
Setelah beberapa bulan tinggal di HK, Cassandra sudah lebih mengenal daerah di sekitar sana. Dia bisa pergi sendirian tanpa perlu ditemani Siwon lagi. Petang ini Cassandra berjalan-jalan ke Victoria Harbour. Kemudian menghabiskan waktu hingga malam di tepi balkon Avenue of Stars sambil menikmati pemandangan laut. Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa wajah. Cassandra kembali teringat pada Hyun Su.
"Apa yang dia lakukan di sana sekarang?" pikirnya.
Cassandra mengeluarkan ponselnya. Mencari nama Hyun Su di daftar kontak. Dia melihat nama itu tapi kemudian menjadi bimbang antara ingin menghubunginya atau tidak. Cassandra memencet tombol keluar dari kontak. Melihat potret dirinya bersama Hyun Su yang tersenyum lebar di layar ponselnya.
"Adakah kau memikirkan ku saat ini? Kau tidak mengatakan apa-apa saat aku bilang ingin pergi. Bukankah sudah jelas kau memang tidak peduli. Betapa bodohnya jika ternyata aku berharap sendiri," batin Cassandra.
"Sepertinya pesona alam HK tidak cukup untuk mengalihkan perhatian mu dari layar ponselmu."
Suara itu membuat Cassandra menoleh. Harlem langsung melemparkan senyum lebarnya pada Cassandra. Cassandra memasukkan kembali ponselnya ke saku.
"Kau ...." Cassandra mengingat-ingat.
"Harlem Wang," ucap Harlem.
"Oh, ya, ya. Aku ingat, pria asing di Star Ferry," kata Cassandra.
Harlem tertawa. Dia berdiri tak jauh dari Cassandra.
"Tapi maaf, aku sedang tidak membutuhkan pemandu," lanjut Cassandra.
"Aku tidak datang untuk mencari turis. Lagi pula aku sudah berhenti dari bidang itu," jelas Harlem.
"Eh?! Baru berapa bulan aku di sini sejak bertemu seorang pemandu wisata dan sekarang dia sudah berhenti dari pekerjaan itu?" Cassandra memperjelas.
"Ya, begitulah. Banyak hal bisa berubah dalam sekejap. Meski kadang itu bukan kemauan kita. Mau tidak mau harus diterima juga. Benarkan, Nona Kim?" Harlem meminta pendapat.
"Entahlah. Aku belum mencari tahu tentang itu," jawab Cassandra.
"Beberapa hal memang lebih baik untuk tidak di ketahui. Itu akan menjauhkan dari rasa sakit," gumam Harlem.
Cassandra menatap Harlem dengan bingung.
"Ah maaf, aku bicara terlalu banyak. Kita tidak begitu saling kenal, tapi yang ku katakan malah membuat Nona Kim bingung. Aku akan pergi sekarang. Maaf, sudah mengganggu waktu Nona," kata Harlem tak enak. Dia mulai berjalan pergi.
"Tuan Wang! Kau sepertinya punya masalah. Tidak apa-apa bercerita sedikit dengan teman baru. Mungkin bisa berbagi sedikit pengalaman hidup," seru Cassandra.
Ucapan Cassandra itu menghentikan langkah Harlem. Dia berbalik menatap Cassandra. "Nomor ponselku belum diganti. Mungkin lain kali kita bisa pergi minum kopi bersama," balas Harlem.
"Ide bagus! Akan ku tunggu lain kali itu," jawab Cassandra.
Harlem tersenyum. Lalu berbalik berjalan pergi.
"Mungkin bagus juga memiliki teman baru," gumam Cassandra.
Walaupun Harlem mengatakan nomor ponselnya tidak diganti, yang berarti nomornya masih sama dengan yang ada di kartu nama yang diberikannya pada Cassandra waktu itu. Namun Cassandra tak pernah sekalipun mencoba menghubunginya. Bahkan dia sudah lupa di mana meletakkan kartu nama itu. Hingga suatu hari mereka kembali bertemu secara tak sengaja.
Di jalanan kota yang ramai orang berlalu-lalang, Cassandra sedang terburu-buru menuju ke kantor X untuk pertemuan. Siwon dan ayahnya sudah lebih dulu tiba di sana. Di tengah perjalanan Cassandra baru menyadari laporan pentingnya ketinggalan. Maka Cassandra terpaksa harus kembali ke rumah. Karena terburu-buru dan ramai orang, tak sengaja Cassandra menabrak seorang wanita asing. Kertas-kertas yang di bawa Cassandra ikut jatuh ke jalan. Wanita yang juga terburu-buru itu tak menghiraukannya dan berlalu begitu saja. Cassandra segera memungut kertas-kertas yang berserakan itu. Tiba-tiba datang seorang pria yang membantunya.
