
"Hyun Su, bukankah kau sudah putus dengan Yun-bi?! Kenapa kau menyerang Siwon karena mereka bersama?" tanya Cassandra.
Hyun Su hanya diam saja. Cassandra mendengus kesal. "Apa kau juga memelukku hanya untuk membuat Yun-bi cemburu? Apa yang kau pikirkan? Kau tidak bisa mempermainkan perasaan wanita seperti itu! Dan kau tidak hanya mempermainkan Yun-bi tapi juga aku!" teriak Cassandra kemudian ia pergi dengan marah.
Suasana sudah kembali normal. Tapi Hyun Su masih berdiri dalam diam. Akhirnya dia kembali ke tempat duduknya. Dengan kasar melemparkan diri dan meneguk habis sisa minumannya. Hanya Min Jun yang masih berada di sana.
"Kau nampak kacau," ujar Min Jun.
"Lebih dari kacau," jawab Hyun Su. Dia menuang minumannya ke gelas dan meminumnya lagi.
"Aku juga merasa lucu. Kenapa kau marah saat Siwon mencium Yun-bi? Seharusnya Yun-bi lah yang berhak marah," kata Min Jun dengan tawa kecil.
"Aku tidak tahu," dengus Hyun Su. Dia masih sedikit emosi.
"Kau cemburu? Aku sarankan kau temui Yun-bi lalu jelaskan semuanya. Bila memang kau masih memiliki perasaan padanya. Permainan seperti ini tidak ada gunanya. Cassandra saja sampai marah seperti itu," Min Jun menyarankan.
Hyun Su diam saja mendengar ucapan temannya yang mungkin sedikit ada benarnya.
"Di mana Siwon dan lainnya?" tanya Hyun Su.
"Siwon sudah pulang. Yang lainnya ada di meja sebelah sana," jawab Min Jun. Hyun Su pun beranjak dari tempat duduknya.
"Hyung, jangan cari masalah lagi!" Min Jun mengingatkan. Hyun Su tak menggubrisnya.
...☂️☂️☂️...
Keesokan pagi, Yun-bi terbangun dengan kepala yang masih terasa pusing. Aira menyiapkan sarapan kemudian menyodorkan sepiring untuk Yun-bi.
"Makanlah, supaya cepat baikan," kata Aira. Yun-bi menurut saja.
"Aku sudah dengar apa yang terjadi semalam dari Siwon," lanjutnya.
Yun-bi menghentikan kegiatan makannya. Dia menatap Aira sebentar.
"Aku rasa dia tidak suka Siwon menciummu!" Aira berpendapat.
"Dia tidak punya hak untuk tidak suka. Aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa," jelas Yun-bi.
"Itu artinya dia masih punya perasaan padamu. Meskipun kalian sudah putus. Jika dia sampai memukul Siwon hanya karena dia mencium mu, tak ada alasan lain selain cemburu," Kata Aira menurut pandangannya.
"Kalau dia cemburu tidak mungkin dia memeluk wanita lain di depanku," kata Yun-bi.
"Dia memeluk wanita itu juga pasti untuk membuatmu cemburu. Yun-bi, kau meninggalkannya tanpa memberinya kesempatan untuk menjelaskan. Bisa saja terjadi kesalahpahaman di antara kalian. Sebenarnya kalian berdua masih saling mencintai. Hanya saja mantan pacarmu itu terlalu gengsi untuk menemui mu dan menjelaskan semuanya secara langsung," terang Aira.
"Sejak putus aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Baru semalam aku melihatnya di club itu," kata Yun-bi.
"Tidak apa-apa. Aku pikir setelah kejadian semalam cepat atau lambat dia pasti akan menemuimu," Aira meramalkan.
"Mana mungkin!" Yun-bi tak percaya.
Aira mengangkat bahu. Kemudian berkata, "Aku pikir begitu. Tapi tidak menjamin!"
Aira tiba-tiba memberi pertanyaan menggoda.
"Apa ciuman Siwon tidak mengubah perasaanmu?" Kemudian tertawa geli.
"Itu tidak memberikan arti apa-apa. Lagi pula Siwon tidak serius melakukannya! Aku yakin!" jawab Yun-bi ngotot.
"Iya, tapi kau menikmatinya," balas Aira semakin jadi. Yun-bi hendak memukulnya tapi Aira berhasil mengelak.
