Mafia'S Favorite Girl

Mafia'S Favorite Girl
Bab 31



Lia mulai terlihat gelisah, khawatir dengan keadaan ayahnya, beberapa kali ia mendapatkan ancaman dari ibu tirinya dengan mengirimkan gambar ayahnya yang terlihat tak sehat.


"Lia, Lia" panggil Rio


"Eh iya" jawab Lia tersadar dari lamunannya


"Kamu kenapa? kalau memang tidak enak badan kamu gak perlu memaksakan diri keluar karna ajakanku"


"Aku gak apa-apa Rio" jawab Lia


Mario terus memperhatikan Lia yang terlihat begitu gelisah.


"Ya sudah kita balik saja"


"Aku gak apa-apa Rio"


"Kamu gak enak badan Lia, bagaimana bisa aku membiarkan kamu duduk menemani aku makan malam sedangkan kamu terlihat begitu gelisah."


"Tapi Rio"


"Aku gak apa-apa, kita bisa makan di lain waktu ketika kamu sudah terlihat baik."


"Maaf Rio"


"Kamu gak perlu minta maaf"


Lia menatap Mario sambil tersenyum...


****


Anand terlihat begitu khawatir ketika pulang tak mendapati Lia di rumah, ia terlihat begitu khawatir sampai menelfon Zey dan menanyakan Lia di mana.


"Zey, kamu di mana ?"


"Aku lagi dinner" jawab Zey dengan menahan tawa.


"Aku gak main-main Zey, cepat ajak Lia pulang"


"Baik, tapi Lia gak mau Anand" ucap Zey sambil menahan tawa karna berhasil membuat Anand marah kesekian kalinya


"Jika kamu sudah bosan hidup Zey, kamu bisa bilang ke aku yang mana yang harus aku patahkan"


"Cepat Zey kalau gak, aku gak akan maafin kamu"


Lia, Zey dan Mario dalam perjalanan pulang, dalam perjalanan Lia diam saja, Mario terus memperhatikannya sedangkan Zey sibuk dengan handphonenya.


Sampai di rumah Anand, Zey dan Mario turun dari mobil sedangkan Lia masih dalam lamunannya di dalam mobil.


Anand yang mendengar bunyi mobil, ia mengintip di balik tirai, Anand sedang bersama dengan Dirga membahas tentang bisnisnya namun semua batal karna Lia tak berada di rumah, dan Lia keluar terlalu lama.


Anand terkejut melihat Mario turun dari mobil dengan membukakan pintu mobil untuk Lia. wajah Anand berubah, rahangnya mengeras dan juga ia mengepalkan kedua tangannya.


Dirga terheran melihat wajah dan sikap Anand.


"Kamu kenapa Anand?" tanya Dirga seolah ia tidak tau apa yang terjadi.


Anand tak menjawab pertanyaan Dirga. ia langsung membukakan pintu ketika Lia dan Zey sedang berdiri tidak jauh dari pintu mengobrol dengan Mario.


Anand melipat kedua tangannya di dada bidangnya sambil menatap mereka.


Zey bisa melihat wajah anand dari jauh kalau saat ini raut wajahnya telah berubah, Zey menatap Lia agar menyudahi obrolannya dengan Mario. namun Lia cuek saja sampai akhirnya Mario memberanikan diri mengusap kepala Lia dengan menguatkan Lia.


Zey kaget melihat gerak cepat Mario yang mengusap kepala Lia. ia memalingkan tatapannya ke arah Anand dan betapa marahnya Anand sehingga rahang pipinya mengeras.


Zey hanya bisa menelan air liurnya ketika melihat adegan itu dan tatapan mematikan dari Anand.


"Mampus aku" batin Zey


Lalu Zey menatap Lia dengan tatapan memohon agar segera masuk.


"Plisss Lia, kita masuk sekarang sebelum Anand marah" ucap Zey dengan berbisik ke Lia.


Lia melihat Zey terlihat tidak begitu nyaman, sehingga Lia mengakhiri obrolan mereka dan menyuruh Mario kembali.


Lia dan Zey berjalan ke arah pintu, di sana sudah terlihat Anand sedang menunggu mereka dengan raut wajah yang tak biasanya.


Zey segera mendekati Anand dengan mencoba menjelaskan namun Anand langsung memotong ucapan Zey dengan dirinya menanyakan ke Lia.


"Kalian dari mana?" tanya Anand dengan menatap Lia


Namun Lia tak menggubris apa yang di tanyakan Anand.