Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 48



Di tempat rahasia terlihat seseorang sedang melatih dirinya bela diri. dengan begitu cepat, dan tanggu.


"Hari ini latihanmu sudah cukup bagus Ra. hanya tinggal di permantap lagi" ucap seorang pria kepada lara yang sedang berlatih.


"Baiklah" jawab Lara kepada pelatihnya.


Entah dari mana seorang pria tua tapi terlihat elegant dan juga berjalan mendekati lara.


"Bagaimana latihanmu hari ini?" tanya seorang pria tua itu


"Baik tuan" jawab Lara sambil membungkuk.


"Bagus, sudah saatnya kamu keluar" ucap pria tua itu dengan menginginkan Lara keluar.


"Tapi ingat di luar kamu harus memakai nama Lara"


"Baik tuan"


Tiga hari setelahnya Lara pergi ke apartemen yang sudah di sediakan namun untuk pergi ke apartemenya ia mengambil jalan yang melewati rumahnya yang dulu. ia menghentikan mobilnya sambil menatap rumahnya yang dulu.


Seseorang memantau dari jauh melihat sebuah motor dan seorang pengguna motor itu memakai jaket hitam berwarna kulit.


Lara pun mengetahui bahwa dirinya sedang di pantau dan di pandangi. merasa tidak nyaman Lara pergi begitu saja dengan melajukan motornya.


Seorang pria yang selalu memantau tempat tinggal Lia yang dulu kebakaran, sekarang ia menelfon Anand dan melaporkannya. dengan begitu pria itu mengirimkan sebuah gambar ke Anand.


Anand pun menerima laporan itu dan juga gambar yang di kirimkan ke dirinya. ia terus menatap gambar itu.


"Siapa dia ?" tanya Zey yang selalu muncul tiba-tiba


"Gak tau" jawab Anand dengan meletakkan gambar itu di meja. dengan penasaran Zey mengambil gambar itu dan memperhatikannya.


"Koq aneh yaa" ucap Zey dengan terus menatap gambar itu


"Ada apa Zey?" tanya Anand


"Koq aku melihatnya kalau dia adalah Lia ya" ucap Zey dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Anand yang mendengar ucapan Zey. dengan cepat ia mengambil gambar itu, dan memperhatikannya baik-baik. namun Zey tidak bisa menebaknya kalau itu Lia.


"Bagaimana kamu bisa yakin Zey kalau itu ada Lia."


"Aku hanya merasa kalau itu Lia. jika dia orang lain kenapa dia memandangi tempat itu, itu kan rumah Lia." ucap Zey


Dengan begitu cepat Anand menelfon seseorang yang ia suruh mengikuti motor yang tadi, namun mereka kehilangan jejaknya. Anand kesal mendengar kegagalan mereka membuntuti pemotor itu.


"Kalian harus terus mengawasi tempat itu, jika pemotor itu datang jangan sampai kalian kehilangan jejaknya." perintah Anand kepada pengawalnya yang ia tugaskan.


Anand mengusap wajahnya dengan keras, dan memukul meja sangat keras. Zey pun terkejut dengan aksi yang Anand lakukan.


"Apa yang kamu lakukan Anand. kamu tenang dulu itu hanya tebakanku saja tapi belum tentu dia kan" ucap Zey yang mencoba menenangkan Anand namun Zey mendapatkan tatapan tak biasanya.


"Baiklah, aku juga akan mencari tau apakah itu Lia atau tidak." ucap Zey


Di sebuah Apartemen Lara membersihkan tubuhnya dan menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri. namun sebelum itu ia menata kamarnya dengan meletakan beberapa foto miliknya, ia sendiri dan ada juga foto dirinya bersama sahabatnya, juga ayah ibunya.


Malam ini Anand mendapatkan tamu tak lain adalah Dirga dan Zey. mereka mengobrol sambil tertawa dan dengan obrolan malam itu Zey tidak sengaja menyebutkan nama Lia. dngan ucapan Zey. Dirga terlihat aneh bahkan tatapannya mulai berbeda ke Zey.


"Aku gak sengaja loh ketemu Lia pagi tadi, ternyata dia selama ini masih hidup" ucap Zey dengan mengarang.


Sedangkan Anand tertawa kesal karna Zey selalu membuat cerita bohong tentang Lia. untuknya.


"Dasar..!! kamu cari mati ya Zey " ucap Anand meligkarkan lengannya ke leher Zey dengan keras.


Zey berteriak-teriak memohon ampun dengan sedikit tertawa, sedangkan Dirga hanya diam saja. ia kebingungan ada apa dengan Zey dan Anand.