Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 16



Anand sampai di rumahnya, ia tidak melihat Lia menunggunya pulang tapi hanya bi izah yang menunggunya.


"Kenapa bi Izah ada di sini, Lia mana ?"


"Non Lia lagi di kamarnya tuan"


"Panggil dia kemari"


"Biar bibi aja tuan yang akan melakukannya"


"Ini tugas Lia, bukan tugas bi Izah"


Bi Izah pergi ke kamar dengan memanggil Lia.


"Non Lia" panggil bi izah sambil mengetuk pintu kamar


"Iya bi masuk aja, pintunya gak di kunci"


Bi Izah masuk kedalam, ia duduk di dekat Lia di atas tempat tidur.


"Maafkan bibi non, bibi gak bisa menggantikan non Lia karna tuan Anand mau non Lia yang melakukannya"


"Gak apa-apa bi, Lia juga seharusnya nungguin tuan Anand bukan bi Izah"


Lia dan bi Izah bergegas keluar dari kamar, Lia berlari menuju ke arah Anand, ia tidak mau malam ini emosinya keluar karna sikap Mira dan juga serina sehingga Anand menjadi sasarannya.


"Maaf tuan saya terlambat menyambut Anda pulang"


"Dari mana saja kamu, bukankah sudah saya katakan kalau kamu harus menyambut saya pulang seperti pembantu pribada saya"


"Maaf tuan" ucap Lia dengan menunduk, ia tidak berani menatap wajah Anand mengingat wajahnya yang sembab karena menangis.


"Malam ini kamu di hukum karena melanggar perjanjian kita"


"Baik tuan, apa yang harus saya lakukan?"


Anand penuh keheranan dengan sikap Lia yang tanpa membantahnya bahkan Lia menanyakan langsung apa yang harus ia lakukan.


"Sediakan saya makanan, tapi kamu harus memasaknya"


"Baik tuan"


Lia memulai memasak makan malam Anand dengan menyiapkan semua bumbu yang akan ia gunakan. malam itu Lia terlihat begitu patuh. Anand harusnya bahagia tapi ia merasa ada yang kurang yaitu bawel Lia yang selalu membantahnya.


Anand meninggalkan Lia, ia pergi membersihkan tubuhnya dengan pergi mandi. Anand menikmati mandinya dengan berendam di bak mandi. 30 menit berlalu Anand membersihkan tubuhnya dengan air yang bersih, setelah itu ia memilih pakaiannya dengan masih menggunakan kimono handuk.


Anand menghentikan aktivitasnya ketika mencium bau yang begitu aneh, Anand keluar dari kamar setelah memastikan kalau bau itu bukan berasal dari tubuhnya atau kamarnya.


Anand terkejut melihat dapur berasap dan Lia hanya diam saja mematung dan membiarkan lauk yang iya masak gosong. Anand berlari mematikan kompor tersebut sambil marah-marah.


"Apa yang kamu lakukan kenapa sampai gosong, apa kamu mau membakarku hidup-hidup dengan membiarkan rumahku terbakar" Anand begitu marah ke Lia.


Lia terkejut mendengar suara Anand yang berteriak-teriak karna melihat apa yang ia masak gosong.


"Maafkan saya tuan"


Lia mencoba meminta maaf karna ia tau saat ini dirinya melakukan kesalahan.


"Kamu selalu meminta maaf dengan apa yang kamu lakukan, kamu pikir maaf saja bisa menyelesaikan masalah"


"Trus mau Anda apa"


"Kamu melawan saya, membantah apa yang saya katakan"


"Maafkan saya tuan"


"Diam, malam ini kamu harus membersihkan semua ini"


"Baik tuan."


Lia mulai membersihkan dapur yang ia gunakan untuk memasak. Lia duduk di lantai sambil menangis.


"Bukankah saya menyuruh kamu membersihkan semua ini, kenapa kamu hanya duduk saja. apakah kamu tidak mendengar apa yang saya perintahkan. semakin hari kamu semakin tidak tau sopan santun dan mulai seenaknya di rumah ini"


"Maaf tuan tolong biarkan saya istirahat, suasana hati saya lagi buruk saat ini" ucap Lia yang mencoba pergi tapi Anand menahannya.


"Apa? kamu ingin istrahat, trus ini siapa yang membereskan?"


