Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 28



Bruuuukkk Lia menabrak tubuh Anand yang sedang berada di hadapannya dan membuat mereka terjatuh dengan saat ini Lia berada di atas tubuh Anand dengan kedua tangannya di letakan di dada milik Anand.


Anand yang merasa nyaman dengan apa yang terjadi, ia tersenyum dengan membiarkan Lia berada di atas tubuhnya, Anand hanya mengangkat tangannya dan meletakkannya di bawah kepalanya seperti bantal.


Lia pun yang merasa nyaman berada dalam pelukan Anand. ia tak beranjak dari tubuh kekar Anand.


Anand yang melihat Lia tak bergerak sedikitpun, Anand tersemyum sambil berkata.


"Apakah kamu menikmatinya" ucap Anand ke Lia.


Lia yang mendengar ucapan Anand. tersadarkan. ia beranjak dari tubuh kekar Anand dengan wajah yang memerah karna malu.


Anand berdiri sambil menyembunyikan senyumannya, sedangkan Lia menunduk karna malu.


Tanpa menunggu lama Anand mendekati Lia, dengan memakaikan jasnya untuk menutupi tubuhnya.


"Aku tidak ingin ada orang lain melihatnya selain aku, jadi berhati-hatilah dengan pakaianmu itu" ucap Anand dengan merapikan rambut Lia.


Ketika Anand dan Lia mulai saling menatap dan mendekatkan wajah mereka tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan. dengan kagetnya Lia menghindari menjauh dari Anand. sedangkan Anand tetap berdiri di tempatnya sambil menatap ke arah pintu.


"Masuk" ucap Anand


Pak Lim masuk ke dalam ruangan, menundukan kepalanya lalu memberikan pakaian yang akan di pakai Lia kembali.


"Pergilah" perintah Anand


Setelah pak Lim keluar, anand memberikan pakaian itu ke Lia dan menyuruh Lia agar mengganti pakaiannya di ruangan yang ada di ruangan kantornya.


Namun sebelum Lia mengambil pakaian itu, ia menatap wajah Anand dengan serius.


Anand tersenyum tipis ketika melihat raut wajah Lia yang begitu serius menatapnya.


"Hey.. apa yang kamu pikirkan" ucap Anand


"Buahahaha... kamu benar-benar membuatku ingin....Cup.." Anand langsung mencium bibir milik Lia tanpa pengetahuannya sehingga membuat Lia terkejut.


"Apa yang kamu lakukan tuan" ucap Lia dengan memasang raut wajah terkejut sambil memegang bibirnya.


"Aku? sedang apa?..Cup... Aku sedang melakukan apa yang ingin aku lakukan" ucap Anand dengan tersenyum


Lia terlihat salah tingkah karna sikap Anand yang telah mencium bibirnya. Lia pergi ke ruangan untuk mengganti pakaiannya, namun setelah masuk Lia keluar kembali dan mendekati Anand. ia memberikan peringatan agar Anand tidak melakukan hal yang tak di inginkan.


"Jaga sikap anda tuan, jangan sampai melewati apa yang aku peringatkan" ucap Lia


Namun Anand terus mengikuti Lia dari belakang, dan itu membuat Lia tak nyaman ia takut Anand melakukan sesuatu yang tak di inginkan.


"Ap yang anda lakukan" sebelum Lia melanjutkan omongannya tiba-tiba Anand mendekatkan wajahnya dan berbisik ke telingan Lia.


"Aku hanya membantu, agar tak ada satupun yang mengikutimu" ucap Anand dengan membuka pintu yang ada di belakang Lia.


Anand membalikan tubuh Lia dan mendorongnya masuk ke dalam ruangan untuk mengganti pakaian. namun Lia hanya bengong saja dan kebingungan Lia membuat Anand tersenyum.


Anand melakukan sesuatu yang tak terduga lagi yaitu melingkarkan tangannya ke pinggang Lia dan berbisik ke telinga milik Lia.


"Apa aku harus membantumu untuk mengganti pakaianmu?" ucap Anand dengan hidungnya mulai menyentuh telinga Lia.


Lia hanya terdiam saja dan mulai memejamkan matanya karna hembusan nafas Anand menyentuh telingannya.


Anand langsung mengalihkan pandangannya dari leher putih mulus milik Lia. dan melepaskan tangannya, ia takut dirinya tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Anand mendorong Lia dengan pelan dan langsung menutup pintu.


Anand menarik nafasnya dengan satu tangannya memegang gang pintu ruangan sambil menyandarkan tubuhnya di pintu.


Lia pun melakukan hal yang sama yaitu menyandarkan tubuhnya ke pintu sambil memegang dadanya karna jantungnya berdetak sangatlah kuat.