Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 17



Dalam perjalanan mencari Lia, Anand menelfon Zey meminta bantuannya agar membantunya mencari Lia. saat ini Anand benar-benar khawatir dengan Lia mengingat apa yang ia katakan semalam Anand takut ucapannya menyinggung perasaan Lia.


Rasa bersalah yang di miliki Anand membuatnya tidak bisa tenang, di tambah mengingat bagaimana Lia di perlakukan oleh ibu tiri dan adiknya itu.


Pukul 9 pagi Anand pergi mencarinya bersama dengan Roy sampai sore pun tiba mereka belum menemukan Lia. Zey pun belum menemukan Lia.


Lia sedang duduk di taman seharian ia belum makan, setelah pulang mengunjungi makam ibunya Lia tidak tau harus pergi kemana lagi.


"Wuaaaa siapa ini, kenapa kamu duduk di sini, dan ini" ucap serina dengan menendang koper pakaian Lia.


"Apa kamu di usir Lia dari rumah besar itu, apa mereka sudah puas dengan tubuhmu sehingga kamu di buang begitu saja"


Lia menatap Serina dengan tatapan kesal.


"Tutup mulutmu Serina"


"Kenapa gak suka"


Pria yang sedang berada di dekat Serina sambil memeluknya pun tertawa.


"Siapa dia sayang? " tanya pria itu kepada Serina


"Dia adalah pembantu di rumahku" jawab Serina


"Benarkah dia pembantumu?" tanya pria satunya lagi yaitu teman Beni


Serina sedang berjalan dengan teman-temannya tapi ia tidak sengaja bertemu dengan Lia. serina yang sedang bersama dengan pacarnya Beni dan juga 2 teman Beni.


Salah satu teman Beni berjalan mendekati Lia dengan menyentuh pipinya.


"Boleh aku berkenalan denganmu cantik" ucap Riko


Mereka semua tertawa melihat Riko yang mencoba menggoda Lia


"Apa kamu gak bisa melihatnya Riko, tampangnya itu pembantu." ucap serina


"Atau jangan-jangan kamu demen lagi sama permbantu Riko" ucap Beni


"Gak apa-apa pembantu asalkan dia bisa melakukan yang aku inginkan" jawab Riko dengan mengelus lengan Lia


Lia yang ketakutan ia menepiskan tangan Riko yang mencoba kurang ajar padanya.


"Wuaaa sudah pembantu, wajah pas-pasan tapi masih sok jual mahal, hebat Skali kamu" ucap Riko


"Aku tidak punya urusan dengan kalian, tolong jangan ganggu aku" ucap Lia


Riko menatap Lia penuh dengan tatapan *****, sampai ia mencoba mengambil kesempatan dengan mencium Lia, tapi Lia langsung mendorongnya dan menamparnya.


Plaaakkk...


"Jangan kurang ajar kamu" ucap Lia dengan menunjuk Riko.


Beni dan juga serina dan pria satunya kaget melihat Riko di tampar.


"Dasar wanita ******" ucap Riko dengan menarik rambut Lia


Dari kejauhan mobil Anand terlihat, ia melihat Lia yang di perlakukan oleh wanita yang ia lihat di cctv yang pernah datang kerumahnya dengan perlakuan yang tak seharusnya Lia dapatkan.


Anand turun dari mobilnya, Roy yang melihat wajah Anand memerah karna emosi melihat Lia di perlakukan tak sepantasnya dengan main keroyokan.


Roy menghampiri mereka dan menarik tangan Riko dan memutarnya.


"Siapa kamu?" tanya Beni yang mencoba membantu Riko


Roy menghajar Riko dan Beni hingga babak belur dan melemparkan mereka hingga tergeletak.


Anand mendekati Lia, lalu menatap Serina. dengan marah Anand mencekram pakaian Serina. Anand memberikan peringatan ke Serina.


"Aku peringatkan padamu, jangan pernah menggangu Lia jika ingin hidupmu tenang dan baik-baik saja" ucap Anand dengan mendorong Serina.


"Tuan, terima kasih" ucap Lia berterima kasih ke Anand.


"Non Lia" panggil bi Izah.


Hari itu Anand pun mengajak bi Izah mencari Lia, Anand tau jika Lia begitu dekat dengan bi Izah. Anand sengaja melakukannya dengan membawa bi Izah agar Lia kembali lagi ke rumahnya.


"Bi Izah" panggil Lia dengan memeluk bi izah sambil menangis.


"Non Lia dari mana saja, bi Izah sangat mengkhawatirkan non Lia."


"Maafin Lia ya Bi, sudah membuat bi Izah khawatir"


Bi Izah melihat tangan Lia yang lecet karna perlakuan Beni, Riko dan juga serina yang mendorong Lia sampai terjatuh.


Anand yang melihatnya langsung menarik tangan Lia, lalu menatap Zey.


"Lia boleh aku lihat tanganmu?" tanya Zey


"Kita pulang ya non, rumah begitu sepi tanpa non Lia" ucap bi izah dengan mencoba membujuk Lia.


