
Di sebuah restoran, Tuan Kim, Cassandra dan Harlem sedang menikmati makan siang mereka. Sesekali obrolan mereka diselingi dengan canda tawa.
"Jadi, kapan kalian memutuskan menikah?" tanya Tuan Kim.
Cassandra terdiam mendengarnya. Dia menatap Harlem sebentar lalu melihat Tuan Kim.
"Appa, sebelumnya ada yang ingin ku sampaikan padamu. Begini, sore ini, aku dan Harlem akan kembali ke HK," tutur Cassandra.
"Kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Tuan Kim.
"Begini Tuan Kim, aku sudah cukup lama berada di Seoul. Aku harus segera kembali karena pekerjaan sudah banyak yang menunggu di sana. Sekarang aku dan Sandra sudah memutuskan kembali bersama. Saat aku memberitahunya tentang aku yang harus kembali ke HK, dia justru berniat untuk ikut pergi denganku. Ku harap Tuan Kim tidak keberatan dan mengijinkan Sandra ikut pergi denganku," jelas Harlem sambil menatap Cassandra dengan penuh cinta.
"Aku juga harus membereskan beberapa pekerjaan di sana, Appa!" tambah Cassandra.
Tuan Kim tersenyum. Dia dapat memahaminya. "Aku tidak bisa mencegah kalian. Kalian sudah sama-sama dewasa. Pasangan yang saling mencintai tidak mungkin dipisahkan. Pergilah, selesaikan pekerjaan kalian, dan ingat untuk kembali ke Seoul. Aku ingin melihat kalian menikah!" kata Tuan Kim.
"Tenang saja, Tuan Kim! Kami akan menikah setelah semua masalah selesai. Ya, mungkin tidak dalam waktu cepat. Tapi aku pasti akan menikahi Cassandra!" janji Harlem. Cassandra hanya diam menatap Harlem. Ada perasaan haru bercampur sedih.
"Aku senang mendengarnya. Sora, baik-baiklah di sana! Ingat, jaga kesehatanmu! Jika kembali ke Seoul lagi kau harus lebih gemuk daripada sekarang," suruh Tuan Kim.
Cassandra berusaha tersenyum. "Iya, Appa!"
"Harlem, aku hanya minta satu hal darimu. Tolong, jaga putriku baik-baik!" pesan Tuan Kim.
"Pasti, Tuan Kim!" janji Harlem.
...☂️☂️☂️...
Harlem dan Cassandra sedang dalam perjalanan menuju ke bandara. Cassandra menatap ke luar jendela mobil.
'Apa Yun-bi sudah menerima surat ku? Apakah dia akan memaafkan ku? Apa kali ini aku akan pergi tanpa berpamitan lagi kepada Hyun Su? Bagaimana jika aku tidak kembali? Mungkin ini akan jadi pertemuan yang terakhir,' batin Cassandra.
Cassandra mengambil ponselnya. Mencari salah satu nama di daftar kontak dan mulai mengetik sebuah pesan. Setelah pesan itu terkirim, dia mematikan ponselnya. Cassandra kembali menatap ke luar jendela mobil sambil menghela nafas.
"Semua pasti akan baik-baik saja, sayang!" hibur Harlem sambil menggenggam tangan Cassandra untuk menguatkannya. Cassandra tersenyum sambil menganggukkan kepala.
...☂️☂️☂️...
Ponsel Hyun Su berbunyi. Sebuah pesan muncul di layar. Hyun Su melihat nama Cassandra tertera di atas pesan. Dia langsung membuka isi pesan itu.
(Hyun Su, aku tidak bisa menemui mu langsung untuk mengatakan hal ini. Hari ini aku kembali ke HK bersama tunangan ku. Jangan bilang aku tidak berpamitan lagi padamu. Dan kali ini, tolong lupakan semua yang terjadi di antara kita. Kita hanya teman biasa, tidak lebih. Oya, sekarang aku baru ingat kalau Seo Yun-bi adalah sahabat masa kecilku. Aku hanya ingin meminta satu hal darimu. Jika kau memang mencintai Yun-bi, tolong jaga dia dengan baik. Jika tidak, jangan menyakitinya lagi. Sampai jumpa!)
Hyun Su tak bisa memikirkan apa-apa. Dia langsung menelepon Cassandra. Namun nomornya sudah tidak aktif. Dia coba sekali lagi, tetap tidak bisa dihubungi. Hyun Su mulai berpikir. Dia meraih jaketnya dan pergi dengan tergesa-gesa.
Hyun Su tiba di rumah Cassandra namun rumah itu sudah kosong. Hyun Su terdiam sejenak. Kemudian dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke toko Tuan Kim. Siwon ada di sana.
"Di mana Cassandra?" tanya Hyun Su.
