
Akhir pekan sudah dekat. Akhir pekan kali ini spesial karena cafe tutup. Jarang-jarang semuanya bisa menghabiskan waktu libur bersama.
"Sudah tentukan jadwalnya?" tanya Dae Ho.
"Tidak tahu, tanya Noel," jawab Aira yang masih sibuk.
Dae Ho kemudian menemui Noel. Mereka berbicara cukup lama. Setelah itu Dae Ho kembali.
"Noel akan menjemput kita. Ingat dress code-nya hitam atau putih dan pesta malam," Dae Ho mengingatkan.
"Oke!" jawab Aira.
.......
.......
.......
.......
.......
Yun-bi sudah pulang sejak sore tadi. Malam harinya dia ke luar sendiri untuk membeli barang keperluan yang kebetulan sudah habis. Selesai dengan belanjaan dia langsung pulang. Dia berjalan agak cepat. Entah mengapa kali ini dia merasa seperti ada yang mengikutinya. Yun-bi jadi gelisah. Sampai tiba-tiba pundaknya ditepuk seseorang dari belakang. Yun-bi kaget dan langsung menoleh.
"Tenang, ini aku!" kata Siwon sambil tersenyum.
"Ha ... Kau hampir saja membuat jantungku copot," Yun-bi menghela nafas lega.
"Maaf! Kau dari mana malam-malam begini?" tanya Siwon sembari menyejajarkan langkahnya dengan Yun-bi.
"Aku ke minimarket membeli barang. Dan tumben kau jalan kaki? Di mana mobilmu?" jawab Yun-bi.
"Hari ini mobilku sedang di service di bengkel. Besok pagi baru bisa diambil," jawab Siwon berbohong padahal mobilnya sedang terparkir di depan toko perkakas.
"Oh ... Lalu kau mau ke mana sekarang? Masa mengikuti ku sampai ke rumah?" tanya Yun-bi heran. Melihat Siwon begitu anteng mengikutinya.
"Ah iya ya ... Hahahah ... Tadi aku mau ke rumah Hyun Su kebetulan melihatmu di seberang jalan jadi maksudku menyapamu sebentar. Ya sudah kalau begitu aku sampai sini saja. Sampai bertemu lagi ya, Yun-bi," pamit Siwon.
"Sama-sama. Bye ...," balas Yun-bi. Siwon memutar arahnya dan pergi. Dalam benak Yun-bi ia bergumam, 'Hyun Su.'
.......
.......
.......
Yun-bi dan Aira sudah sampai di rumah. Malam ini mereka akan pergi ke Club Vera. Kedua wanita itu masih sedang bersiap-siap. Yun-bi tidak memiliki pakaian yang cocok. Aira membawakan gaun miliknya untuk dikenakan oleh Yun-bi karena kebetulan ukuran tubuh mereka juga sama.
"Apa harus berpakaian seperti ini?" Yun-bi kurang percaya diri. Ia merasa sangat berlebihan dengan model gaun warna hitam itu. Gaun itu terlalu pendek menurutnya meskipun bagian atasnya tidak terlalu terbuka.
"Kau akan percaya diri setelah berada di sana," jawab Aira meyakinkan. Sedangkan Aira mengenakan gaun putih model halter neck dengan sedikit kombinasi hitam di bagian rok.
Aira juga membantu Yun-bi merias diri. Yun-bi sampai tak berkedip melihat pantulan dirinya yang begitu berbeda di cermin.
"Lihat, cantik sekali bukan?!" puji Aira.
"Ini seperti bukan diriku!" ujarnya.
"Kita akan bersenang-senang," kata Aira.
.......
.......
.......
.......
.......
Suasana club Vera malam ini sangat meriah dengan balon berwarna gold, silver dan hitam menghiasi sepanjang garis batas jalan menuju pintu masuk yang beralas karpet merah. Dentuman musik langsung menyambut kedatangan mereka. Cahaya dari lampu sorot berpendar memantulkan kilauan dari ornamen yang terpasang. Para tamu juga berpakaian formal ala bintang papan atas yang akan menerima penghargaan.
'Ucapan Aira ada benarnya!' batin Yun-bi begitu melihat penampilan para tamu di sana.
Untuk seorang yang berasal dari kota kecil. Ini pertama kali baginya menginjakkan kaki di tempat seperti ini.
"Pestanya belum di mulai!" seru Noel di antara dentuman musik.
Noel menuangkan minuman untuk teman-temannya. Lalu ia mengangkat gelasnya sambil berseru, "Cheers!"
Semua ikut bersulang dan berteriak "cheers!".
