Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#TIGA PULUH DELAPAN



Hari sudah malam saat Siwon tiba di HK. Dia langsung menghubungi Harlem. Harlem datang menjemputnya di bandara. Di dalam perjalanan Harlem menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada Cassandra.


"Siwon, aku minta maaf tidak memberitahumu sejak awal. Cassandra memintaku merahasiakan hal ini dari kalian semua," jelas Harlem merasa tak enak.


"Tidak apa-apa. Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Siwon.


"Operasinya berhasil. Hanya tinggal menunggu dirinya sadar," jawab Harlem.


"Syukurlah!" ucap Siwon.


"Kau mau langsung ke rumah sakit sekarang?" tanya Harlem.


"Iya."


Harlem dan Siwon tiba di rumah sakit. Cassandra sudah dipindahkan dari ruang operasi ke kamar pasien. Keduanya langsung menuju ke kamar Cassandra. Siwon masuk ke dalam kamar VIP tersebut. Ada ruang tamu kecil lengkap dengan sofa panjang dan TV. Sementara ruang tidur pasien berada di balik ruang tamu dipisahkan dengan sekat dinding. Di samping tempat tidur pasien ada tirai untuk menutupi jika pasien merasa terganggu dengan keadaan di luar.


Siwon langsung berjalan ke ruang tidur pasien. Cassandra masih terbaring belum sadarkan diri di atas ranjang pasien. Siwon terus menatapnya. Topi Beanie berbahan wol nampak menutupi kepalanya yang sudah tidak lagi berambut. Perasaan sedih menyelimuti hati Siwon melihat kondisi sepupunya yang menjadi seperti sekarang ini. Mata Siwon nampak mulai berkaca-kaca.


"Hari sudah malam. Kalau kau mau, malam ini kau bisa menginap di rumahku," Harlem menawari.


Siwon mengerjapkan mata menghilangkan perasaan sedihnya.


"Terima kasih, Harlem. Malam ini, aku ingin di sini saja. Kau juga pasti sudah lelah setiap malam menjaga Cassandra. Malam ini biar aku yang di sini menjaganya. Kau pulang beristirahatlah!" katanya.


"Kalau kau berkata seperti itu, aku jadi merasa tidak enak padamu. Kau baru datang jauh-jauh kemari. Seharusnya mendapatkan tempat istirahat yang nyaman," ujar Harlem.


Siwon tersenyum kecil. "Tidak apa-apa. Cassandra juga sepupuku. Malam ini kau istirahatlah!"


"Kalau begitu malam ini aku titip Cassandra. Kau bisa meneleponku jika ada apa-apa atau jika kau membutuhkan sesuatu," pesan Harlem.


"Iya," Siwon mengangguk.


Harlem sudah pulang ke rumahnya setelah menghabiskan beberapa malam di rumah sakit. Kini tinggal Siwon sendiri berada di kamar pasien. Dia mengecek kondisi Cassandra sebentar. Setelah itu kembali ke ruang tamu dan membaringkan diri di sofa panjang.


Pagi menjelang. Sinar matahari nampak berusaha menerobos masuk melalui tirai jendela yang tertutup. Siwon membuka tirai jendelanya. Cassandra masih belum sadar. Dua orang perawat masuk ke dalam kamar untuk pemeriksaan. Siwon duduk di sofa menunggu.


...☂️☂️☂️...


Min Jun mencoba menelepon Siwon beberapa kali. Namun nomornya tidak aktif. Dia pun pergi ke toko Tuan Kim untuk bertemu dengannya. Sampai di toko, hanya ada Tuan Kim.


"Ajeossi, apa Siwon ada di sini? Aku meneleponnya beberapa kali tapi nomornya tidak aktif," tanya Min Jun.


"Siwon kemarin sore berangkat ke HK," jawab Tuan Kim.


"Apa? Kenapa tiba-tiba sekali?" seru Min Jun.


"Iya, katanya ada barang penting Sora yang tertinggal dan memintanya mengantar ke sana," jelas Tuan Kim.


"Wah, pasti barang yang penting sekali! Sampai-sampai Siwon harus langsung mengantarnya sendiri ke sana," tambah Min Jun.