"Dia kembali ke HK hari ini bersama kekasihnya. Kenapa kau masih mencarinya? Apa dia tidak memberitahumu? Dia sudah memilih orang lain!" jawab Siwon datar.
Hyun Su merasa kesal kemudian mencengkeram kerah baju Siwon.
"Seharusnya kau pergi meminta maaf kepada Yun-bi!" tambah Siwon tanpa merasa takut.
"Yeoboseyo! Ada apa Yun-bi?"
"Aku takut kau terlambat. ...... Aku akan menjemputmu. Tunggu di sana! Akan ku jelaskan dalam perjalanan," kata Siwon.
Siwon segera meninggalkan toko. Menuju ke tempat mobilnya terparkir. Kemudian melaju pergi. Sementara Hyun Su yang gagal menemui Cassandra pergi ke rumah Min Jun. Hyun Su kembali menghubungi nomor Cassandra namun masih tidak aktif. Hyun Su yang nampak kesal lantas melemparkan dirinya ke atas sofa. Min Jun memperhatikannya.
"Kenapa kau begitu kesal? Apa Cassandra tidak bilang padamu, dia kembali ke HK?" tanya Min Jun.
Hyun Su mendongakkan kepalanya pada Min Jun. "Apa dia datang kemari?"
"Tadi pagi dia datang bersama seorang pria. Dia bilang itu tunangannya. Mereka juga berpamitan padaku," jawab Min Jun.
"Cih, dia benar-benar tidak berani menemuiku secara langsung," ketus Hyun Su.
"Kau sungguh masih menyimpan perasaan padanya?" tanya Min Jun.
Hyun Su hanya diam.
"Sudah jelas dia tidak memberimu kesempatan, bahkan tidak ada kesempatan kedua lagi, Hyun Su. Dan memang harusnya kau tidak mengejarnya saat kau sudah memiliki seseorang di sampingmu," tambah Min Jun.
"Min Jun, hari ini kau sama menjengkelkannya dengan Siwon!" umpat Hyun Su.
"Hei, Hyun Su, Tidak tahu apa aku dan Siwon yang menjengkelkan atau kau yang tidak bisa memahami. Ketika kau mengejar wanita lain dan mendapatkannya, kau justru mengabaikannya dan memilih menarik perhatian wanita yang kembali dari masa lalu. Dan sekarang apa yang kau dapat dari keduanya? Yang satu sudah pergi meninggalkanmu dan satunya lagi mungkin tidak akan percaya lagi padamu. Pada akhirnya apa yang kau dapat?! Kau tidak hanya kehilangan dua wanita, tapi kau kehilangan hubungan persahabatan dan hati dari wanita yang mencintaimu! Apa sekarang kau paham?" Min Jun menjelaskan sejelas-jelasnya.
Hyun Su tak bisa berkata apa-apa. Dia mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Tidak bisa menyangkal karena perkataan Min Jun sepenuhnya benar.
"Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan sekarang. Semua terserah padamu. Aku tidak akan ikut campur!" ucap Min Jun kemudian berlalu dari hadapan Hyun Su.
"Heh, Apa yang akan ku lakukan?! Aku bahkan tidak bisa berpikir," jawab Hyun Su pada dirinya sendir.
...☂️☂️☂️...
Siwon sudah menjemput Yun-bi di cafe. Kini keduanya sedang berada dalam perjalanan menuju ke bandara. Siwon sudah memberitahu Yun-bi kalau sore ini Cassandra berangkat ke HK.
"Ponsel Cassandra sudah tidak aktif. Aku takut kita terlambat sampai di sana. Jadwal penerbangannya 35 menit lagi," kata Siwon sambil fokus mengemudi.
"Jadi, dia kembali ke HK? Apa karena aku?" tanya Yun-bi.
"Apa yang kau katakan, Yun-bi? Kepergian Cassandra tidak ada hubungannya denganmu," jelas Siwon.
Yun-bi menghela nafas. "Tidak masalah jika Hyun Su dan Cassandra saling menyukai. Hanya saja ... harusnya dia jujur dan berpisah secara baik-baik," ucapnya.
"Yun-bi, jujur saja aku juga tidak mengerti bagaimana hubungan Hyun Su dan Cassandra sebenarnya. Tapi kali ini Cassandra memutuskan pergi bersama pacarnya yang datang dari HK," jelas Siwon.
"Cassandra punya pacar dari HK?" Yun-bi nampak terkejut. "Ini membingungkan."
"Ceritanya memang membingungkan. Hanya Cassandra sendiri yang tahu," timpal Siwon. Mobil berhenti karena lampu merah. Siwon melihat jam tangannya.
"Semoga masih ada waktu!" gumamnya.
bersambung.....