
Hubungan Yun-bi dan Hyun Su semakin hari semakin dekat. Keduanya nampak sangat akrab. Hyun Su jadi rajin berkunjung ke cafe di saat jam kerja Yun-bi. Kemudian menunggunya untuk pulang bersama.
Jam kerja Yun-bi kembali seperti semula. Giliran Aira yang mendapat bagian kerja malam. Hyun Su langsung menyambut Yun-bi dengan senyuman begitu melihatnya. Yun-bi baru selesai bekerja.
"Mau jalan-jalan sebentar?" ajak Hyun Su.
"Boleh," Yun-bi setuju.
Mereka pun pergi berjalan-jalan hanya sekedar mencari angin. Diam-diam Yun-bi mencuri pandang ke arah Hyun Su. Ia tersenyum malu-malu. Entah sejak kapan ia mulai merasa nyaman berjalan di samping pria ini.
Di jalan raya Siwon sedang berkendara dengan mobilnya. Dari kejauhan dia melihat Hyun Su bersama wanita yang tidak dikenalnya. Siwon terus memperhatikan keduanya sampai mobilnya melaju jauh.
...☂️☂️☂️...
Akhir-akhir ini cuaca kurang bagus. Karena sering hujan cafe juga ikut sepi pengunjung. Tak ingin terus merepotkan Hyun Su, Yun-bi menyiapkan payung dari rumah. Sebelumnya dia sudah berpesan pada Hyun Su agar tidak perlu menjemputnya. Sore itu, Yun-bi sedang dalam perjalanan pulang ketika gerimis mulai turun. Yun-bi mempercepat langkah kakinya. Berlindung di bawah payung dia berusaha melawan angin yang cukup kencang. Belum sampai setengah jalan Hyun Su berlari mengejarnya.
"Yun-bi ...," panggilnya dengan nafas ngos-ngosan.
Yun-bi berhenti menoleh pada Hyun Su yang dengan cepat menyusulnya.
"Hyun Su, bukankah sudah ku bilang kau tidak perlu datang! Lagi pula apa yang kau lakukan di luar dengan cuaca yang sebentar lagi akan hujan begini dan bahkan kau tidak memakai payung! Kau bisa-"
"Yun-bi, aku menyukaimu!" Hyun Su langsung memotong ocehan Yun-bi yang panjang lebar. Yun-bi seketika terdiam tak berkutik mendengarnya.
"Aku menyukaimu, Yun-bi! Maukah kau menjadi kekasihku?" Hyun Su mengungkapkan perasaannya.
Yun-bi masih terdiam mencerna ucapan Hyun Su memastikan kalau dirinya tidak salah dengar. Sementara Hyun Su menunggu jawabannya. Yun-bi tambah gugup manakala Hyun Su meraih tangannya dan menggenggamnya.
"Yun-bi ...." Hyun Su memanggilnya dengan lembut.
"Katakan sesuatu! Apa kau mau menjadi kekasihku?" tanya Hyun Su sekali lagi dengan tatapan yang begitu lekat ke mata Yun-bi.
Yun-bi masih belum bisa berkata-kata. Ia mendadak membisu tapi jantungnya berdebar kencang seolah akan melompat keluar. Dia tak menyangka Hyun Su mengatakannya secepat ini. Meskipun dalam hati dia sangat senang.
Yun-bi tertunduk malu-malu. Ia tidak berani menatap Hyun Su langsung. Sambil tersenyum malu-malu Yun-bi kemudian menganggukkan kepalanya.
"Ya?" tanya Hyun Su memastikan itu jawabannya.
Yun-bi mengangguk lagi. Senyum langsung mengembang di wajah Hyun Su. Ia mengecup tangan Yun-bi lalu mengangkat tubuhnya, memeluknya dengan erat. Payung yang dipegang Yun-bi pun spontan terlepas dari genggamannya. Sehingga payung itu terbang terbawa angin.
"Ah, payungku!" seru Yun-bi.
Yun-bi berusaha melepaskan diri dari pelukan Hyun Su untuk mengejar payungnya.
Hyun Su melepaskan pelukannya. Yun-bi segera berlari mengejar payungnya. Dapat. Ia kembali namun Hyun Su menertawainya. Wajah Yun-bi langsung memerah. Ia menunduk malu karena tingkah konyolnya bercampur gugup dipeluk oleh Hyun Su.