Yun-bi langsung menghabiskan minumannya. Minuman itu membuat perasaannya jadi lebih baik, seolah beban di hatinya lenyap seketika. Chae-ri juga sangat menikmati. Dengan semangat dia menarik tangan Yun-bi mengajaknya menari. Yun-bi mengikuti Chae-ri ke dance floor dan menari berbaur di dalam keramaian. Awalnya dia sedikit canggung namun lama-kelamaan ia terbiasa dan sangat menyukainya. Keduanya tertawa-tawa keras. Dae Ho juga ikut bergabung. Sedangkan Aira dan Yoomi masih betah di kursinya mengobrol dengan Noel.
Sedang asyiknya menari tanpa sengaja siku seseorang di belakang menyenggol punggung Yun-bi. Yun-bi menoleh.
"Oh maaf ...." Orang itu ikut berbalik dan sontak terkejut. "Yun-bi? Kau di sini juga?" seru Siwon.
"Dan kau juga?" balas Yun-bi. Keduanya sama-sama tak menyangka.
Siwon terkesima menatap Yun-bi dari atas sampai bawah. Dia benar-benar berbeda dari biasanya. "Wow! Kau nampak sangat berbeda malam ini!" puji Siwon.
"Apa itu pujian?" tanya Yun-bi.
"Hm, anggap saja begitu," jawab Siwon.
"Yun-bi, dia siapa?" tanya Chae-ri bingung.
"Maaf, aku pinjam temanmu sebentar, ya!" ucap Siwon pada Chae-ri. Chae-ri tidak sempat mengatakan apa-apa, Siwon sudah dulu menarik Yun-bi pergi meninggalkan lantai dansa.
"Jadi, kau datang berdua saja dengan temanmu yang tadi?" tanya Siwon.
"Tidak, kami datang berenam. Kenapa?" jawab Yun-bi dengan aneh.
"Tidak apa-apa. Berarti aku tidak perlu cemas meninggalkan temanmu sendiri," ujar Siwon.
"Siwon! Yun-bi? Kau di sini juga?" Kang Joon datang dan menatap Yun-bi dan Siwon bergantian.
"Aku tak sengaja bertemu dengannya di sini!" Siwon menjelaskan.
"Oh ...," gumam Kang Joon. Kemudian ia berlalu pergi.
"Apa Hyun Su juga ada di sini?" tanya Yun-bi.
"Iya," jawab Siwon singkat.
"Oh ... Ayo, ku kenalkan pada temanku!" ajak Yun-bi kemudian kembali ke tempat Aira dan yang lainnya berada. Siwon mengikutinya.
Aira masih berada di kursinya. Kini ia bersama Chae-ri. Begitu Yun-bi dan Siwon datang, Aira tersenyum. "Siwon! Sudah lama, ya!" sapa Aira.
"Kalian saling kenal?" tanya Yun-bi.
"Iya. Teman lama," jawab Siwon.
"Bagaimana kabarmu, Aira?" tanya Siwon pada Aira.
"Sangat baik," jawab Aira.
"Oh ... Ini temanku Chae-ri," kata Yun-bi cepat mengenalkan Chae-ri. Siwon dan Chae-ri saling berkenalan.
Mereka duduk sebentar sambil berbasa-basi. Setelah itu Siwon mengajak Yun-bi pergi.
"Aira, aku pinjam Yun-bi lagi, ya?" tanya Siwon.
"Silahkan saja! Selamat bersenang-senang!" jawab Aira.
Siwon menarik tangan Yun-bi membawanya ke tengah lantai dansa. Malam semakin larut musik semakin kencang. Suasana semakin meriah saat seorang Guest DJ terkenal naik dan mulai menunjukkan aksinya. Semua yang di lantai dansa bersorak semakin semangat.
Lantai dansa semakin sesak oleh banyaknya manusia. Siwon menarik tangan Yun-bi membawanya pergi. Mereka duduk di salah satu meja kecil.
"Tunggu sebentar. Aku ambil minum dulu!" kata Siwon. Dan dia pun pergi.
Cukup lama Yun-bi menunggu. Siwon masih belum datang kembali. Mendadak Yun-bi merasa ingin ke kamar kecil. Akhirnya dia meninggalkan meja.
Setelah dari kamar kecil, Yun-bi kembali ke ruangan. Ia berjalan berputar-putar. Semakin ramai saja orang di sana-sini. Dia hanya ingat tempat di mana Aira duduk. Ia mengikuti arah saat masuk tadi. Untungnya di tengah jalan dia kembali bertemu Kang Joon.
"Yun-bi! Siwon mencarimu tadi," kata Kang Joon.
"Tadi aku ke kamar kecil. Lalu di mana dia sekarang?" tanya Yun-bi.
"Ya. Ayo, ku bawa kau ke sana!" jawab Kang Joon. Dan Yun-bi pun mengikuti.
Rupanya Siwon sedang duduk bersama teman-temannya. Kang Joon menuntun Yun-bi ke sana tanpa ada rasa ragu. Padahal di sana ada Hyun Su juga. Baik Hyun Su mau pun Yun-bi sama-sama terkejut.