
Siwon langsung berdiri menghampiri Yun-bi begitu melihatnya datang. Ia menatap tajam pada Kang Joon yang menunjukkan wajah tak berdosa. Yun-bi bersikap cuek pada Hyun Su.
"Tadi Yun-bi menanyakan mu, jadi aku ajak dia ke sini," jelas Kang Joon membela diri melihat ekspresi garang Siwon.
"Maaf, tadi aku ke kamar kecil. Kang Joon bilang kau mencari ku, jadi aku memintanya membawaku ke tempatmu," Yun-bi menambahkan.
"Tidak apa-apa. Ayo pergi!" ajak Siwon.
"Kau di sini bersama teman-temanmu. Aku sebaiknya kembali ke tempat temanku berada." Yun-bi menolak karena tak enak bila Siwon meninggalkan temannya.
Entah dari mana Cassandra muncul dan melihat Yun-bi. Dia langsung menghampirinya.
"Yun-bi ah ... Senang melihatmu di sini! Bagaimana kabarmu?" tanya Cassandra sumringah.
"Baik," jawab Yun-bi.
"Bergabunglah bersama kami dan minum sebentar di sini!" Cassandra menawari.
"Kurasa tidak, terima kasih. Aku akan kembali ke tempat temanku. Mungkin lain kali saja," tolak Yun-bi halus.
"Oh, baiklah kalau begitu," ujar Cassandra dan kembali ke tempat duduknya. Dia duduk di samping Hyun Su.
Hyun Su sesekali menatap Yun-bi yang sedang bersama Siwon. Ada rasa cemburu di hatinya. Siwon kemudian menarik tangan Yun-bi mengajaknya duduk di meja kosong tak jauh dari tempat Hyun Su dan temannya berada. Mereka berbicara sambil minum. Hyun Su bisa melihat jelas apa yang dilakukan Siwon dan Yun-bi hanya tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Hyun Su tiba-tiba merangkul Cassandra. Dia mengusap wajah Cassandra dan mencium pipinya. Cassandra kaget dan menatap Hyun Su dengan penuh tanda tanya. Dia mengira mungkin Hyun Su mabuk jadi tak terlalu menghiraukannya. Hal itu ternyata dilihat oleh Yun-bi. Yun-bi langsung mengalihkan pandangannya. Siwon ikut memperhatikan apa yang dilihat Yun-bi barusan. Dan itu menjadi alasan raut wajah Yun-bi berubah.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Siwon menatapnya dengan lembut.
"Ya. Aku tidak apa-apa," jawab Yun-bi. Ia berusaha tersenyum pada Siwon namun masih diam-diam mencuri pandang ke tempat Hyun Su berada.
Siwon menyentuh wajah Yun-bi dengan lembut menghadapkan pandangannya lurus pada dirinya.
"Kau tidak perlu terus melihat ke sana kalau itu mengganggumu," ucap Siwon lembut di depan wajah Yun-bi.
"Aku ...." Yun-bi tak tahu harus berkata apa. Ia menundukkan kepalanya menatap meja.
Hyun Su masih menatap tajam ke arah mereka. Saat Yun-bi kembali menoleh ke arahnya, dia sengaja memeluk Cassandra dan membisikkan sesuatu. Cassandra tertawa lalu mendorong Hyun Su menjauh.
"Aku tak tahu apa yang kau pikirkan. Tapi aku bisa membantumu melupakannya sebentar," kata Siwon di dekat telinga Yun-bi.
Yun-bi mengerutkan dahi tak mengerti. Siwon menawarkan gelas minumannya yang masih setengah. Tanpa pikir panjang Yun-bi langsung meraihnya dan meneguk habis isinya. Rasanya lebih keras dan pahit dari yang dia minum pertama kali.
Siwon mengajaknya berdiri. Di antara sesak, hiruk-pikuk manusia yang melompat-lompat penuh semangat mengikuti musik yang berdentum semakin keras.
Yun-bi merasa kepalanya yang mulai sedikit pusing. Itu mungkin karena minuman yang diberikan Siwon sangat tinggi kadar alkohol. Siwon menarik tangan Yun-bi untuk berdansa bersama. Siwon tersenyum pada Yun-bi. Yun-bi hanya diam menatap Siwon. Siwon kemudian mendekap Yun-bi lebih erat dalam pelukannya.
"Bagaimana perasaanmu?" bisik Siwon di telinga Yun-bi.
"Tidak jelas," jawab Yun-bi yang lebih ditujukan terhadap perasaannya kini. Tidak jelas antara penglihatan dan kepalanya yang sedikit pusing atau perasaannya pada Hyun Su.
"Tidak jelas karena aku atau ...." Siwon tak meneruskan kalimatnya.
Siwon kembali membelai wajah Yun-bi dengan lembut. Yun-bi hanya menatapnya. Kemudian pelan-pelan wajah Siwon mendekat dan sebuah kecupan ringan mendarat di bibir Yun-bi.
Hyun Su yang sedang bersama Cassandra sontak berdiri. Emosi dihatinya seketika meluap. Dengan mengepalkan kedua tangan dia berjalan ke tempat Siwon dan Yun-bi berada. Tanpa basa-basi Hyun Su langsung menarik Siwon menjauh dari Yun-bi. Dan langsung mengayunkan sebuah pukulan ke wajah Siwon yang membuat Siwon tersungkur ke lantai. Yun-bi hendak menolong Siwon. Namun ketika hendak bergerak seketika dia merasakan kepalanya yang pusing dan berat.
