Melodies Of Rain

Melodies Of Rain
#ENAM



Hujan masih belum reda. Min Jun langsung mengajak teman-temannya masuk ke dalam rumah. Tak berapa lama, musik mulai diputar dengan keras mengalahkan suara hujan di luar. Dari dalam dapur Min Jun berteriak memanggil Siwon untuk membantunya. Tak lama keduanya muncul kembali. Min Jun membawa empat buah gelas serta sebotol Champaign sedangkan Siwon membawa beberapa bungkus snack. Min Jun menuangkan Champaign ke semua gelas dan memberikannya pada temannya. Kemudian mengajak semuanya untuk bersulang.


"Untuk Yun-bi dan Hyun Su! Chers ...!" seru Min Jun sambil mengangkat tinggi gelasnya.


Min Jun dan Siwon menghabiskannya dengan sekali teguk. Yun-bi mencoba sedikit lalu menghabiskannya dengan cepat. Hyun Su juga langsung menghabiskan minumannya dengan wajah kurang bersemangat.


"Yun-bi, kau bisa bernyanyi tidak?" tanya Min Jun.


"Aku tidak begitu pintar bernyanyi," jawab Yun-bi sambil tersenyum ramah.


"Tidak pintar berarti bisa. Ayo, berduet!" ajak Min Jun.


Min Jun memilih lagu Neoui Euimi yang dipopulerkan oleh UI dan Kim Chang Wan. Lalu menarik Yun-bi ke depan tv sambil menyodorkan mic kepada Yun-bi.


"Suaraku tidak bagus!" kata Yun-bi.


"Tidak apa-apa. Nyanyi saja yang penting happy. Mulai, ya!" ujar Min Jun dengan senyum sumringah.


Ketika Min Jun dan Yun-bi sedang bernyanyi. Siwon dan Hyun Su malah duduk saling diam.


"Sudah lama ya tidak bertemu! Bagaimana kabarmu, Hyun Su?" tanya Siwon mencoba berbasa-basi.


"Seperti yang kau lihat sekarang ini," jawab Hyun Su datar.


"Aku lihat kau jauh lebih baik dari sebelumnya. Oh ya, selamat untukmu dan Yun-bi," kata Siwon. Ia menuang Champaign lagi untuk dirinya dan Hyun Su. Ia memberikan gelas berisi Champaign pada Hyun Su sambil menyunggingkan senyum. Hyun Su menerimanya dan langsung menghabiskannya.


Usai berduet tiga lagu dengan Min Jun, Yun-bi merasa tenggorokannya mulai kering. Ia kembali ke tempat duduk bersandar di dekat Hyun Su. Siwon menyodorkan gelas berisi Champaign lagi padanya. Yun-bi menolak dengan halus.


"Maaf, Siwon! Aku tidak kuat minum!"


Hyun Su berdiri. "Aku ambilkan air putih saja!" katanya kemudian berjalan masuk.


"Aku ikut, ya!" panggil Yun-bi yang mengikuti Hyun Su.


Hyun Su menyodorkan segelas air putih padanya. Yun-bi langsung meminumnya. Terasa begitu segar di tenggorokan.


"Ternyata rumah Min Jun tidak jauh dari tempat kerjaku! Kau pasti sering kemari, ya?" tanya Yun-bi.


"Iya. Sangat sering. Min Jun teman dekatku dan kadang dia juga membantu pekerjaanku!" jawab Hyun Su dengan senyum kecil di wajahnya.


"Tapi hubunganmu dengan Siwon sepertinya kurang baik," tebak Yun-bi.


Senyum Hyun Su hilang. "Tidak juga. Kami juga berteman baik. Hanya saja ... tidak begitu akrab. Kenapa kau berpikir begitu?" tanya Hyun Su.


"Aku hanya menebak. Karena dari tadi diam-diam aku perhatikan kalian berdua jarang bicara," jawab Yun-bi sambil menatap Hyun Su


Hyun Su balik menatap Yun-bi. Kemudian mendekat sampai wajahnya berada tepat di depan wajah Yun-bi. Yun-bi jadi mematung sesaat seperti tersihir oleh tatapan Hyun Su yang seolah menembus ke dalam matanya. Saking dekatnya Yun-bi sampai bisa merasakan nafas Hyun Su yang begitu lembut. Tak selaras dengan detak jantungnya yang berpacu cepat.


"Dari pada terus menebak, bagaimana kalau kau berikan aku satu ciuman!" goda Hyun Su.


Yun-bi masih tidak berkutik. Namun wajah Hyun Su semakin dekat dengan wajahnya. Dengan perlahan-lahan ia mendekatkan bibirnya mengecup bibir Yun-bi dengan lembut. Detak jantung Yun-bi semakin tak karuan. Itu adalah ciuman pertamanya dengan Hyun Su.


