Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 51



Bukan hanya Zey saja yang melihat Lia. tapi Dirga pun melihatnya, saat ini Dirga mencari tau keberadaan Lia namun dirinya tak mendapatkan petunjuk keberadaan Lia. dengan sangat kesal Dirga melajukan mobilnya. Bruukkkk. Mobil yang di kendarai Dirga menabrak sesuatu tak lain adalah Serena adik tiri Lia.


"Sayang kamu gak apa-apa nak" teriak Amira ketika melihat putrinya hampir saja di tabrak oleh mobil mewah tak lain adalah mobil Dirga.


"Aku gak apa-apa Bu" jawab Serena dengan mencoba berdiri.


"Kamu gak apa-apa nona? bisa saya lihat kakinya" ucap Dirga dengan memeriksa Serena.


*****


Keesokan paginya Zey mendatangi kantor Anand. ia melemparkan gambar Lia di hadapan Anand.


"Lia..!!" ucap Anand setelah melihat gambar yang Zey lemparkan adalah Lia.


"Kamu dapatkan ini dari mana Zey?" tanya Anand dengan antusias


"Kenapa kamu bertanya ke aku, seharusnya aku yang bertanya ke kamu Anand" ucap Zey kesal


"Ada apa denganmu Zey, dari kemarin kamu seperti kesal denganku"


"Tuh perhatikan gambar yang aku lempar ke kamu" ucap Zey sambil melototkan matanya dan menunjuk gambar yang Anand pegang.


"Ini kan apartemen yang" ucap Anand menatap Zey


"Pura-pura gak tau lagi?" ucap Zey kesal


"Bener Zey aku gak tau, yang aku tau apartemen ini udah lama di berikan ke orang kepercayaan ayah" ucap Anand


"Di berikan?" tanya Zey terkejut


"Bentar Zey" Anand terus mengingat ketika ayahnya tuan Robert berkata.


"Anand kamu tidak perlu ke apartemen ini, karna apartemen ini akan ayah berikan ke orang kepercayaan ayah"


"Ayo Zey, ada yang gak beres" ucap Anand dengan bergegas pergi ke apartemen itu.


"Anand bisa gak pelan-pelan aja, jantungku mau copot" ucap Zey gemetaran


"Kamu duduk diam saja Zey"


Sesampainya di Apartemen Anand menahan Zey agar tidak turun dari mobil.


"Kenapa lagi Anand?" tanya Zey kesal


"Di depan ada yang mencurigakan" ucap Anand


"Mereka siapa, koq bisa tau apartemen ini"


"Cepat keluar Zey, sebelum mereka kabur" ucap Anand ke Zey dan dengan cepat mereka membuka pintu mobil namun setelah Anand keluar orang-orang itu kabur.


Anand menatap ke arah mobil itu lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah apartemen.


"Ayok Zey" ajak Anand namun dalam perjalanan Anand menelfon seseorang dengan menyebutkan plat nomor mobil yang baru saja pergi.


Ketika sampai di depan pintu, Anand menarik nafasnya panjang, ia begitu deg degan jika benar Lia berada di dalam, betapa bahagianya dirinya.


Lia terkejut ketika bel apartemen berbunyi, ia tidak tau siapa yang berada di luar namun dengan waspada Lia mengambil sesuatu untuk berjaga-jaga jika ada yang akan melukainya.


Sebelum membuka pintu Lia mengintip siapa tamu yang datang, dan betapa kagetnya kalau yang datang adalah Anand. dengan cepat ia mengambil handphonenya namun sebelum ia menghubungi seseorang, seseorang itu terlebih dahulu menelponnya.


"Apa yang harus saya lakukan tuan?"tanya Lia panik


"Kamu tidak perlu panik, sudah saatnya kamu bertemu dengannya" ucap seseorang di balik telfon


"Tapi tuan"


"Bukalah pintu"


Pria itu melihat dari cctv bahkan ia tau yang datang adalah putranya sendiri. Selama ini ia menyembunyikan Lia dari semua orang yang mengincar Lia. tapi kali ini dia tidak bisa menyembunyikan Lia lagi, dan akan membiarkan Anand putranya yang menjaga Lia.