Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 24



Zey terlihat begitu menyedihkan ketika harus bertemu dengan kawannya yang bernama Anand.


"Lia menelfonku, ia mengatakan kalau setiap berada di dekatmu detak jantungnya selalu berdetak dengan kencang" ucap Zey


Anand tersenyum tipis ketika mendengar apa yang Zey katakan.


"Terus apa lagi yang dia katakan Zey?" tanya Anand


"Gak ada, dia hanya mengatakan itu saja, tapi katanya dia akan menjaga jarak dari kamu Anand"


"Kenapa dia harus menjaga jarak Zey?" tanya Dirga


"Anand terlihat keras sama Lia, bahkan Anand sering menghukum Lia jadi menurut Lia gak mungkin Anand akan jatuh cinta ke dia."


"Benarkah Zey?"


"Kalau gak percaya tanyakan saja kepada tuan kita yang jahat ini"


"Sialan kamu Zey, aku menghukumnya karna dia selalu lalai dalam tugasnya"


"Tapi gak harus begitu juga"


"Stop...stop buat kalian berdua" ucap Dirga yang menjadi penengah buat mereka berdua.


"Aku mau pergi keluar" ucap Zey dengan beranjak dari tempat duduknya namun Dirga menahan lengan Zey agar duduk kembali.


"Ada apa lagi Dirga"


"Zey berikan nomor handphone Lia, dan gambarnya juga Zey. aku ingin melihatnya dan juga berkenalan dengannya"


"Sebentar aku cek dulu gambarnya masih ada atau gak di handphoneku" ucap Zey


Anand yang mendengar gambar Lia ada di handphone Zey, ia tidak terima.


"Kenapa kamu menyimpan gambarnya Zey?"


"Memangnya kenapa? gak boleh? dia juga kan gak punya pacar dan aku sama dia temanan jadi gak apa-apalah menurutku" ucap Zey


"Betul katamu Zey, mana handphonemu aku mau Lihat wajahnya" ucap Dirga dengan mengambil handphone Zey dan melihat gambar Lia


"Zey..."


"Ada apa?"


"Lia begitu cantik Zey, tubuhnya terlihat seksi"


"Jangan memandangnya lama Dirga, karna dia adalah calon ratuku dan bidadariku dalam hidupku" ucap Zey mengambil handphonenya kembali dari tangan Dirga.


Anand terlihat kesal mendengar percakapan mereka, ketika Dirga mengatakan tubuh Lia seksi. Anand mengambil handphone Zey dan menatap gambar Lia.


"Cantik dan manis" ucap Anand dengan tersenyum tipis.


"Apa yang kamu lakukan Anand, kembalikan handphoneku"


"Gak ada yang bisa menyimpan gambarnya dan juga nomor handphonenya" ucap Anand namun sebelum menghapus gambar Lia, Anand mengirimkannya ke handphonenya.


"Memangnya hubungan kamu apa dengan Lia Anand?" tanya Dirga


"Ya gak ada"


"Trus, kenapa kamu melarang kita untuk mendekatinya"


"Karna dia orangku"


"Ya sudah besok aku akan datang menjemputnya agar dia menjadi orangku juga"


"Berani kalian menemuinya dan membawahnya keluar dari rumahku akan ku patahkan rahang kalian" ucap Anand dengan menunjuk wajah dirga dan juga Zey


"Kamu aneh Anand, dia itu bukan siapa-siapa kamu kenapa kamu semarah itu"


"Bukankah aku sudah mengatakannya dulu kalau dia itu wanitaku" ucap Anand dengan marah.


"Buahahahaha... akhirnya mengaku juga kamu Anand, awalnya aku ragu kamu mengatakan kalau dia wanitamu, karna kamu tidak pernah baik padanya tapi hari ini aku percaya kalau dia adalah wanitamu" ucap Zey dengan tertawa ketika melihat Anand masuk keperangkapnya.


"Iya, aku sudah bertemu dengannya kalau kamu pengen kenalan dengan Lia, datanglah bersamaku sebentar malam karna aku mau bertemu dengannya untuk membahas sesuatu dengannya" ucap Zey


"Apa yang akan kalian bahas Zey?" tanya Anand dengan melemparkan tatapan tak terbacakan


"Aku juga gak tau Anand, aku hanya di ajak ketemuan di rumah kamu" ucap Zey dengan suara lesuh karna melihat tatapan Anand yang ingin menindasnya.