"Iya Lia, untuk sementara kamu kembali ke rumah Anand dulu, takut mereka akan mengganggumu lagi"


Lia menatap Anand dengan matanya yang sembab. Anand membalas tatapan Lia dengan mengedipkan matanya bahwa dirinya menyetujuinya agar Lia ikut kembali ke rumahnya.


Sore itu tangan Lia di obati oleh Zey, bi Izah menyiapkan makanan untuk Lia. Anand pergi keruang kerjanya dengan Roy.


Anand meminta Roy untuk memantau Lia kemanapun Lia pergi nanti, dan Anand pun sudah mengingatkan ke Roy tak ada satupun yang boleh menyentuh Lia kecuali dirinya. yang di maksudkan Anand di sini adalah yang bisa memperlakukan Lia seenaknya hanya dirinya, jika sampai ia menemukan orang lain maka ia tidak akan mengampuni orang itu.


Lia sudah masuk di daftar orang yang harus Roy lindungi jika sampai Roy lalai dalam melindunginya makan Anand sendiri yang akan menghukum Roy dengan tangannya sendiri.


Lia pergi ke kamarnya untuk istrahat dengan di antarkan oleh bi Izah, sedangkan Zey ia menyusul Anand dan Roy masuk ke ruang kerja milik Anand.


"Apa yang terjadi Anand?" tanya Zey yang masih bingung dengan kejadian sore tadi


"Gak ada apa-apa Zey, aku hanya ingin memberimu tugas"


"Tugas apa lagi Anand, jangan yang aneh-aneh Anand plissss" ucap Zey dengan memohon


"Aku akan memberikanmu tugas menjaga Lia dengan keahlian yang kamu miliki, jika sedikit saja tubuh Lia tergores atau terluka maka kamu akan menerima hukuman dariku"


"Apa? bagaimana caranya aku bisa menjaganya agar tidak terluka Anand, seandainya Lia terluka karna terjatuh apakah aku harus di hukum?"


"Menurutmu?"


Zey mendekati Roy untuk meminta bantuannya, karna menurutnya pikiran Anand sudah tak waras lagi. namun ketika Roy menatapnya Zey mundur karna tatapan Roy yang begitu menakutkan.


"Anand sebenarnya Lia itu siapanya kamu?" Zey mencoba memancing Anand dengan bertanya seumur-umur ia temanan dengan Anand ia belum melihat sikap Anand yang seperti ini


"Kenapa kamu menanyakannya?"


"Ya aku pengen tau aja, biar aku bisa menjaganya dengan nyawaku"


"Dia adalah orangku"


"Orangku atau wanitaku, Anand.?"


Anand langsung menatap Zey dengan tatapan yang tak terbacakan bersamaan dengan Roy.


"Gila.. tatapan apa ini, kenapa tatapan kalian seolah melihat aku ini adalah musuh kalian. baiklah aku gak akan bertanya lagi" ucap Zey karna takut dengan tatapan Anand dan Roy.


"Bagaimana dengan Lia?"


"Lia baik-baik saja, lukanya sudah ku obati sekarang ia sedang beristirahat di kamarnya"


Handphone Zey berbunyi mendapatkan telfon dari atasannya di rumah sakit bahwa Zey termasuk dalam pengeroyokan anak perdana Mentri. Zey di minta datang ke rumah sakit karna perdana Mentri menelfonnya.


"Anand bagaimana ini"


"Pergilah, dan jelaskan semua padanya kamu bersamaku, dan aku yang memintamu"


"Tapi Anand"


" Pergilah"


Zey pergi meninggalkan Anand dengan pergi menemui atasannya di rumah sakit.


"Kamu pikir kamu siapa Zey, kalau mereka mencabut hak tugasmu bagaimana'


"Aku mohon bantuanmu agar semua itu tidak terjadi"


"Siapa saja yang pergi bersamamu?"


"Aku pergi bersamanya dan aku juga yang mengajaknya" jawab Anand yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Anand!!"


"Iya aku pergi bersama dengan Anand kesana dan mereka yang memulainya lebih dulu dengan mengeroyok seorang wanita" ucap Zey dengan menjelaskan ke Dirga atasan Zey di rumah sakit.


"Memangnya siapa wanita itu sampai kamu melakukannya Zey?" tanya Dirga


Zey belum menjawabnya tapi ia menatap Anand yang terlihat begitu santai.


"Dia adalah wanitaku" jawab Anand yang membuat Zey tersenyum sambil meneriaki yes dalam hatinya.


"Wanitaku? sejak kapan kamu tertarik dengan wanita Anand?"


"Sejak dia membuat isi kepalaku berantakan"


"Apa? dasar gila" ucap Dirga karna apa yang Anand ucapkan sangat sulit di terima dan itu hanyalah jawaban untuk orang gila.


Dirga dan Anand adalah sahabat dan Zey adalah sepupu Dirga. tapi Anand sudah menganggap Zey sebagai saudaranya sendiri sehingga membuat mereka dekat.