"Saya akan membereskannya tuan tapi biarkan saya istirahat 40 menit saja"


"Kamu pikir saya mengizinkan kamu tinggal di sini gratis" ucap Anand yang mencoba memancing Lia agar seperti kemarin yang selalu membantahnya


"Iya saya sadar kalau saya tinggal di sini hanya menumpang dan saya tidak akan pernah lupa dengan tugas saya selama di sini" ucap Lia


"Baguslah kalau kamu tau, sekarang lakukan pekerjaanmu"


Lia pergi menyelesaikan pekerjaan, pukul 1 malam semua pekerjaannya selesai, sekarang ia pergi istrahat tapi Anand menahannya. Anand menyuruh Lia membuatkan kopi.


Setelah Lia mengantarkan, Lia gak sengaja menumpahkan kopi itu ke meja.


Anand begitu marah dengan membentak-bentak Lia


"Apa kamu sengaja melakukannya untuk balas dendam padaku dengan apa yang aku lakukan padamu"


"Bukan seperti itu tuan, hari ini pikiran saya lagi kacau"


"Trus pikiran kamu yang kacau saya yang menerima kekacauan itu?"


Lia menatap Anand dengan tatapan marah, sudah dari tadi Anand memarahinya.


"Saya kan sudah mengatakannya kepada Anda agar membiarkan saya untuk istirahat karna pikiran saya lagi kacau"


"Kamu pikir kamu siapa?"


"Iya saya bukan siapa-siapa di sini, saya hanya Lia yang mencari tempat untuk saya tinggali dengan mengharapkan sesuap nasi di rumah ini" ucap Lia dengan menangis lalu ia pergi meninggalkan Anand


Anand yang mendengar perkataan Lia dan Lia menangis ia terdiam, Anand kebingungan dengan sikap Lia hari ini biasanya Lia tidak peduli dengan ucapan Anand tapi malam ini.


"Maaf tuan, biar saya aja yang gantiin non Lia" ucap bi izah dengan menghampiri Anand


"Baiklah bi" jawab Anand dengan pergi begitu saja ke ruang kerjanya.


Anand terdiam duduk di kursi kebesarannya, ia memikirkan ada apa dengan Lia hari ini. dengan penasarannya ia menghidupkan leptopnya dan membuka cctv yang ada di rumahnya.


Anand terkejut melihat ada orang asing yang masuk ke dalam rumahnya tanpa izinnya, dan Anand pun tak bisa terima jika orang-orangnya di perlakukan seenaknya, Anand melihat bagaimana Lia di perlakukan oleh Mira dan Serina.


Anand mencoba tenang dan menelfon Roy dengan mengirimkan gambar tentang Mira dan Serina.


"Aku ingin informasi mereka, besok pagi kirimkan ke emailku"


"Baik tuan"


Roy adalah seorang pria yang memiliki sikap seperti Anand, Roy sebagai asistennya dalam bisnisnya, tapi dalam dunia mafia Roy di kenal sebagai tangan kanannya yang pendapatnya selalu tepat jika melakukan sesuatu tanpa harus meminta persetujuannya dulu, Anand sebagai bos mafia ia selalu menerima kabar yang sudah di lakukan oleh Roy entah kabar pembunuhan ataupun penyiksaan yang di lakukan Roy.


Pagi itu Anand mendapatkan pesan di email-nya, ia segera membukanya di sana semua informasi tentang Mira dan Serina yang di kirim oleh Roy.


Anand duduk di meja makan dengan menunggu Lia keluar tapi batang hidung Lia tak terlihat juga, Anand meminta bi Izah agar memanggilkan Lia untuk sarapan pagi bersama.


Bi Izah mengetuk pintu dan memanggil nama Lia, tapi tak ada jawaban dari dalam kamar. bi Izah memaksa masuk ia takut Lia kenapa-napa. tapi yang ia lihat hanyalah tempat tidur yang rapi, bi Izah mencoba mencarinya di kamar mandi tapi tak menemukannya yang ia temukan hanyalah sepenggal kertas yang bertuliskan dari Lia. bi Izah pergi ke Anand dengan berlari.


"Ada apa bi?"


Sambil mengatur nafasnya ia memberikan kertas yang ia temukan di kamar Lia ke Anand.


Anand membaca isi kertas dari Lia, yang Lia tulis hanyalah berpamitan, minta maaf dan juga ucapan terima kasih. Anand menatap bi izah dan menanyakan apa yang terjadi saat ia tidak di rumah.


Bi Izah yang takut menceritakan karna Lia meminta agar bi Izah menyebunyikannya sebagai rahasia dia dan juga Lia. tapi mengingat bi Izah takut jangan sampai wanita itu mengganggu Lia. bi Izah menceritakan semua apa yang terjadi dengan Lia dan juga Mira.


Anand mengepalkan tangannya ketika mendengar semua apa yang terjadi dari mulut bi Izah. Anand segera menelfon Roy untuk menjemputnya.