Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#DUA PULUH TIGA



Hyun Su mengantar Cassandra sampai ke rumah orang tuanya. Tuan Kim biasanya tidak pulang secepat ini. Di rumah hanya ada dua orang asisten rumah tangga saja. Dia melangkah memasuki halaman rumah.


"Cassandra!" panggil Hyun Su. Sepanjang perjalanan Cassandra hanya diam saja.


"Terima kasih sudah mengantarku. Untuk sementara aku tidak ingin bertemu denganmu," kata Cassandra tanpa menoleh. Dia berjalan masuk ke dalam rumah. Hyun Su hanya terdiam di tempatnya.


Yuri membukakan pintu saat terdengar suara bel berbunyi. "Sora-ssi! Mari silahkan masuk!"


"Apa appa sudah pulang?" tanya Cassandra.


"Tuan belum pulang!" jawab Yuri.


Cassandra langsung berjalan menuju ke kamarnya lebih dulu. Pintu kamarnya tidak di kunci. Kamarnya pun masih tetap sama seperti saat dia masih tinggal di sini dulu. Tujuan Cassandra ke sini adalah untuk mencari pasangan bros angsa miliknya. Dia benar-benar telah melupakan kenangan kecilnya itu. Cassandra mulai mencari di dalam lemari.


"Sora-ssi!" suara lembut Bibi Jung terdengar dari pintu kamar.


Bibi Jung, seorang wanita paruh baya yang merawat Siwon dan Cassandra sejak ibu Cassandra sakit. Kini Bibi Jung bekerja sebagai asisten rumah tangga bersama Yuri.


Cassandra membalikkan wajah. "Bibi Jung!"


"Sora-ssi, apa yang kau cari?" tanya Bibi Jung melihat barang-barang yang berserakan di lantai.


"Hanya sebuah barang kecil. Sepertinya aku lupa di mana menyimpannya," jawab Cassandra.


"Apa perlu Bibi bantu mencarinya juga?"


"Tidak perlu. Aku hanya harus mengingatnya di mana aku menyimpannya dulu," tolak Cassandra.


"Cobalah ingat pelan-pelan. Nanti pasti akan ketemu," ucap Bibi Jung.


"Iya, Bi!"


"Sora-ssi, nanti sekalian makan malam di sini, ya! Aku akan masak makanan kesukaan Nona. Tuan juga pasti senang melihat Nona di sini," pinta Bibi Jung.


"Bibi tidak perlu repot-repot. Makanan apa pun pasti akan ku makan," ujar Cassandra.


"Sama sekali tidak merepotkan. Lagi pula Nona jarang pulang ke sini untuk sekedar makan. Jadi mumpung Nona sekarang ada di sini, aku akan menyiapkannya untuk Nona," ujar Bibi Jung kemudian berjalan meninggalkan kamar.


Cassandra hanya tersenyum sambil terus mencari. *Nging...*


"Aduh!" Cassandra langsung menjatuhkan kotak di tangannya dan memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit. Kotak itu jatuh ke atas lantai dengan tutupnya yang seketika terbuka. Isi di dalam kotak pun ikut terpental ke luar.


Benda berkilau yang terpental ke luar dari kotak tergeletak di atas lantai. Begitu rasa sakit kepalanya mereda, Cassandra berjongkok memungut benda berkilau itu. Ternyata itu bros angsa yang sedang dia cari. Cassandra mengeluarkan bros angsa milik Yun-bi dari sakunya. Bros yang sama persis.


"Kenapa aku bisa sampai melupakan hal sepenting ini?" tanyanya pada diri sendiri.


Cassandra menatap sepasang bros itu. Dia kembali teringat sesuatu. Kristal pada badan bros angsa itu dapat dilepas. Ketika kristal itu dilepas nampak lah foto Sora bersama Yun-bi yang sedang tersenyum.



Inilah yang membuat bros angsa itu berbeda. Dan dia sendiri yang memotong foto mereka dan memasukannya ke dalam. Namun dia tidak pernah mengatakan rahasia kecil ini kepada Yun-bi. Setelah waktu yang lama, dia justru harus bertemu sahabat masa kecilnya dengan cara seperti ini.


"Maafkan aku, Yun-bi! Aku benar-benar tidak tahu. Aku bahkan sudah melupakanmu!" Cassandra menangis sambil mendekap bros itu.


