
Kinar sampai di rumah bersama dengan bi Izah, Lia membantu bi Izah dengan meletakan semua belanjaan di dalam kulkas. saat ini sudah menunjukan siang. bi Izah bergegas membuatkan makan siang untuk Anand.
Lia membantu bi Izah menyiapkan semua yang di butuhkan oleh BI Izah dalam memasak.
Anand keluar dari ruang kerjanya ia menemui bi Izah dengan mengatakan kalau siang ini dan malam ini ia tidak akan makan di rumah. karna masih ada urusan yang harus ia selesaikan.
Pikiran Anand sedang tidak baik karna mendengar pengkhianatan. Anand begitu membenci dengan orang yang mengkhianatinya tanpa ampunan dirinya bisa melakukan apapun.
Anand mengendarai mobilnya yang berwarna hitam menuju ke markas miliknya.
Lia yang melihat Anand melajukan mobilnya, ia menanyakan pada bi Izah.
"Bi ada apa dengan tuan Anand?"
"Gak tau non Lia, tuan Anand akan begitu jika ada yang mengganggu pikirannya"
"Oh gitu ya bi"
"Bi, boleh Lia menanyakan sesuatu gak?"
"Tanya apa non"
"Sudah berapa lama bibi bekerja di rumah ini?"
"Sudah lama, bibi bekerja di sini dari tuan Anand masih sekolah karna dulu tuan Anand sudah memilih tinggal sendiri"
"Berarti bibi tau dong semua tentang tuan Anand?"
"Iya, kan bibi udah lama bekerja dengan keluarga tuan Anand."
"Tapi kenapa orang tuanya tidak pernah menjenguk tuan Anand?"
Bi Izah menjelaskan semua perkara rumah tangga orang tua Anand, sehingga Anand memilih untuk tinggal sendiri dan mengkhawatirkannya bi izah ikuti dengan tuan Anand atas perintah sang ayahnya karna BI Izah adalah orang yang merawat tuan Anand dari dia kecil sampai sekarang.
Bi Izah hanya mengatakan sebagian saja, ia tidak ingin melanggar janjinya pada keluarga tuan Anand untuk tidak membeberkan apa yang terjadi pada keluarganya.
"Udah non Lia, kita gak usah bahas tuan Anand nanti di jalan dia akan bersin-bersin karna kita sedang menyebut namanya"
"Pasti lucu ya bi, di sepanjang jalan tuan Anand bersin-bersin" ucap Lia dengan tertawa.
*****
Anand sampai di markas, ia menemui Roy yang saat ini sedang berada di ruangan bawah tanah.
"Tuan"
"Bagaimana Roy?"
"Mereka sudah mengakui tuan, sekarang mereka berada di penjara"
Anand berjalan menuju ke penjara untuk melihat siapa saja orang yang berkhianat padanya. Anand melihat mereka sudah babak belur karna Roy.
"Apakah ada petunjuk?"
"Maaf tuan, untuk saat ini mereka belum mengakui siapa yang memerintahkan mereka"
"Apa yang kalian lakukan semalam sampai lalai dalam bertugas" bentak Anand marah.
Semua orang-orangnya diam termasuk Roy, mereka tidak berani menjawab ketika Anand sedang berbicara.
Dengan marahnya Anand memukul semua orangnya termasuk Roy. Anand sudah memeriksa gudangnya, senjata yang hilang adalah senjata yang tidak ada di dunia ini hanya Anand lah yang memilikinya.
Anand mengusap wajahnya dengan keras lalu memukul meja yang ada di hadapannya.
"Buahahaha betapa bahagianya karna bisa membalaskan dendam padamu Anand" ucap salah satu orang yang berkhianat
Anand mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu tau, bertahun-tahun aku menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendamku"
"Tutup mulutmu" ucap Roy
"Biarkan aku yang melakukannya Roy. dia sudah bosan hidup di dunia ini"
Pria itu membalaskan dendam pada Anand karna Anand tak pernah melihat hasil kerja kerasnya bersama dengan Anand. tapi apa yang pria itu ketahui tidak sepenuhnya. karna selama ini Anand membantu biaya kehidupan keluarganya tanpa sepengetahuannya. karna Anand tidak ingin orang-orang yang bekerja dengannya mengharapkan bantuannya.