"Terima kasih!" ucap Cassandra dan ketika dia menoleh rupanya pria yang membantunya itu tidak asing baginya. "Tuan Wang?!"
"Nona Kim! Suatu kebetulan lagi," kata Harlem sambil menyerahkan sisa kertasnya.
"Maaf, kali ini aku sedang terburu-buru. Tidak ada waktu untuk berbasa-basi denganmu," ujar Cassandra.
"Kau mau ke mana, Nona Kim? Biar ku antar saja supaya lebih cepat. Motorku terparkir di depan sana!" Harlem menawarkan.
"Kantor X," jawab Cassandra singkat.
"Kebetulan, aku juga sedang menuju ke arah sana. Ayo, ku antar saja!"
"Terima kasih untuk tumpangannya, Tuan Wang! Aku ada pertemuan sampai siang. Bisakah kita bertemu kembali siang nanti supaya aku bisa membalas kebaikanmu?" tanya Cassandra.
"Sebenarnya kau tidak perlu merepotkan diri, Nona Kim," tolak Harlem halus.
"Aku tidak merasa kerepotan, Tuan Wang. Justru aku akan merasa repot jika kau menolak. Kau sudah membantuku," paksa Cassandra.
"Baiklah jika kau memaksa. Aku tidak ingin membuatmu repot, jadi nanti siang kita bertemu di sini lagi. Aku akan datang saat istirahat makan siang," kata Harlem.
"Setuju! Aku harus segera masuk!" balas Cassandra. Lalu dia berjalan dengan cepat memasuki kantor. Sedangkan Harlem melaju pergi dengan motornya.
Usai pertemuan berakhir. Siwon dan ayahnya: Kim In Hwa berjalan keluar diikuti Cassandra.
"Pertemuan kita kali ini sukses. Terima kasih untuk kalian berdua yang sudah membantu, Siwon dan Sora," ucap Kim In Hwa.
"Jageun abeoji, aku harusnya meminta maaf atas keterlambatan ku," kata Cassandra.
"Itu bisa dimengerti. Ini pengalaman pertama kalian bukan!? Selanjutnya usahakan untuk melakukannya dengan baik," jawab Kim In Hwa
"Baik, jageun abeoji!" ucap Cassandra.
Mereka berjalan meninggalkan kantor. Siwon dan ayahnya sudah berada di dalam mobil. Cassandra masih berdiri di luar.
"Apa kau akan berdiri di sana saja, Kim Sora?" tanya Siwon.
"Aku ada janji dengan seseorang, jadi kau dan jageun abeoji pulang duluan saja!" jawab Cassandra.
"Seseorang?!" Siwon mengulangi ucapannya.
"Tidak apa, Siwon. Bukankah bagus Sora memiliki teman yang bisa ditemuinya di sini," ucap Kim In Hwa.
" mKalau begitu Sora, kami pulang duluan. Kau berhati-hatilah! Sekali-kali ajaklah temanmu mampir ke toko kita," pesannya
"Iya, jageun abeoji!" jawab Cassandra. Mobil pun melaju pergi.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Harlem datang.
"Bagaimana pertemuannya, Nona Kim?" tanya Harlem.
"Semua berjalan lancar," jawab Cassandra.
"Syukurlah!"
"Sebagai ucapan terima kasih telah menolongku, aku akan mentraktir mu makan siang. Tuan Wang, kau tahu restoran enak di sekitar Tsim Sha Tsui, kan?" ujar Cassandra.
"Tentu aku tahu. Silahkan naik!" suruh Harlem.
Harlem membawa Cassandra ke salah satu restoran Noodles terkenal. Restoran itu cukup ramai. Tidak hanya menyediakan berbagai macam menu mie. Harga makanannya pun cukup terjangkau. Cassandra sangat menikmati makan siangnya kali ini. Masakan mie di restoran itu benar-benar enak.
"Seriously, this is so delicious!" puji Cassandra sambil menyeruput kuah mie nya.
"Untunglah sesuai dengan selera mu! Mie di sini sangat terkenal dan enak! Banyak wisatawan asing juga yang sering datang makan di sini," timpal Harlem.
"Memang tidak salah memiliki teman pemandu wisata!" tambah Cassandra.
"Lain kali aku akan membawamu ke tempat makan lain yang tidak kalah enak dengan yang di sini," janji Harlem.
"Aku menantikannya!" ucap Cassandra.
bersambung.....