"Jangan menemuinya lagi Zey kalau kamu ingin selamat" ucap Anand dengan suara mengancam


"Aku hanya menghargainya karna dia adalah temanku"


"Apapun itu aku melarangmu mendekati Lia Zey" ucap Anand dengan pergi meninggalkan ruangan Dirga.


"Ada apa sih dengan pria itu, gak biasanya dia peduli seperti ini dengan wanita" ucap Zey dengan kembali duduk


"Trus apa yang akan kamu lakukan Zey?"


"Aku akan tetap melakukannya, menemui Lia"


"Kamu gak takut sama dia Zey? dia kalau marah gak Mandang bulu siapapun itu akan ia hajar"


"Bodoh amat, aku gak peduli pokoknya sebelum ia mengatakan yang sebenarnya ke Lia aku gak akan berhenti, enak saja main ngelarang yang mendekati Lia sedang dia selalu menghukum Lia"


"Jadi maksud kamu, kamu akan jadi pahlawan kesiangan untuk Lia"


"Iya, aku akan selalu berada di sisi Lia, karna dia adalah temanku" ucap Zey.


Zey mengatakan seperti itu karna ia tidak pernah lupa apa yang di lakukan Anand dengan mengunci Lia hanya karna ulah dirinya sendiri yang membohongi anand sampai Lia harus menerima hukuman dengan bertemu serangga di dalam gudang. dan ia juga pernah melihat Lia beberapa kali sedang menangis entah apa yang membuatnya menangis sehingga Zey berjanji akan berada di sisi Lia sampai Lia bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya dan menjaganya.


Anand terus menatap Lia yang sedang bekerja, ia melihat Lia dari cctv di ruangannya karna ia menyembunyikan kalau restauran itu miliknya. detak jantung Anand mulai berdetak dengan kencang ketika ia menatap Lia.


Anand memegang dadanya sendiri sambil merasakannya.


"Apakah aku benar-benar telah jatuh cinta padanya, ini pertama kalinya terjadi padaku, jika benar ini cinta semoga kamu tidak seperti wanita lain yang sepertiku kenal" ucap Anand dengan mengingat sikap ibunya kepada ayahnya dan dirinya.


*****


Zey berani menampakan wajahnya di rumah Anand dengan menemui Lia, ia datang bersama dengan Dirga.


Anand terkejut ketika Dirga dan Zey masuk ke dalam ruang kerjanya


"Sedang apa kalian kemari?"


"Ingin menjengukmu dan melihat kakak ipar" ucap Dirga


"Memangnya aku sedang sakit dan apa katamu tadi kakak ipar? sejak kapan dia kakak iparmu?"


"Sejak dia menjalin hubungan denganmu dan kamu mencintainya Anand" jawab Dirga


Zey yang ingin bertemu dengan Lia, ia mencoba meninggalkan ruang kerja Anand


"Mau kemana kamu Zey?" tanya Anand


"Aku mau bertemu dengan Lia, dia sedang menungguku di taman" jawab Zey dengan pergi meninggalkan Dirga dan Anand.


Dirga menatap Anand, ia melihat raut wajah Anand berubah ketika mendengar ucapan Zey tadi.


Anand mengepalkan tangannya yang berada di balik meja kerja agar tak terlihat oleh Dirga kalau saat ini ia sedang cemburu.


Ada apa ini, kenapa aku merasa kesal dan marah ketika mendengar apa yang Zey katakan, apa aku sedang cemburu saat ini? gak mungkin aku cemburu, sadar Anand ingat tidak ada wanita yang bisa di percaya.


"Ada apa denganmu Anand? kenapa wajahmu memerah seperti?"


"Gak ada apa-apa Dirga"


"Anand, jika kamu benar-benar mencintai Lia katakanlah perasaanmu sesungguhnya padanya sebelum seseorang merebut dia."


"Memangnya dia siapa, kalau ada yang menyukainya terserah itu hak dia"


"Aku tau saat ini kamu memiliki perasaan untuknya tapi kamu takut kalau masalalumu tentang ibumu akan terulang lagi, tapi percayalah Lia bukan wanita seperti itu. kesempatan tidak akan datang kedua kalinya Anand, sebelum penyesalan itu datang cobalah untuk membuka hatimu untuk wanita Anand" ucap Dirga