"Sebenarnya sudah berapa lama kau kenal Siwon?" tanya Yun-bi.
"Sudah sangat lama. Dia teman kecilku. Yah, dia lebih seperti adikku. Sejak ayahnya menikah lagi, aku tidak pernah bertemu dia lagi," Aira bercerita. Yun-bi mendengarkan sambil makan.
"Oh ... Berarti kalian cukup dekat," timpal Yun-bi.
"Ya, bisa di bilang begitu," jawab Aira. "Bagaimana kepalamu? Apa masih pusing?"
"Sedikit. Nampaknya aku tidak berbakat dalam urusan minum," jawab Yun-bi.
.......
.......
.......
Hari sudah siang, Hyun Su terbangun di lantai atas rumah Min Jun. Rasanya sudah lama dia tak pulang ke rumahnya yang sepi. Setelah merapikan diri, dia turun ke lantai bawah. Di dapur ada Min Jun yang sedang makan. Dia menawari Hyun Su tapi ditolak. Dia bertanya mengenai Cassandra.
"Dia belum datang," jawab Min Jun. Hyun Su pun berlalu.
Hyun Su sampai di pintu depan, kebetulan Siwon datang. Memar di wajahnya nampak begitu jelas. Hyun Su merasa tak enak melihatnya.
"Siwon, maaf soal kemarin," kata Hyun Su pelan.
"Tidak apa-apa," jawab Siwon biasa saja.
"Aku seharusnya tidak memukulmu tanpa alasan," kata Hyun Su.
"Sudahlah, tidak perlu dibahas. Aku tidak bermaksud macam-macam. Aku hanya membantu Yun-bi melupakan masalahnya sebentar. Santai saja," balas Siwon sambil menepuk bahu Hyun Su.
"Oh, aku baru dari rumah Cassandra. Sepertinya dia lebih butuh seseorang untuk menghiburnya," lanjut Siwon sambil berlalu.
.......
.......
.......
.......
.......
Hari telah sore, Aira pamit pulang kepada Yun-bi setelah melihat sahabatnya itu agak baikan.
Yun-bi kembali termenung di kamarnya memikirkan ucapan Aira tentang Hyun Su tadi siang.
'Benarkah Hyun Su cemburu saat Siwon mencium ku? Kalau ucapan Aira benar, berarti dia masih ada perasaan padaku. Tapi kenapa waktu itu dia tidak berusaha mengejar ku? Dia juga tidak mencariku secara langsung untuk menjelaskan semuanya. Sejak aku tidak membalas pesan dan teleponnya dia juga tidak pernah menggangguku lagi. Aku jadi bingung.'
...☂️☂️☂️...
Yun-bi kembali bekerja seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa hari ini. Satu hari berlalu begitu saja. Langit sore hari ini sangat gelap. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Dia mempercepat langkahnya.Tiba-tiba mobil Siwon berhenti di depan mencegat jalannya. Siwon keluar dari mobil.
"Yun-bi!" sapa Siwon.
"Ah, Siwon. Bibirmu ...," tanya Yun-bi karena bekas memar itu masih nampak jelas.
"Ini hanya luka kecil. Tidak apa-apa. Oh ya, aku minta maaf soal waktu itu," kata Siwon.
"Tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu dimaafkan," ujar Yun-bi.
"Begitu, ya!"
"Jadi, kau mencegat jalanku hanya untuk minta maaf?" tanya Yun-bi.
"Eh itu ... Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan! Bisakah kita bicara di mobil?" tanya Siwon. Dia menambahkan, "sekalian mengantarmu pulang!"
"Tidak bisakah bicara di sini saja?" tanya Yun-bi.
Suara petir tiba-tiba menggelegar. Siwon dan Yun-bi menatap awan di langit yang sudah gelap.
"Aku takut belum selesai bicara hujan sudah turun duluan. Ayolah, bukankah lebih baik bicara di mobil dan aku bisa sekalian mengantarmu pulang?" desak Siwon sembari bersiap membuka pintu belakang mobil.
"Em, baiklah!" Yun-bi mengalah.
Siwon tersenyum dan ia langsung membuka pintu belakang mobil untuk Yun-bi masuk. Tanpa Yun-bi ketahui rupanya ada Hyun Su yang sedang duduk di kursi belakang juga. Siwon segera menjalankan mobil sebelum Yun-bi sempat protes.