Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 50



Lia menghela nafas dengan keras, dirinya baru saja hampir ketahuan. dengan cepat Lia pergi dari tempat parkir sebelum Zey kembali ke tempat itu. dalam perjalanan tak sengaja ia bersebelahan dengan mobil milik Anand.


Lia terkejut dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke sebelah. Anand begitu serius dengan mengotak Atik Notebooknya.


Lampu lalu lintas pun berganti dari merah menjadi hijau tanda bahwa pengguna kendaraan bisa melanjutkan perjalanan, dengan cepat Lia menarik gas motor besarnya.


Anand terdiam sambil mengerucutkan keningnya, ia merasakan bahwa Lia ada di dekatnya. namun ketika ia melihat ke depan dan di sebelahnya motor yang Lia kendarai melaju sampai tak terlihat lagi.


Dalam perjalanan menuju ke kantor Anand Zey terus memikirkan Lia yang ia lihat di caffe tadi. namun siapa sangka ternyata keberuntungan itu berpihak ke Zey yang akhirnya ia melihat seorang wanita seperti di caffe tadi. Zey yakin kalau itu adalah Lia sehingga ia memutuskan mengikuti motor yang dikendarai Lia.


Zey terus mengikutinya dan terus fokus agar tidak kehilangan jejak Lia. Zey terus memantaunya ketika sampai di apartemen milik Lia.


"Sedang apa Lia ke sini" ucap Zey dengan terus bertanya-tanya karna ia tau apartemen itu adalah milik keluarga Anand.


"Apakah dia sengaja di sembunyikan Anand? tapi itu gak mungkin. tapi jika sampai bener Anand sudah mengetahui kalau Lia masih dan menyembunyikannya dari aku. awas aja akan aku buat perhitungan dengannya walaupun dia seorang mafia berdarah dingin" ucap Zey dengan kesal terhadap Anand.


Dengan cepat ia berbalik dan menuju ke arah kantor Anand. Zey ingin menanyakan perihal tentang Lia yang berada di apartemen milik keluarganya.


****


Dirga terus memikirkan apa yang Zey katakan waktu malam itu bahwa Lia masih hidup. walaupun itu hanya bercanda namun kalimat itu sangat mengganggu pikiran Dirga.


Tak lama kemudian handphone Dirga berbunyi menandakan sebuah pesan masuk, dengan cepat Dirga meraih handphonenya dan membuka pesan tersebut.


Setelah membacanya tiba-tiba mata Dirga melotot dan melemparkan handphonenya ke tembok.


Dirga terlihat begitu marah, ia pun bergegas pergi, tak ada yang tau apa sebenarnya terjadi dengan Dirga sampai dirinya begitu sangat marah.


Anand pun tau jika Zey seperti itu berarti Zey sedang dalam mood tidak baik ataupun sedang kesal.


"Ada apa denganmu Zey?" tanya Anand dengan santai saja.


"Kamu tanya ada apa? sampai kapan kamu membohongiku Anand apakah aku kamu anggap orang lain?" ucap Zey dengan marah


Anand terlihat kebingungan ia tidak tau apa yang terjadi kepada Zey sehingga Zey begitu marah padanya.


"Maksud kamu apa Zey. aku gak ngerti" ucap Anand dengan terus memeriksa semua berkas yang ada di mejanya.


"Gak usah bohong lagi Anand, aku tau kalau selama ini kamu bohong sama aku kan" ucap Zey dengan kecewa.


"Ada apa denganmu Zey, aku tidak mengerti dengan semua yang kamu katakan."


"Apa..?!! kamu tidak mengerti dengan ap yang aku katakan, atau kamu pura-pura tidak mengerti untuk menyembunyikan Lia dari aku" ucap Zey dengan memukul meja kerja Anand.


"Bentar Zey, menyembunyikan Lia?" tanya Anand kebingungan


"Udahlah Anand aku kecewa sama kamu" ucap Zey yang akan pergi namun Anand menahannya.


"Bentar Zey, boleh gak kamu jelasin ada apa sebenarnya, menyembunyikan Lia siapa yang kamu maksud menyembunyikan dia." tanya Anand. namun Zey tak menjawab Anand ia pergi begitu saja meninggalkan ruangan Anand.


Zey pergi dengan raut wajahnya yang kecewa, sedangkan Anand terlihat kebingungan dengan sikap Zey yang datang tiba-tiba dan menuduhnya.