yun-bi nampak kelelahan.


"Kalau begitu tunggu di sini! Biar aku yang mengejarnya!" kata Siwon.


Yun-bi mengangguk. Siwon pun segera berlari mengejar Harlem. Yun-bi memutuskan berjalan menepi sambil memperhatikan tempat tadi kalau-kalau Siwon kembali. Yun-bi berjalan dengan lunglai. Dia tidak berharap banyak kalau Siwon akan berhasil mengejar pria itu. Kalau pun tidak berhasil bertemu Cassandra hari ini juga tidak apa-apa. Dia akan menunggu Cassandra kembali. Yun-bi sedang berjalan menatap lantai saat tiba-tiba sepasang kaki menghadang langkahnya.


.......


.......


.......


.......


Yun-bi sedang duduk sendiri di ruang tunggu. Siwon menghampiri Yun-bi dengan nafas ngos-ngosan. Dia berlutut di depan Yun-bi. Dengan wajah sesal berkata, "Yun-bi, maaf. Aku tidak berhasil menemukan Cassandra. Ternyata orang yang ku kejar tadi adalah orang lain. Pesawat menuju HK juga sudah lepas landas. Maaf, karena aku, kau jadi tidak bisa bertemu Cassandra."


Yun-bi tersenyum. "Kau tidak perlu minta maaf, Siwon. Berkat kau, aku bisa bertemu dengan Cassandra walau pun hanya sebentar. Gomawo! Ayo, sekarang kita pulang," kata Yun-bi. Dia beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan.


Sementara Siwon masih nampak kebingungan. Dia berdiri mengejar Yun-bi. "Jadi, kau bertemu dengannya?"


Yun-bi tersenyum dan mengangguk.


.......


.......


.......


Yun-bi mengangkat kepalanya, menatap sepasang kaki yang berdiri menghadang jalannya. Untuk beberapa saat dia tertegun melihat orang yang berdiri di depannya. Namun Yun-bi langsung memeluknya.


"Kim Sora! Aku tahu kau tidak mungkin melupakan ku!" kata Yun-bi.


"Maafkan aku, Yun-bi! Seharusnya aku mengenalimu lebih cepat, sehingga tidak akan pernah terjadi hal seperti ini," ujar Cassandra.


"Tidak, Sora. Ini bukan salahmu!" jawab Yun-bi.


"Apa kau mau memaafkan ku?" tanya Cassandra.


"Aku sudah memaafkan mu, Sora!" Yun-bi melepas pelukannya. "Kedepannya tidak boleh meminta maaf untuk hal ini atau mengungkit masalah ini lagi," lanjutnya.


"Baiklah, sahabatku yang baik! Tapi Yun-bi, kenapa kau ada di sini?" tanya Cassandra bingung.


"Aku sengaja datang ke sini untuk bertemu denganmu. Aku pikir aku terlambat. Untunglah aku masih sempat mengantarmu pergi. Sora, kenapa kau mendadak pergi secepat ini?" jelas Yun-bi.


"Ada pekerjaan yang harus ku selesaikan, Yun-bi. Dan lagi seseorang membutuhkan ku di sana," jawab Cassandra sambil tersenyum.


Tiba-tiba Harlem datang. "Sandra, kita harus segera naik ke pesawat!"


"Iya, sebentar! Kita pamitan pada sahabat ku dulu!" jawab Cassandra pada Harlem.


"Yun-bi, ini Harlem Wang, tunanganku!" Cassandra mengenalkan Yun-bi pada Harlem.


"Hello!" sapa Harlem ramah.


"Hello, aku Seo Yun-bi!" balas Yun-bi.


"Sora, jaga dirimu baik-baik di sana! Kalau kau kembali, kau harus ingat untuk menemui ku. Kali ini kau tidak boleh ingkar janji lagi. Aku akan marah kalau kau lupa lagi padaku. Sesampai di sana kau juga harus menghubungi ku. Ini nomor ponselku!" pesan Yun-bi sambil menyodorkan secarik kertas.


Cassandra menerima kertas itu. "Aku tidak akan lupa, Yun-bi. Kali ini aku pasti akan berusaha mengingatnya. Jika aku pulang nanti, kita harus pergi jalan dan berbelanja, oke!" janji Cassandra. Yun-bi mengangguk.


"Jaga dirimu baik-baik juga! Apa kau datang sendiri?" tanya Cassandra.


"Tidak, Siwon mengantarku ke sini. Tadi dia ...."


"Ah anak itu, biarkan saja! Aku dan Harlem harus segera pergi. Sampai bertemu lagi, Yun-bi!" pamit Cassandra sambil memeluk Yun-bi.


"Ingat, hubungi aku!" Yun-bi mengingatkan.


Cassandra mengangguk. Dia menarik kopernya dan melambaikan tangan pada Yun-bi. Yun-bi membalas lambaiannya dengan perasaan sedih. Menatap Cassandra yang berjalan semakin jauh.


"Kita baru saja bertemu setelah bertahun-tahun lamanya, sekarang harus berpisah lagi!" batin Yun-bi.


Sementara dalam pikiran Cassandra, "Maaf Yun-bi, aku tidak tahu apa aku masih bisa pulang untuk memenuhi janji itu! Jika tidak, setidaknya aku bersyukur sempat bertemu denganmu untuk yang terakhir kali."


Diam-diam Cassandra berurai air mata. Harlem yang berjalan di sampingnya, tahu dengan kesedihan Cassandra. Dia mengusap bahu Cassandra, mengingatkannya bahwa dirinya akan tetap berada di sisinya.


...☂️☂️☂️...


Dalam perjalanan pulang dari bandara, Yun-bi menceritakan pertemuannya dengan Cassandra pada Siwon. Siwon ikut senang mendengarnya.


"Untunglah kalian sempat bertemu. Aku benar-benar bodoh, mengira salah orang sampai mengejar orang itu dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa," kata Siwon sambil menahan tawa mengingat tingkah konyolnya.


"Hahaha ... tidak apa-apa. Kau sudah berusaha," ujar Yun-bi. "Siwon."


"Em?" Siwon menatap Yun-bi sebentar.


"Terima kasih untuk hari ini! Dan maaf sudah merepotkan mu," ucap Yun-bi.


"Ah, itu tidak merepotkan ku sama sekali! Aku senang bisa membantumu," balas Siwon.


"Yun-bi, jika ada apa-apa kau boleh meminta bantuan ku. Aku tidak keberatan direpotkan olehmu," kata Siwon sembari bercanda.


Yun-bi hanya tersenyum kecil.


bersambung........