Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#DUA PULUH EMPAT



Tuan Kim terus memperhatikan Cassandra. Setelah Cassandra menutup teleponnya, Tuan Kim berkata dengan raut cemas. "Sora, kau tinggal sendiri di rumah. Kau harus perhatikan kesehatanmu, makan dengan teratur dan tidur yang cukup. Appa merasa akhir-akhir ini kau terlihat semakin kurus."


"Appa, jangan khawatir. Aku selalu makan teratur dan tidur cukup. Bukankah aku terlihat baik-baik saja? Harusnya Appa yang lebih memperhatikan kesehatan," kata Cassandra berusaha terlihat ceria.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan Appa selama Bibi Jung di sini. Kau tahu, dia jauh lebih cerewet dari Eomma-mu!" bisik Tuan Kim agar tak di dengar Bibi Jung.


Cassandra tertawa kecil.


"Ngomong-ngomong Harlem masih sering menanyai kabarmu. Apa kau akan terus menghindarinya seperti ini?" tanya Tuan Kim.


"Aku akan bicara dengannya," jawab Cassandra.


"Appa hanya menginginkan yang terbaik untukmu, Sora. Harlem pria yang baik. Appa bisa melihat ketulusannya padamu," jelas Tuan Kim.


Terdengar suara mobil berhenti di luar. Cassandra berjalan ke luar. Siwon sudah berada di teras. Cassandra langsung berpamitan pada Tuan Kim. Dan dia pun pulang bersama Siwon.


Dalam perjalanan keduanya nampak diam. Cassandra menatap Siwon yang tak menunjukkan ekspresi apa-apa.


"Apa kau juga marah padaku?" Cassandra memulai obrolan.


"Aku hanya tidak mengerti, apa yang ada di kepalamu," jawab Siwon.


"Apa kau pikir aku sengaja melakukannya di depan Yun-bi?" Cassandra membela diri.


"Ini bukan tentang Yun-bi. Ini tentang dirimu, Kim Sora! Di mana harga dirimu? Kau lebih suka berciuman dengan kekasih orang lain dan membiarkan orang yang dengan tulus mencintaimu menunggu tanpa kejelasan?!" tanya Siwon. Dia berusaha menahan emosinya. Menyadari ini juga bukan urusannya.


"Sudahlah! Semua juga sudah terjadi. Aku hanya merasa menyesal telah membantu Hyun Su berbaikan dengan Yun-bi. Semua itu urusanmu, aku tidak berhak ikut campur," lanjut Siwon.


"Tapi ... Benarkah kau adalah sahabat yang dicari Yun-bi itu?" Siwon memastikan.


"Maaf, Siwon. Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa melupakannya," ucap Cassandra. Tiba-tiba kepalanya sakit lagi. Dia memegang kepalanya dengan kedua tangan. Jelas sekali sedang menahan rasa sakit.


"Hei, ada apa?" Siwon nampak cemas melihatnya. Cassandra menggeleng. Nafasnya menjadi cepat.


"Tidak apa. Aku menyadari rasa sakit kepala ini juga muncul saat aku berusaha mengingat sesuatu," jawabnya. Ia melanjutkan, "Aku baru ingat pada Yun-bi saat melihat bros angsa yang dia berikan padaku. Aku benar-benar melupakannya."


Raut wajah Cassandra kembali sedih. Bukan hanya sedih, dia mulai merasa takut dengan rasa sakit di kepalanya. Siwon hanya menatapnya. Dia merasa ada yang aneh dengan Cassandra.


.......


.......


.......


Siwon dan Cassandra tiba di rumah. Cassandra langsung masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Siwon memilih menginap di rumah Min Jun.


Siwon berbaring di atas sofa sambil memikirkan apa yang diucapkan Cassandra tadi.


'Apakah dia melupakan kenangan masa lalunya atau memang tidak mengingatnya?' batinnya.


'Apa penyebabnya karena ....'


Pikiran Siwon menerawang jauh ke masa dua tahun yang lalu. Di rumah sakit, Cassandra masih belum sadarkan diri usai mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka di bagian kepalanya. Siwon yang kala itu menjaganya di rumah sakit.


Dokter mengatakan pada Siwon kalau Cassandra mungkin akan kehilangan sebagian ingatannya. Tapi setelah melihat Cassandra sadar dan ingat siapa dirinya serta mengenali semua anggota keluarganya, Siwon merasa lega. Dan tidak pernah mengungkit hal itu.


'Ah, ternyata baru menjadi masalah saat ini!' Siwon mengusap wajahnya.