"Ehem!"


Suara deheman Siwon mengagetkan keduanya. Hyun Su spontan menjauh. Yun-bi langsung menundukkan kepalanya karena malu. Siwon hendak mengambil minuman namun tak sengaja melihat keduanya berciuman.


"Silahkan kalian lanjutkan yang tadi!" goda Siwon sambil berlalu dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Dasar pengganggu!" umpat Hyun-su.


Yun-bi tertawa kecil melihat ekspresi wajah Hyun Su yang nampak sebal.


...☂️☂️☂️...


Langit masih nampak kurang bersahabat. Tapi tak jadi penghalang bagi Yun-bi untuk bertemu Hyun Su hari ini. Bisa dibilang ini kencan pertama mereka. Sisa hujan semalam masih menyisakan genangan kecil di jalan. Sambil merapikan cardigan yang dikenakannya, Yun-bi berjalan ke tempat yang sudah dijanjikan.


Sampai di sana, nampak Hyun Su sudah menunggu. Ia melemparkan senyum menyambut kedatangan Yun-bi.


"Sudah menunggu lama?" tanya Yun-bi.


"Tidak. Aku juga baru saja tiba!" jawab Hyun Su.


"Jadi, kau mau mengajakku ke mana?" tanya Yun-bi penasaran karena Hyun Su tidak memberitahu ke mana mereka akan pergi.


"Jalan-jalan. Ayo!" jawab Hyun Su lalu meraih tangan Yun-bi mengajaknya pergi.



Yun-bi yang agak kebingungan hanya mengikuti saja. Ternyata Hyun Su mengajaknya jalan-jalan di Jinhae, sebuah distrik di kota Changwon-si. Karena cuaca kurang bagus jadi tidak banyak pengunjung yang datang. Biasanya Jinhae ramai pada musim semi ketika bunga-bunga Sakura bermekaran. Tidak hanya sekedar menikmati keindahan sepanjang jalan Jinhae, bisa pula menikmati aneka kuliner di stand makanan serta permainan dan pertunjukan live.


"Jadi, kita jalan-jalan di sini?" tanya Yun-bi.


Hyun Su tersenyum sambil mengangguk. Dan lagi-lagi menarik Yun-bi ikut dengannya. Keduanya berhenti di salah satu stand permainan yang penuh dengan boneka. Hyun Su mencoba peruntungannya, cukup sulit tapi Hyun Su berhasil mendapatkan boneka Teddy Bear yang kemudian diberikan untuk Yun-bi. Yun-bi menerimanya dengan senang hati. Yun-bi juga memuji kehebatan Hyun Su dan berterima kasih.


Berlanjut ke stand berikutnya. Hyun Su mencoba permainan lain tapi tidak seberuntung tadi. Yun-bi terus menyemangatinya sambil tertawa. Sampai beberapa kali mencoba dan gagal Hyun Su pun menyerah. Keduanya berjalan ke tempat lain. Yun-bi mengajak Hyun Su ke toko pernak-pernik. Selain pernak-pernik rumah, banyak jenis aksesoris dan perhiasan dengan berbagai model. Yun-bi sedang melihat Snow Globe di salah satu stand. Hyun Su mengajak Yun-bi duduk sebentar di kedai minum untuk istirahat. Sampai di sebuah kedai minum, Yoon Wu datang menawari pesanan.


"Yoon Wu!" seru Yun-bi. Ia tak menyangka akan bertemu teman kerjanya di sini.


"Annyeong!" sapa Yoon Wu.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yun-bi. Ia merasa sedikit heran melihat Yoon Wu mengenakan appron.


"Aku jual minuman. Sebenarnya membantu teman. Hitung-hitung menambah penghasilan juga. Dan kau pasti sedang menikmati hari liburmu, ya?" jawab Yoon Wu dengan senyum sumringah.


"Iya. Jadi setelah bekerja di cafe langsung jualan di sini?!" tanya Yun-bi.


"Iya," jawab Yoon Wu.


"Hebat! Pantas kau selalu terburu-buru. Tidak mengenal lelah," puji Yun-bi salut.


"Terima kasih. Jadi, kalian mau minum apa?" kata Yoon Wu sambil menunjuk ke papan menu.


Setelah Yoon Wu pergi Hyun Su bertanya pada Yun-bi. "Temanmu?"


"Iya. Yoon Wu juga bekerja di cafe," jawab Yun-bi dan bercerita sedikit tentang Yoon Wu.


Minuman yang dipesan keduanya datang dengan segera. Setelah merasa cukup istirahat keduanya lanjut berkeliling kembali.