Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 40



Anand mengendarai mobil hitamnya sendiri dengan di ikuti oleh beberapa pengawalnya, dalam perjalanan semua mobil berhenti bahkan lampu merah pun Anand tidak peduli dan semua orang mengetahui mobil Anand sehingga mereka diam saja dan memberikan jalan.


Anand terkenal sebagai mafia yang tidak ada ampunan ke siapapun yang berani melawannya.


Anand mendatangi rumahnya lebih dulu, dengan wajah yang sangat marah dan tatapan mata yang tajam seolah dirinya ingin membunuh.


Bi izah yang melihat mobil tuannya, ia segera keluar dan menghampiri Anand.


"Tuan non Lia pergi dengan tuan Zey, non Lia mendapatkan video ayahnya sehingga ia tak bisa menahan diri lagi tuan"


Mendengarkan penjelasan Bi Izah langkah Anand terhenti, ia menatap semua pengawal yang ada di rumahnya.


"Kalian sedang apa di sini?" bentak Anand


Semua pengawal merasa gugup, tubuh mereka bergetar karna ketakutan melihat wajah boss mereka marah besar.


Plaaakkk, sebuah pukulan melayang ke wajah mereka.


"Kalian tau kesalahan kalian apa? jawab"


"Membiarkan Nona Lia pergi tanpa mengikutinya" jawab salah satu pengawal yang ada di hadapan Anand


"Cari Lia sampai ketemu, jika kalian tak menemukannya siap-siap nyawa kalian sebagai taruhannya" ucap Anand dengan penuh Ancaman


Semua pengawal pergi dari rumah meninggalkan Anand, Bi izah pun pergi dengan mengambil air putih untuk tuannya, dengan memberikan air ke Anand. terlihat jelas tangan BI izah bergetar ketakutan.


Anand pun meraih gelas yang berisi air putih itu dan meminumnya, setelah meminumnya dengan habis Anand melemparkan gelas ke tembok dan lemparan itu membuat BI izah kaget dengan mengucapkan istighfar.


Anand pun pergi keluar dengan terus menelfon Zey namun Zey tidak bisa di hubungi.


"Sial..!" ucap Anand dengan kesal lalu ia menghidupkan mobilnya dan melajukannya di atas rata-rata.


"Hati-hati tuan" teriak BI izah khawatir.


Dengan perjalanan yang jauh Anand mencoba menghubungi Zey dan Lia. namun handphone mereka tak bisa di hubungi.


Anand mendapatkan pesan dengan memperlihatkan Lia menangis sesenggukan.


"Tenanglah Anand, berfikirlah yang jernih. tenang.. tenang" ucap Anand dengan mencoba mengendalikan emosinya dengan mengantur nafasnya.


Anand memutar arah mobilnya, dalam perjalanan ia melihat Zey dan Dirga. iya pun turun dari mobilnya. dengan langkah yang lebar ia menghampiri Zey dan mengangkat kerak baju yang di pakai Zey.


"Di mana Lia Zey.?" tanya Anand dengan nada suara tegas dan tatapan ingin membunuh


"Aku tidak tau Anand" jawab Zey dengan menahan sakit saat ini kepala Zey di perban karna mengalami luka pukul.


"Bukannya dia dengan kamu tadi?"


"Iya Lia denganku tapi ketika aku bangun Lia sudah tidak ada di dalam mobil dan saat itu ada seseorang yang memukul kepalaku Anand" jelas Zey


Dirga marah ke Anand, yang memperlakukan Zey seperti itu di saat Zey terluka.


"Apa yang kamu lakukan Anand? Zey adalah temanmu seharusnya kamu percaya ke dia" ucap Dirga gak terima.


"Gak apa-apa Dirga, ini juga salahku karna tidak menjaga Lia dengan baik"


Tiba-tiba handphone Anand berdering, ia menerima pesan video, di dalam video itu Hendra ayah kandung Lia tak berdaya sedangkan Lia terus menangis dengan mencoba agar tubuhnya terlepas dari ikatan.


"Ayah, aku mohon jangan bunuh ayahku " ucap Lia dengan menangis sambil memohon-mohon


Anand yang mendengar tangisan dan suara Lia memohon membuatnya sakit, emosinya semakin meluap dengan cepat ia masuk ke dalam mobilnya. Zey dan Dirga pun ikut masuk kedalam mobil bersama dengan Anand untuk mencari keberadaan Lia.


Tiba-tiba Anand mengingat satu tempat yang membuatnya begitu yakin kalau saat ini Lia dan ayahnya sedang berada di tempat itu.


Namun saat ini Anand mendapatkan video lagi dari seseorang yang menculik Lia, ia mengatakan di dalam video bahwa waktu Anand tak banyak lagi, jika Anand tidak datang ataupun tidak datang dengan waktu yang di berikan si penculik, tempat penyekapan Lia dan juga ayahnya akan meledak.


Anand melajukan mobilnya ketika mendapatkan pesan dari si penculik. tak menunggu lama Anand pun sampai tapi waktunya sudah habis, ketika ia turun dari mobil Buuummm. sebuah ledakan gedung terdengar dan tepat di depan Anand.


Anand berlari mendekati gedung itu dengan mencoba menyelamatkan Lia, namun Zey dan Dirga menahan Anand agar tidak mendekati gedung itu.


"Liaaaa...!!" teriak Anand dengan keras sambil melepaskan tubuhnya dari pegangan Zey dan Dirga.


Gedung itu di penuhi oleh api, Anand pun terduduk dengan berteriak memanggil nama Lia, dirinya merasa lemah ketika bagian hidupnya, cintanya mati di bunuh tepat di depan matanya.