
Keesokan paginya, sebelum Anand pergi ia menunggu Lia di depan kamar. Anand berencana memberikan handphone Lia setelah dirinya melihat isi pesan untuk Lia. Anand meminta bantuan Roy semalam untuk membuka layar kunci di handphone Lia.
Lia membuka pintu kamarnya dengan menguap sambil menggerakan tubuh malasnya.
Anand yang melihat tingkah Lia, ia mencoba menguasai dirinya, dan menyembunyikanya dengan sikap dingin dan cueknya.
"Ada apa tuan?" tanya Lia
"Selama aku pergi jangan pernah berani mengizinkan siapapun masuk ke rumahku" ucap Anand dengan memperingati Lia.
"Baik tuan"
"Ini, ku kembalikan handphone milikmu" ucap Anand dengan melemparkannya ke tangan Lia. setelah memberikan handphone dan memberikan peringatan, Anand pergi dari hadapan Lia.
"Ada apa dengan dia, pagi-pagi udah main ancam segala, emangnya aku anak kecil yang gak boleh keluar rumah dan mengajak orang datang ke rumah ini?"
Waktu sudah menunjukan siang, Lia mendapatkan telfon dari ibu tirinya dengan meminta sebagai ganti rugi dirinya merawat ayahnya dan juga Lia.
"Hallo.."
"Bagus ya udah hidup enak, ketika di usir dari rumah"
"Maksud ibu apa?"
"Tidak perlu basa basi lagi, aku hanya mengatakannya sekali. berikan aku uang sebagai ganti rugi aku merawat ayahmu dan juga dirimu"
"Apa?!!" Lia terkejut dengan ibu tirinya tiba-tiba menelfon meminta uang.
"Aku gak mau mendengar alasan apapun"
"Tapi Bu, Lia gak punya uang"
"Jika kamu tidak memberikan apa yang aku minta, jangan harap kamu bisa melihat ayahmu lagi. karna aku akan menyiksanya dengan perlahan dan membiarkan ayahmu menyusul ibumu yang sudah mati itu" ucap Mira.
"Bu, ibu.." Panggil Lia dengan berteriak sambil memohon agar Mira tidak membunuh ayahnya. namun Mira telah mengakhiri panggilannya.
Lia terlihat setres ketika mendapatkan telfon dari Mira yang mengancamnya.
Anand di ruangannya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memikirkan apa yang ia lihat dari isi pesan untuk Lia. Anand mencari ide untuk Lia dengan mencarikan pekerjaan. tapi menurut Anand jika ia membantunya memberikan uang ia yakin Lia akan menolak dan berfikir anand mengasihaninya.
Tanpa berfikir panjang Anand menghubungi Kinar ponakannya, agar membantu dirinya. Kinar berfikir anand menghubunginya karna terjadi sesuatu dengan Lia.
"Hallooo.."
"Kinar!"
"Iya paman, ada apa?"
"Paman ingin kamu menolong paman"
"Menolong apa paman? jangan aneh-aneh ya. paman tau kan bagaimana suamiku Rangga."
"Ini tentang Lia"
"Ada apa dengan Lia paman?" tanya Kinar dengan khawatir
"Gak usah panik seperti itu, dia baik-baik saja"
"Jika sampai terjadi apa-apa dengan Lia, Kinar akan membenci paman. Kinar sudah melarang paman agar tidak membawah Lia ke rumah paman dan tetap membiarkan Lia di apartemen Kinar. tapi paman memaksa membawanya."
"Lia baik-baik saja Kinar, paman gak mungkin nyakitin dia"
"Iya Kinar tau, sekarang paman ingin Kinar bantuin apa?"
"Bantuin paman untuk mencarikan pekerjaan untuk Lia, tapi paman ingin dia bekerja di restauran. tanpa mengetahui itu restauran milik paman"
"Kenapa begitu, bukankah lebih bagus kalau dia tau"
"Gak boleh, pokoknya panjang ceritanya. sekarang kamu bantu paman, karna paman tidak ingin Lia keluar dari rumah dan mencari pekerjaan di tempat lain" ucap Anand
"Paman mohon Kinar, apapun yang kamu minta paman akan kabulkan"
"Benar ya Paman"
"Iya bener"
"Masalah Lia biar Kinar yang mengurusnya"
Panggilan telfon di akhiri, Kinar tidak habis pikir dengan pamannya.