.......


.......


.......


.......


Hyun Su sedang duduk di depan meja bar mininya. Menuang minuman dalam gelas kosong dan menghabiskannya sekaligus. Perasaan serba salah berkecamuk dalam hatinya. Yun-bi tidak akan lagi memaafkannya sementara Cassandra tidak ingin bertemu dengannya. Tapi kali ini ucapan Cassandra-lah yang lebih melukainya.


"Waktu tidak hanya mengubah fisik seseorang, dia juga mengubah perasaan orang. Dan betapa bodohnya aku yang terus berharap. Cinta, sahabat masa kecil, semuanya tidak berarti. Saat mereka telah berjalan semakin jauh dari masa lalu, mungkin hanya aku sendiri yang masih terjebak dalam kenangan," batin Yun-bi.


"Kim Sora, kau bukan hanya mengingkari janji, kau bahkan melupakan persahabatan kita," ucapnya lirih.


.......


.......


... ....


Rasa sakit kembali menyerang. Cassandra meringkuk di atas tempat tidurnya. Rasa sakit yang lebih menyiksa dari sebelumnya. Dia hanya bisa menahan rasa sakit itu hingga hilang dengan sendirinya. Cassandra terisak sendiri. Merasa waktunya tidak akan lama lagi.


...☂️☂️☂️...


Pagi menjelang, Cassandra duduk dengan lemas di sofa ruang tengah. Dia tidak bisa tidur semalaman. Wajahnya benar-benar pucat. Dia mencoba memejamkan matanya sebentar. Terdengar suara pintu depan yang dibuka, dia membuka matanya. Siwon melangkah masuk. Pria itu begitu terkejut melihat keadaan Cassandra.


"Cassandra, apa yang terjadi denganmu?" tanya Siwon.


Cassandra tersenyum kecil.n"Aku tidak apa-apa, hanya tidak bisa tidur. Kau masih mencemaskanku?" jawabnya.


"Kau terlihat menyedihkan! Apa sakit kepalamu belum hilang?" tanya Siwon.


"Sudah," Cassandra berbohong.


"Kau masih ingat dengan kecelakaan yang kau alami dua tahun lalu? Saat itu dokter pernah memberitahuku, kau mungkin akan kehilangan sebagian ingatanmu. Mungkin itu sebabnya kau tidak ingat pada sahabatmu Yun-bi," jelas Siwon.


"Oh ... Begitukah? Yun-bi pasti tidak akan memaafkanku!" kata Cassandra pasrah.


"Kenapa tidak pergi bicara dengannya?" tanya Siwon.


"Ya? Apa aku harus bicara dengannya?" kata Cassandra yang nampak linglung.


Siwon menyipitkan matanya pada Cassandra. Cassandra hendak berdiri untuk ke kamarnya, saat baru berdiri dia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Beruntung Siwon menahannya dengan cepat. Pandangan Cassandra gelap seketika. Cassandra memegang tangan Siwon dengan kuat.


"Cassandra!" panggil Siwon berulang kali.


Cassandra mendengar tapi dia nampak bingung.


"Cassandra! Apa kau baik-baik saja?" tanya Siwon cemas.


"Ya, aku baik. Maaf!" jawab Cassandra. Dia melepaskan tangannya dari Siwon begitu penglihatannya kembali.


"Kau sepertinya tidak sehat, Cassandra. Ayo, kita ke rumah sakit!" ajak Siwon.


"Tidak. Aku tidak apa. Hanya sedikit lelah. Pasti karena kurang tidur semalam. Setelah istirahat aku pasti akan bai-baik saja," tolak Cassandra.


"Apa kau yakin?" Siwon memastikan.


"Iya. Jangan khawatir!" ujar Cassandra.


"Oya, jika Harlem datang lagi suruh dia menemuiku di sini. Aku ingin bicara dengannya," tambahnya.


"Baik, akan ku sampaikan! Aku tidak bisa menemanimu di sini. Jika ada apa-apa cepat telepon aku, " pesan Siwon.


"Iya."


"Aku sudah bawakan sarapan untukmu. Kau harus segera memakannya," tambah Siwon.


"Iya. Iya," jawab Cassandra.


Siwon pun pamit pergi. Dia masih tidak yakin meninggalkan Cassandra sendiri. Cassandra memang terlihat tidak sehat. Tak mau menunggu sampai Harlem datang ke toko, Siwon langsung meneleponnya dan menyuruhnya menemui Cassandra segera.


bersambung.....