"Sampai berdarahpun kamu menanyakannya tidak akan aku katakan siapa yang menyuruhku untuk berkhianat padamu"
Anand mulai kesal dengan apa yang di katakan pria itu sehingga membuatnya marah, Anand memukul pria dengan caranya sendiri. bahkan Anand membuatnya tak berdaya untuk bangun karna pukulan Anand.
Anand selalu membuang rasa kasihannya pada orang berkhianat. dua pria yang melihat salah satu teman mereka di buat babak belur. mereka hanya bisa menelan ludah mereka karna pukulan demi pukulan di berikan oleh Anand.
Pria itu di bawah orang-orang ke penjara, karna saat ini ia akan meminta pertanggung jawaban pada mereka yang berkhianat. Anand memasang rokoknya dan menggerakkan tubuhnya karna gerakannya menghajar pria satunya.
Anand menggerakan lehernya sampai terdengar berbunyi. lalu memukul salah satu pria itu dengan memberikan tendangan tepat di wajahnya. Anand terus memukulnya tanpa bertanya lagi, jika ia menanyakannya dan mereka menjawabnya dengan jawaban yang sama ia tidak bisa menahan dirinya untuk membunuh mereka satu persatu.
Pria itu memohon pengampunan ke Anand dengan wajah yang di penuhi darah karna pukulan Anand.
"Ampuni kami tuan" ucap pria itu memohon dengan tubuhnya yang terlihat melemah.
Anand yang tangannya sudah terluka, ia mengambil sebuah tongkat besi yang selalu ia pergunakan untuk membuka mulut orang yang berkhianat terhadapnya.
Anand mengayunkan tongkat itu untuk memukul kaki mereka tapi tiba-tiba pria itu berteriak dengan menyebutkan nama yang menyuruh mereka.
"Tuan Dion, tuan Dion yang menyuruh kami melakukannya"
Pria yang ingin membalaskan dendam pada Anand mendengar salah satu temannya membuka mulut.
"Sial, kenapa kamu mengatakannya" umpat pria itu karna temannya mengatakan siapa dalang dalam perampokan senjatanya.
"Siapa? katakan sekali lagi siapa yang menyuruh kalian"
"Ampun tuan, tuan Dion yang menyuruh kami melakukannya"
Anand begitu marah mendengar nama Dion, Anand menyebut nama Dion berulang-ulang.
"Dion, Dion, Dion" teriak Anand.
Dion adalah salah satu musuh Anand yang selalu mencari perkara dengannya. Dion dan Anand sama-sama orang yang sudah lama berada dalam lingkungan mafia, Dion selalu menginginkan apa yang di miliki oleh Anand karna Anand selalu mendapatkan apa yang ia ingin. berbeda dengan Dion yang selalu berada di belakang Anand sehingga membuat Dion begitu tak menyukai Anand.
******
Di rumah Lia menunggu Anand pulang karna sekarang sudah malam, jam menunjukan pukul 10 malam. namun anand belum pulang juga.
"Tuan batu, kamu di mana kenapa belum pulang juga aku sudah mengantuk ini." ucap Lia dengan menguap.
Lia mondar mandir di depan pintu masuk menunggu Anand pulang, Lia mengkhawatirkan Anand karna ia adalah pembantu Anand. semua yang terjadi pada Anand. Lia lah yang harus mengetahuinya.
Selama Lia tinggal di rumah Anand, Lia selalu menunggu Anand pulang, menyiapkan makan malam, menyiapkan air hangat untuk di pakai Anand mandi. semua kebutuhan Anand Lia siapkan dan itu sudah membuat Lia terbiasa karna Lia sudah sebulan tinggal bersama dengan Anand.
Lia sudah mengetahui tentang Anand, yang di sukai dan tidak di sukai oleh Anand. bahkan Lia beberapa kali melakukan kesalahan dan selalu mendapatkan hukuman dari Anand.
Lia masih menunggu Anand karna Anand tidak memberitahunya akan pulang atau tidak, ia hanya mengatakan tidak makan malam di rumah.