"Sepertinya begitu. Ha ... anak muda sekarang, bilang mau pergi langsung pergi dengan cepat," ujar Tuan Kim.


"Hm, kalau begitu aku pergi dulu. Oh, apa *A*jeossi tahu kapan dia kembali ke Seoul?" pamit Min Jun.


"Aku tidak tahu. Dia tidak bilang akan pergi berapa lama," jawab Tuan Kim.


"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu! Annyeong...," pamit Min Jun.


...☂️☂️☂️...


Jari Cassandra perlahan bergerak. Dia menggerakkan kepalanya dengan sangat pelan. Siwon yang sedang berdiri menghadap jendela menoleh. Perlahan mata Cassandra terbuka. Siwon segera mendekat.


"Sora!" panggilnya.


Cassandra menyipitkan matanya oleh karena cahaya terang. Butuh waktu beberapa saat untuk matanya kembali beradaptasi dengan cahaya.


"Siwon?" ucap Cassandra pelan. Dia tak menyangka dengan kehadiran Siwon di sini. Namun dia masih terlalu lemah untuk menunjukkan keterkejutannya.


"Kenapa kau ada di sini?"


Siwon menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Cassandra.


"Aku menemukan hasil pemeriksaan medis milikmu dan langsung terbang kemari," jawabnya.


"Ah, aku pikir sudah menyembunyikannya dengan baik. Aku seharusnya membawanya. Apakah Appa juga sudah tahu tentang hal ini?" tanya Cassandra dengan lemah.


"Tidak. Kau tidak perlu cemas. Aku tidak bilang pada siapapun tentang hal ini. Aku bilang pada paman, ada barang penting milikmu yang tertinggal dan memintaku mengantarnya langsung ke sini," jelas Siwon.


"Oh, baguslah. Aku tidak ingin membuat Appa khawatir. Maaf, aku menyembunyikan ini darimu. Aku tidak ingin membuat semua orang cemas dan repot karena aku," ucap Cassandra.


"Kau ini bicara apa? Kau tidak menganggap aku sepupumu? Setidaknya kau bisa bicara kepadaku. Kenapa kau selalu menyimpan semuanya sendiri? Bahkan saat kau sakit pun kau tidak ingin orang lain tahu," kata Siwon.


"Kan sudah ku bilang, aku tidak ingin kalian semua cemas dan kerepotan," jelas Cassandra.


"Jadi, kau lebih memilih merepotkan Harlem dari pada sepupumu? Sora, sejak kecil kita tumbuh bersama. Kau seperti seorang kakak bagiku. Selama ini bukankah aku yang selalu merepotkan mu, paman dan juga bibi? Aku yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba melihatmu terbaring di rumah sakit seperti ini justru membuat kecemasanku bertambah," tutur Siwon menjelaskan bagaimana perasaannya. Cassandra hanya diam.


"Sora, kau tidak perlu menyimpan semuanya sendiri. Setidaknya kau bisa bercerita padaku. Aku tidak mungkin tidak membantumu." Siwon memegang tangan Cassandra.


"Maaf, Siwon. Lain kali aku tidak akan membuatmu cemas lagi," ucap Cassandra.


"Pegang kata-katamu!" kata Siwon.


Cassandra tersenyum sambil mengangguk.


"Sudahlah, jangan memikirkan apa-apa lagi. Yang paling penting sekarang kau harus sembuh!" ujar Siwon.


"Kau harus mendoakan kesembuhan ku!" ucap Cassandra sambil tersenyum.


"Pasti," balas Siwon sambil tersenyum.


Harlem baru datang. Dia langsung menemui Cassandra.


"Cassandra, kau sudah sadar! Akhirnya...," ucap Harlem. Dia begitu senang. Dia langsung mengecup kening Cassandra dengan lembut.


"Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang terasa tidak nyaman? Katakan padaku!" tanya Harlem.


"Tidak. Aku merasa baik seperti biasanya. Tidak perlu cemas, Harlem!" jawab Cassandra.


Melihat Harlem dan Cassandra bersama, Siwon memilih meninggalkan ruangan. Dia meninggalkan kamar Cassandra untuk memberi ruang bagi keduanya berbicara lebih banyak.


bersambung.....