Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 41



Semua orang menahan Anand agar tetap pada tempatnya, beberapa kali Anand ingin berlari ke arah gedung dengan menyelamatkan Lia pacarnya, namun dengan banyaknya orang yang menahannya. Anand tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan berteriak histeris memanggil nama Lia. Sedangkan gedung yang di hadapan Anand apinya terus bertambah dan semakin besar.


Anand yang terduduk sambil menutupi wajahnya dengan tangan kiri, tiba-tiba mendengar suara seseorang yang sedang menangis dengan menyebut-nyebut nama ayah Lia.


Anand mengangkat kepalanya dan mencari suara yang ia dengar. Setelah menemukannya Anand bangun dari tempat duduknya dan mendekati ke arah Amira dan juga Benny. Dengan emosi yang menggebu-gebu Anand melayangkan pukulan ke wajah Benny sampai akhirnya Benny terjatuh namun itu semua membuat Anand tak puas, lalu ia menarik kerak baju Benny dengan melayangkan pukulan kewajah Benny berulang-ulang sampai wajah Benny mengeluarkan darah.


Amira yang melihat Benny di pukul ia berusaha membela Benny dengan menarik tangan Anand. Namun Anand melemmparkan tangan Amira sampai Amira terjatuh. Serina pun ikut membantu pacarnya namun Serina mendapatkan tamparan di wajahnya sehingga bibirnya mengeluarkan darah.


Serina terduduk sambil menangis karna kesakitan terkena tamparan Anand.


“Mati kamu, mati. Aku tidak akan melepaskanmu” ucap Anand dengan terus memukul Benny yang sudah tak berdaya.


Seseorang tersenyum dari kejauhan melihat Anand. Ia begitu puas bisa membalaskan dendamnya kepada Anand walaupun ia tidak bisa membunuhnya namun Anand merasakan sakit seperti yang ia rasakan dulu.


Sejam kemudian pemadam kebakaran datang dengan langsung memadamkan apinya namun mereka sulit memedamkannya dan membutuhkan waktu yang cukup lama agar api tersebut padam.


Kinara pun sampai di tempat bersama dengan Ria sambil menangis, ia mencari Anand setelah melihat api yang begitu besar.


Kinara mendekati Amira dan juga Serina. Dengan sangat marah Kinara menampar Amira dan juga Serina bahkan Kinara menampar Amira berulang kali sampai pipi Amira memerah dan tamparan Kinara membekas di pipi Amira.


Ria yang melihat Kinara tak berhenti menampar Amira dan sekarang ia beralih ke Serina adik Lia. Dengan Kinar menarik Serina mendekati api yang semakin membesar. Kinar yang berencana melemparkan Serina ke api.


“Aku akan membakarmu agar kamu tau gimmana rasanya terbakar seperti apa yang kamu lakukan ke Lia” ucap Kinar penuh emosi “dan kamu, aku akan membuatmu merasakan kehilangan orang yang kamu sayang, satu-satunya kamu miliki” ucap Kinara lagi dengan menatap Amira penuh marah.


“Aku mohon jangan lakukan Kinar, aku minta maaf karna telah mmenyiksa Lia” ucap Serina dengan berlutut di kaki Kinar.


“Aku tidak membunuhnya Kinar aku berani bersumpah” ucap Serina dengan memegang kaki milik Kinar.


“Kinar lepaskan dia Kinar. Serina tidak tau apa-apa kinar”


“Kamu bilang Serina tidak tau apa-apa, baiklah” ucap Kinar dengan menarik Serina ke api


“Aku mohon Kinar maafkan aku, ibu tolongin Serina dia akan membunuh Serina” ucap Serina memohon maaf dan meminta tolong pada ibunya sendiri.


Dengan cepatnya Ria berlari memeluk Kinar. “Lepaskan dia Kinar, biarkan polisi yang menghukumnya” ucap Ria menangis sambil memeluk Kinar


“Lepaskan aku Ria, lepaskan” ucap Kinar dengan berteriak


“Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya Kinar, aku tidak mau kamu mengotori tanganmu dan menjadi pembunuh dengan wanita iblis ini” ucap Ria dengan mencoba membujuk Kinar.


Tanpa berpikir panjang Kinar melepaskan Serina dengan menangis memeluk Ria sahabatnya.


“Lia,....!” ucap Kinar dengan menangis


“Iya Kinar aku tau, apa yang kamu rasakan saat ini aku juga merasakannya sebagai seorang sahabat, karna Lia adalah sahabat kita satu-satunya.”ucap Ria dengan mmenangis sambil membalas pelukan Kinar.


Serina berlari mmendekati Amira setelah Kinar melepaskannya, ia menangis sambil memeluk Amira. Serina ketakutan bahkan tubuhnya bergetar.