Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 46



Setelah beberapa bulan musibah yang menimpa Kinar dan juga Anand. kini Kinar pamit pulang dan akan meninggalkan Anand dan juga kakeknya. Kinar memilih pergi ke luar negri bersama dengan Rangga membawah ketiga anaknya.


Waktu telah berlalu kini tak terasa sudah 3 tahun, Anand pun telah kembali ke dunianya namun dunianya yang saat ini begitu kejam bahkan tak ada maaf bagi siapapun.


Seperti biasa Zey terus berdampinga. bersama dengan Anand kemanapun Anand pergi.


"Anand..!!" panggil Zey dengan memasang wajah begitu memprihatinkan


"Kamu bisa istirahat di sana" ucap Anand dengan menunjuk salah satu restoran.


"Gak, aku mau dengan kamu. ngapain aku duduk makan sendirian di sana" ucap Zey dengan membujuk Anand agar ikut makan bersamanya


Langkah Anand terhenti dan menatap Zey.


"Ayolah Anand. aku lapar sekali ini" ucap Zey dengan merengek


Anand pun mengiyakan apa yang di minta oleh Zey. setelah sampai di restoran Anand dan Zey duduk, dan memesan makanan yang akan mereka makan.


Anand terus menatap notebooknya, ia fokus mengerjakan sesuatu dan memantau semua yang ia tinggalkan di kantor ataupun bisnis senjatanya.


"Hay Zey..!" sapa seorang wanita dari jauh dengan berjalan menghampiri ke meja milik Anand dan juga Zey.


"Hay Grace" sapa balik Zey dengan cipika cipiki. namun semua itu tidak mengalihkan pandangan Anand dari Nootbooknya.


"Kalian sedang apa di sini?" tanya Zey berbasa basi seolah mereka bertemu kebetulan padahal Zey sudah mengaturnya dengan ingin menjodohkan Anand.


"Oh iya boleh gak aku duduk di sini?" tanya Grace ke Anand.


Zey melihat kalau Anand tak menjawab apa yang di ucapkan Grace. dengan cepat Zey langsung menarik tangan Grace dan menyuruhnya duduk di dekat Anand.


Tak berapa lama minuman yang mereka pesan telah datang, dengan begitu lancang Grace mengambil minuman Anand. Anand menatap wanita itu dengan sangat kesal entah dari mana wanita itu datang, mood Anand telah berubah dengan kedatangannya.


Zey menutup wajahnya, ia ingin menjodohkan Anand dengan Grace namun Grace membuat Anand marah dan Zey pun akan kena imbasnya nanti. Zey melihat kalau saat ini mood Anand telah berubah.


Anand menatap Zey dengan tatapan yang tak terbacakan namun Zey sudah tau kalau saat ini Anand telah marah. tak menunggu lama Anand beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa sepatah kata.


Zey pun mengejar Anand dengan meninggalkan Grace sambil mengatakan maaf.


"Sekali lagi kamu mengatur seperti itu akan kupatahkan tanganmu Zey" ucap Anand dengan melangkah tanpa memandang Zey.


"Aku hanya ingin kamu bahagia Anand. sebagai sahabat aku akan terus melakukannya." ucap Zey dengan ngotot


langkah Anand tiba-tiba terhenti, dan itu membuat Zey takut. ia takut kalau Anand benar-benar marah padanya.


"Sekali lagi kamu ngomong seperti itu, dan ikut campur dalam urusanku. aku tak akan memaafkanmu Zey. tak akan" ucap Anand lontarkan dengan tegas lalu melanjutkan langkah pergi


Zey yang masih terdiam di tempatnya Seketika wajahnya berubah menjadi takut dengan apa yang di ucapkan Anand. bahkan nafasnya terhenti sejenak mendengar ancaman Anand yang akan mematahkan tangannya dan tak akan memaafkannya. lalu Zey menghela nafasnya dengan keras. ia mengenal Anand sudah lama. dan setiap ucapan yang Anand lontarkan tak ada yang main-main semua benar dan nyata.