Hujan mulai turun. Yun-bi mendekati Hyun Su untuk melindunginya dari guyuran air hujan. Hujan semakin bertambah lebat.
"Ah, jadi tidak bisa pulang!" ucap Yun-bi.
"Kita berteduh saja dulu!" Hyun Su mengusulkan.
"Apa kau basah?" tanya Hyun Su sambil merapikan rambut Yun-bi dari percikan air.
"Tidak," jawab Yun-bi dengan wajah merona.
"Untunglah!" ujar Hyun Su. Ia menggenggam tangan Yun-bi.
"Masih ingat pertama kali kita bertemu? Cuacanya hujan begini dan kita sama-sama berteduh di sini," kenang Hyun Su.
"Tentu saja aku ingat. Kau sampai basah kuyup. Apalagi saat kau mengeringkan bajumu, aku merasa tingkahmu itu sungguh konyol!" timpal Yun-bi sambil tertawa kecil mengingatnya.
"Kau paling ingat bagian itu, ya?!" goda Hyun Su.
"Ah, tidak ... Kau ini ...," sangkal Yun-bi dengan cemberut tapi pipinya merona.
Hyun Su menertawainya. Dan Yun-bi membalasnya dengan mencubit pinggangnya sampai Hyun Su meringis dan berhenti tertawa.
Hujan masih belum reda. Hyun Su menatap langit dan hanya suara hujan yang terdengar.
"Melodi hujan ...," gumam Hyun Su.
"Apa?" tanya Yun-bi tak mendengar jelas.
"Yun-bi! Kenapa namamu Yun-bi?" tanya Hyun Su penasaran.
"Ibuku bilang saat aku lahir cuaca di luar dingin sebab sedang turun hujan. Sampai-sampai suara tangis ku tidak terdengar karena yang terdengar hanya suara hujan. Jadi, ayahku memberiku nama Yun-bi yang berarti melodi hujan," jelas Yun-bi.
"Nama yang indah! Saat ini pun yang bisa ku dengar hanya suara hujan. Dan suaramu ...," puji Hyun Su sambil menatap Yun-bi yang juga melihatnya.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan halte. Lalu terdengar suara klakson yang sengaja dibunyikan pengemudi di dalamnya untuk menarik perhatian Hyun Su dan Yun-bi. Min Jun menurunkan kaca jendela mobil. Begitu Hyun Su dan Yun-bi menoleh, Min Jun melambaikan tangan pada mereka.
"Hei kalian, ayo masuk ke mobil! Hujan tidak akan cepat reda!" teriak Min Jun.
Ia memutar tubuhnya ke kursi belakang membukakan pintu belakang mobil, menawarkan tumpangan pada keduanya. Di sebelah Min Jun, Siwon yang mengemudi mendongakkan kepala memberi salam pada keduanya. Hyun Su dan Yun-bi saling melempar pandang sedangkan Min Jun terus berteriak pada mereka untuk segera masuk ke dalam mobil.
Akhirnya Hyun Su dan Yun-bi naik ke mobil. Hyun Su memperkenalkan Yun-bi pada Min Jun dan Siwon. Sepanjang perjalanan Min Jun terus berbicara dan bertanya macam-macam pada Yun-bi. Sampai Hyun Su buka suara mengakui Yun-bi sebagai kekasihnya. Min Jun semakin heboh.
"Jadi kalian sekarang pacaran?! Kenapa tidak bilang padaku sejak awal! Kita harus merayakan ini! Siwon putar balik, kita ke rumahku sekarang!" seru Min Jun dengan hebohnya. Min Jun memang terkenal paling berisik di antara teman Hyun Su yang lainnya.
"Hei, Min Jun apa-apaan kau ini? Seenaknya saja! Yun-bi masih harus bekerja besok pagi jadi tidak ada waktu untuk bermain-main! Siwon, jalan lurus saja!" tolak Hyun Su mentah-mentah.
"Sudah tidak apa-apa, kebetulan besok aku libur. Jadi, tidak masalah!" Yun-bi menimpali.
"Wah, asyik kalau begitu. Kau memang paling keren, Yun-bi!" seru Min Jun.
"Hei, kalian, Jadi aku harus ambil jalan ke mana? Putar atau lurus saja?" tanya Siwon.
"Putar! Kembali ke rumahku, Siwon! Kita berpesta!" teriak Min Jun dengan penuh semangat. Hyun Su menghela nafas menyerah.