Orang yang berada di sekitar mereka mulai menyingkir. Tidak ada yang berani menolong. Hyun Su kembali menarik Siwon untuk berdiri dan hendak memukulnya lagi. Mengabaikan rasa pusing kepalanya, Yun-bi berusaha bergerak dan berhasil menghalangi Hyun Su.
"Berhenti!"
Suara teriakan Yun-bi beradu dengan kerasnya musik. Pandangannya kini mulai kabur.
Cassandra dan teman-temannya segera mendekat. Hyun Su yang masih terlihat emosi melihat semua orang menatap kearahnya. Sadar apa yang dia lakukan membuatnya menjadi pusat perhatian. Akhirnya dia pun memutuskan pergi. Sedangkan Min Jun dan Kang Joon membantu Siwon berdiri.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Cassandra pada Hyun Su begitu berhasil mengejarnya. Dia menatap tajam pada Hyun Su.
Kepala Yun-bi terasa semakin berat dan pusing.
'Sial, minuman apa yang dia berikan padaku tadi?'
Melihat ada kerumunan yang tak biasa, Aira dan Noel pergi menghampiri. Rupanya di sana ada Yun-bi.
"Tidak apa-apa, hanya kepalaku terasa pusing," jawab Yun-bi. Meski itu bukan jawaban yang Aira harapkan.
"Aku minta maaf!" kata Siwon pada Yun-bi. Pukulan Hyun Su meninggalkan memar serta luka di sudut bibirnya.
"Tidak perlu minta maaf," jawab Yun-bi sambil tersenyum. Kepalanya berputar-putar tidak karuan. Meski dia masih bisa mengontrol diri. Yun-bi memegang kepalanya dan sedikit sempoyongan.
Noel memperhatikan Yun-bi melihat wajahnya yang mulai memerah. "Sepertinya dia terlalu banyak minum,"
"Mungkin sebaiknya aku temani dia pulang duluan," Aira mengusulkan. Dia juga cemas dengan keadaan Yun-bi.
"Biar aku yang mengantar kalian pulang. Anggap saja permintaan maaf sudah merusak kesenangan kalian," Siwon menawari.
Aira menatap Siwon. "Baiklah."
Aira berpamitan pada Noel. "Noel, katakan pada yang lainnya, aku pulang duluan bersama Yun-bi! Kalian bersenang-senanglah! Tidak perlu mengkhawatirkan kami."
"Iya. Hati-hati, ya!" ucap Noel.
.......
.......
.......
.......
Siwon mengantar Aira dan Yun-bi pulang. Yun-bi sudah terlelap di kursi belakang mobil. Aira menatap Siwon di sebelahnya yang sedang serius menyetir. Melihat luka yang sedikit terbuka di sudut bibir Siwon, Aira merogoh tasnya dan menyodorkan selembar tisu untuknya.
"Bibirmu berdarah," kata Aira.
Siwon menerima dan mengelap sudut bibirnya. "Trims."
"Aku sangat menyesalkan kejadian ini. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku malah memberikan kesan buruk kepadamu," kata Siwon.
"Ini hanya kecelakaan kecil. Lagi pula apa yang kau lakukan sehingga kau dipukuli?" tanya Aira. Ia masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku mencium Yun-bi di depan mantan pacarnya," jawab Siwon.
Aira mengangkat kedua alisnya terus tertawa. "Kau mencium Yun-bi di depan mantan pacarnya? Kau konyol!" seru Aira.
"Apa kedengaran lucu?" tanya Siwon.
"Tidak. Tapi jika dia memukulmu karena kau mencium Yun-bi ... Apa itu berarti dia cemburu? Dan kemungkinan dia masih ada perasaan pada Yun-bi. Lagipula kenapa kau bisa sampai mencium Yun-bi? Apa jangan-jangan kau menyukainya?" kata Aira heran.
"Aku tidak tahu," jawab Siwon datar.
"Haa ... Lucu sekali kalian ini. Kau mencium Yun-bi kemudian mantan pacarnya memukulmu. Kalau memang masih ada rasa, kenapa juga harus putus?" gumam Aira tak mengerti.
Siwon menghentikan mobilnya di depan apartemen Yun-bi. Aira tidak tega meninggalkan Yun-bi sendiri. Jadi malam ini dia memutuskan menginap di sana. Siwon menggendong Yun-bi ke kamar dan membaringkannya ke atas tempat tidur.
"Terima kasih sudah mengantar kami pulang," ucap Aira.
"Tidak perlu sungkan," jawab Siwon dengan senyum tipis.
"Kau sudah banyak berubah! Kalau kau bukan teman kecilku aku pasti sudah jatuh hati padamu!" goda Aira.
"Memangnya ada yang salah dengan teman kecil?" tanya Siwon.
"Aku tak suka pacaran dengan teman sendiri. Dan lagi kau seperti adik bagiku. Kau selalu merepotkan!" jawab Aira.
"Baguslah, aku juga tidak menyukaimu! Kalau kau jatuh hati padaku, aku akan lebih repot lagi," balas Siwon sambil berjalan kembali ke mobil.
"Kau ini ...," gumam Aira geram.
"Sampai bertemu lagi, noona! Lain kali aku akan mampir untuk merepotkan mu!" pamit Siwon dan mobil pun melaju pergi. Aira hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.