"Ini kenapa bisa begini, dan kenapa paman begitu perhatian ke Lia dan mengkhawatirkan Lia." ucap Kinar dengan bertanya-tanya melihat sikap pamannya.
Kinar mulai menghubungi Lia, ia memulai percakapan mereka dengan menanyakan kabar Lia, dan juga keadaan Lia. Kinar mengajak Lia untuk bertemu di luar. dan Lia mengiyakan ajakan Kinar.
Lia dalam perjalanan menemui Kinar sahabatnya di sebuah restaurant sedangkan Kinar sudah menunggunya.
"Hay Kinar" sapa Lia dengan memeluk Kinar
"Gimana kabar kamu Lia?" tanya Kinar
Kinar menanyakan keadaan Lia. Lia memasang wajah sedihnya.
"Hey, ada apa Lia? ceritakan padaku"
"Ibu tiriku meminta uang sebagai ganti rugi telah merawat ayahku dan aku selama ini"
"Apa sih maunya Tante mira dengan ngancam kamu seperti itu" ucap Kinar dengan kesal.
"Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan Lia?" tanya Kinar
"Aku ingin mencari pekerjaan dan memberikan uangnya pada ibu tiriku, karna dia mengancam akan membunuh ayahku dengan menyiksanya." jelas Lia.
Dengan kesal dan marah Kinar gak terima Mira mengancam Lia. Kinar memukul meja dengan keras sehingga mengundang orang-orang untuk menatapnya karna aksinya.
"Kinar! apa yang kamu lakukan" ucap Lia dengan berbisik sambil melihat di sekeliling mereka. orang-orang menatap mereka.
"Aku kesal Lia, tega Skali dia melakukan itu padamu" ucap Kinar.
"Iya aku tau, tapi kamu harus mengendalikan emosimu. lihatlah orang-orang sedang menatap kita"
Kinar yang mendengar ucapan Lia. ia melirik orang-orang di sekitarnya untuk memastikan apa yang Lia katakan.
"Kenapa kamu gak melaporkannya ke polisi Lia "
"Itu gak mungkin Kinar, aku tau Mira seperti apa orangnya, dia bisa melakukan apapun yang dia mau"
"Okey, sekarang aku akan membantu kamu mencari pekerjaan"
"Terima kasih Kinar, kamu emang sahabatku yang terbaik di dunia ini" ucap Lia dengan memuji Kinar.
"Gak perlu selebay itu juga kali"
"Itu karna aku begitu senang kamu membantuku" ucap Lia dengan tersenyum.
"Aku punya teman, dia memiliki restauran. tapi dia membutuhkan seseorang untuk di jadikan manager restaurant."
"Benarkah?"
"Iya, emang kamu gak apa-apa kerja di restauran?"
"Aku gak apa-apa Kinar. apapun pekerjaannya akan aku terima asalkan aku bisa menyelamatkan ayahku dari wanita itu"
"Baiklah, aku akan menghubunginya dulu, nanti aku menghubungi kamu dan pergi ke restaurannya "
"Makasih Kinar, sekali lagi terima kasih Kinar. aku gak tau cara harus membalas kebaikanmu lagi"
"Gampang Lia, nanti kalau aku butuh pasti aku akan menghubungi kamu"
"Janji ya Kinar. kalau kamu harus menghubungi aku kalau butuh sesuatu"
"Iya, pasti itu tenang saja Lia. asal kamu siap dan bersedia"
"Demi kamu aku siap dan bersedia melakukan apapun yang kamu inginkan Kinar" ucap Lia dengan memegang tangan Kinar yang ada di atas meja sambil tersenyum.
Ini ada apa sih, kenapa ucapan Lia dan paman sama seperti ini, jangan-jangan mereka.. udahlah Kinar Jangan mikir yang aneh-aneh gak mungkin paman menyukai Lia.
Lia dan Kinar mengakhiri pertemuan mereka dengan pulang ke rumah, Lia mengantar Kinar dengan taksi, ia tidak mau jika terjadi sesuatu dengan Kinar mengingat suaminya adalah orang terkaya dan berpengaruh di kota ini.
Hati Lia malam ini terlihat membaik setelah bertemu dengan Kinar, Lia bisa beristirahat dengan sebaik mungkin.
Anand yang melihat Lia baik-baik saja, ia pun ikut bahagia dan tanpa sadar tergambar senyuman di wajahnya yang jarang ia lakukan. namun malam ini Anand terlihat bergitu bahagia setelah melihat Lia baik-baik saja.