Tuan Kim pulang. Dia sangat senang saat Yuri memberitahunya Cassandra pulang dan ada di kamar. Tuan Kim segera menemui putrinya. Namun dia terkejut saat mendapati putrinya tengah menangis di kamarnya.


"Sora, ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" Tuan Kim nampak cemas. Dia segera memeluknya.


"Appa..."


Tuan Kim melihat sepasang bros yang dipegang Cassandra. Tuan Kim memang tahu tentang bros itu.


'Apa terjadi sesuatu antara dia dan Yun-bi?' batin Tuan Kim. Dia berusaha menghibur Cassandra tanpa bertanya apa masalahnya.


.......


.......


.......


"Kau masih punya soju?" tanya Siwon.


"Ada di kulkas," jawab Min Jun tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel.


Siwon beranjak mengambil dua botol soju dari kulkas dan kembali duduk di sofa. Dia membuka tutup soju dan langsung meminumnya.


"Nampaknya kusut sekali!" ejek Min Jun.


"Apa Cassandra datang kemari?" tanya Siwon mengabaikan ejekan Min Jun.


"Tidak ada," jawab Min Jun yang masih asyik dengan game di ponselnya.


Siwon menghela nafas. Dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan mata.


.......


.......


.......


.......


"Apa yang terjadi, Sora?" tanya Tuan Kim dengan lembut setelah Cassandra mulai tenang.


"Appa, dulu aku dan sahabatku pernah berjanji untuk tidak saling melupakan. Kami berjanji untuk bertemu kembali suatu hari nanti. Namun justru aku sendiri yang mengingkari janji itu. Aku bahkan sudah melupakannya. Aku ini sahabat yang jahat!" kata Cassandra sambil meratapi bros angsa di tangannya.


Tuan Kim mengusap punggung putrinya. "Semua orang pernah mengalami hal itu, Sora. Terkadang kita bisa melupakan kenangan masa kecil dan teman kecil kita karena banyak hal. Kesibukan sehari-hari, tekanan pekerjaan, masalah hidup, semua hal itu sering membuat kita melupakan hal-hal penting yang pernah terjadi dalam hidup kita. Tapi bukan berarti kita benar-benar melupakan mereka," tutur Tuan Kim.


"Apa kau sudah bertemu Yun-bi hari ini?" tanya Tuan Kim.


Cassandra mengangguk. "Tapi pertemuan yang tidak disengaja ini bukanlah pertemuan yang menyenangkan. Mungkin setelah ini Yun-bi tidak akan memaafkan ku."


"Appa tidak tahu apa yang terjadi dengan pertemuan kalian. Namun kalian tetaplah sahabat. Persahabatan sejati tidak mudah putus hanya karena satu kesalahan. Pergilah temui dia dan bicara dengannya! Jika memang kau merasa bersalah, jangan segan untuk minta maaf padanya. Yun-bi pasti akan mengerti dan memaafkanmu," Tuan Kim memberi nasehat.


Cassandra menatap Tuan Kim. Bisa dibilang perasaannya jadi lebih baik setelah bercerita kepada ayahnya. "Terima kasih, Appa!"


"Sudah jangan sedih lagi! Ayo, kita makan malam! Bibi Jung bilang dia memasak makanan kesukaanmu!" ajak Tuan Kim.


Cassandra mengangguk. "Baiklah. Appa tunggulah di ruang makan dulu. Aku akan menyusul setelah merapikan diri," katanya.


"Iya. Appa tunggu di meja makan, ya!" ujar Tuan Kim. Cassandra mengangguk.


.......


.......


.......


.......


Setelah makan malam, Cassandra dan Tuan Kim duduk di ruang tengah.


"Sudah malam, apa tidak sebaiknya kau menginap saja?" tanya Tuan Kim.


"Lain kali saja, Appa. Ada hal yang harus aku kerjakan di rumah," jawab Cassandra.


"Ya. Siwon masih belum pulang, Appa khawatir jika kau naik taksi sendirian," kata Tuan Kim.


"Siwon pasti bersama Min Jun. Aku akan meneleponnya." Cassandra meraih ponselnya kemudian menelepon Siwon.


Siwon langsung tersadar begitu ponselnya berbunyi. Dia menerima panggilan Cassandra yang memintanya untuk menjemput dirinya di rumah Tuan Kim.


bersambung....